"Napa lo," ucap Eja yang kini sedang terlentang di ranjang Reno. Si pemilik ranjang? Guling-guling di ambal kamarnya yang lumayan tebal.
Mengeluarkan suara lumba-lumba yang aneh lalu menendang udara dengan kesal. Kebiasaannya jika sedang emosi.
Keduanya telah pulang dari angkringan alun-alun kota tadi. Reno yang memilih untuk pulang duluan karena sedang badmood diiringi sorak ledekan dari Doni, Rendi maupun Mark.
Lalu tak lama, Eja ke rumahnya dan masuk ke kamar pemuda itu setelah tadi bertemu kakaknya Reno yang menyuruhnya untuk langsung masuk saja.
"Makanya buruan tembak,"
"Mati,"
Eja terkekeh.
"Gue mau nginep," ucap Eja lalu mengambil guling dan mulai memejamkan kedua matanya. "Jangan lupa bangunin jam 4," katanya.
Reno menggumam saja. Kalau Eja yang menginap, dia yang akan ngalah untuk tidur di ambalan. Kan nggak mungkin kalau tidur berdua di satu ranjang yang hanya muat untuk satu orang saja?!
Kalau bukan Eja, Reno akan menendang orang yang dengan santainya tidur di ranjangnya. Contoh, Doni.
Alasannya ya karena pemuda itu jorok. Makan di atas ranjang bukankan perbuatan yang akan mengundang mahluk pecinta manis untuk datang kan?
Semut.
Uh, geram sekali mengingat kejadian waktu itu.
"Lo coba ajak ngobrol aja,"
"Caranya?" tanya Reno menatap langit-langit kamarnya tanpa menoleh. Begitupun Eja.
"Jadi ojek. Hitung, kalau udah agak lama jadi ojek, jadi pemandu wisata,"
***
Ahahahaha ini beneran part tidak jelas padahal Mas Eja adalah lelaki penuh hormat.
*
Yha. Hanya sekitar 230-an kata
*
*
-sedang mumet-
*
*
*
"Sesekali nggak papa jadi jelek. Kalau doi mau nerima, perjuangin aja,"
-Mas Eja
KAMU SEDANG MEMBACA
SIRIUS STARS
Teen FictionBerjalan mengendap-endap pada samping ruang alat musik. Mendengar sesuatu yang sangat asing bagi kupingnya. Tak sadar ada laki-laki tinggi yang baru saja beli jajan tahu sambel di kantin Mak Nah. Mendelik, "He ngapain lo kayak cicak nemplok di temb...
