"eight"
Cklek!
Jaemin, membuka pintu apartemen Heejin dan masuk gitu aja karena udah biasa keluar masuk apartement itu, lagian itu apartemen Jaemin juga yang beli.
"Heejin~aaa!!" teriak Jaemin memanggil Heejin sambil masuk kedalam dan menaiki tangga ke lantai atas.
"Heejin~aaa"
Jaemin, masuk kedalam kamar dan secara bersamaa pintu kamar mandi terbuka di mana Heejin baru selesai mandi.
"Ah! Kapan kau sampai?" tanya Heejin.
"Baru saja" jawab Jaemin sambil menjatuhkan tubuhnya ke atas ranjang.
"Apa kau sudah makan?"
"Heejin~aaa apa kemarin kita berada di kafe xxx..?" ucap Jaemin yang malah balik bertanya.
Jaemin, sengaja menemui Heejin karena ia yakin kalau itu bukan mimpi dan ia ingat Heejin juga ada di sana, mangkanya Jaemin sekarang ingin memastikan pada Heejin.
"Kafe?"
"Ummm, bukankah kau juga ada di sana?"
Heejin, mengerutkan dahinya "kapan? kemarin seharian aku di kantor" ucap Heejin.
"Benarkah?" ucap Jaemin dan di angguki oleh Heejin membuat Jaemin kembali berpikir.
Heejin, beranjak dari duduknya ingin ke dapur berniat untuk membuat sarapan sebelum berangkat ke kantor, namun niatnya terhenti saat Jaemin merintih kesakitan di aras ranjangnya.
"Aarrghh.. ssttt... ah!" rintih Jaemin sambil memegangi kepalanya yang terasa ingin pecah.
"J-Jaemin astaga!" teriak Heejin yang langsung mengambil obat yang biasa Jaemin minum setiap kepalanya terasa sakit.
Entah itu efek kecelakaan 4 tahun lalu yang masih harus Jaemin rasakan sampai sekarang atau memang Jaemin memiliki penyakit lain tak ada yang tau karena Jaemin tak pernah mau memeriksakan kondisinya ke dokter, ia hanya meminum obat yang di berika asisten atau kekasinya yaitu Heejin.
"apa sudah mendingan?" tanya Heejin saat melihat Jaemin lebih tenang setelah meminum obat itu.
"Ummm" gumam Jaemin sambil mengangguk pelan.
Heejin, mengangguk "Istirahatlah, aku akan membuatkanmu sarapan" ucap Heejin mulai beranjak dari ranjang namun di tahan oleh Jaemin.
"Bisakah kau tetap di sini bersamaku?" ucap Jaemin menahan lengan Heejin.
"Kenapa?"
Jaemin, tak menjawab dan malah menarik pinggang Heejin sehingga tubuh Heejin mendekat padanya.
"Aku merindukanmu" ucap Jaemin memeluk Heejin menyembunyikan wajahnya pada perut rata kekasihnya yang hanya bisa tersenyum melihat tingkahnya yang mirip anak berusia 1 tahun.
- - -ooOoo- - -
"Pa, mama takut" ucap Yoona sambil memegangi lengan kekar suaminya.
Siwon, menatap ke arah Yoona "Jangan takut Ma, ini semua demi menebus kesalahan kita di masa lalu" ucap Siwon.
Cklek!
Pintu ruangan bernuansa putih itu terbuka menunjukkan sosok wanita dengan seragam berwana putih juga.
"Tuan, nyonya silahkan masuk" ucapnya.
Siwon dan Yoona yang hampir 1 tajam duduk di bangku yang terdia di depan ruangan itu pun beranjak mengikuti wanita itu.
"Silahkan duduk" ucap lelaki baruh baya jangan jas putih dan almamater yang terlalu g di lehernya mempersilahkan Siwon dan Yoona untuk duduk.
KAMU SEDANG MEMBACA
"STAND BY ME" {NaHyuck} END
Fanfiction"Sampai kapanpun kau tetap milikku" "Tapi aku tak tau siapa kau" Berawal dari kecerobohan seorang CEO tampan namun berhasil membawa cerita bahagia di akhir. . . . . . . 📌B x B / Homo / Yaoi Cast: 🐰 Na Jaemin {dom} 🐻Lee Haechan {sum} 📌Cast lain...
