21

2.4K 162 20
                                        

Di bandara Jepang, seorang pemuda tampan berambut merah tengah berjalan dengan handphone di tangan, dia menghiraukan tatapan para wanita yang tengah menatapnya lapar, salahkan saja aura dan juga wajah tampannya, walaupun tertutup oleh kacamata hitam

"Aisss kemana sih ini yang jemput? Kenapa lama sekali? Tidak tahukah mereka kalau aku adalah orang sibuk?" Gerutu pemuda itu sambil berjalan tanpa melihat sekeliling sampai...

Bruk...

"Ittaiii.... " Ringis seorang wanita saat dirinya di tabrak dan sampai membuat pantat indahnya mencium lantai

Si pemuda hanya diam tanpa berniat menolong lalu pergi

Sedangkan si wanita tadi yang melihat orang yang menabraknya pergi langsung menyumpah serampah

"CABE SIALAN!!! AWAS SAJA KALAU KETEMU!! GRRRR.... APA LIAT-LIAT?!"

Seakan tahu jika dirinya di perhatikan, si gadis itu langsung menyemprot dan orang-orang yang melihat tadi langsung kembali ke kegiatan awal





Mansion Pendragon

"Hah... Hah... Uhhh... Sayang~"

"Kenapa bie?"

"Bisa kamu turun dulu dari atasku hehehe"

"Hooo... Apakah tuan muda Pendragon seorang laki-laki yang lemah?"

Naruto yang dibilang lemah langsung menyeringai

"Hmmm lemah? Benarkah? Tapi semalam ada yang merengek meminta berhenti karena sudah lelah" Wajah Akeno merona sedangkan Naruto menahan tawa saat membayangkan wajah Akeno

"Yaahhhh!!!!" Teriak Akeno dan langsung memukul punggung lebar Naruto

"Hahahaha maaf-maaf sayang~ bisakah turun dulu?" Akeno turun dari punggung Naruto dengan wajah cemberut dan Naruto yang melihat hanya terkekeh, wajah cemberut Akeno sangat lucu

"Kyaaa.... " Akeno langsung menjerit saat tiba-tiba Naruto mengangkat tubuhnya dan mendudukan diatas paha lalu di peluk

"Hehehe maaf ya sayang, maaf jika aku belum bisa mengontrol nafsuku, salahkan saja tubuhmu yang sangat candu ini, setiap jengkal kulitmu~ setiap inci nya~ setiap lekukan~ membuatku tidak tahan dan maafkan aku jika suka lepas kontrol" Akeno merona mendengar ucapan erotis Naruto dan hatinya menghangat saat Naruto meminta maaf akan kesalahannya

"Its okay bie, tubuh ini, hati ini milikmu dan begitupun sebaliknya, semua yang ada padamu adalah milikku" Naruto tertawa mendengar nada posesif yang Akeno ungkapkan dan itu malah membuat Naruto senang

Mereka berpelukan menikmati waktu pagi ini dengan berbagi kehangatan, saat tadi Naruto tengah olahraga yaitu push up, Akeno dengan sengaja duduk diatas punggung Naruto dengan memakan buah apel yang dia bawa dari dapur. Tak lama kegiatan mereka terganggu dengan dering telepon milik Akeno

Saat dilihat ternyata adalah Sakura dengan segera Akeno mengangkatnya

"Iya jidat kenapa?... APA? Lalu bagaimana dengan keadaan nenek?... Hmmm baiklah nanti aku akan menyusulmu... Iya lu hati-hati disana, titip salam buat nenek ya, iya bye"

Naruto menatap heran kearah istrinya, sebab setelah menerima telepom, raut wajahnya langsung berubah

"Hei sayang, kenapa heum?" Tanya Naruto sambil menangkup kedua pipi Akeno yang mulai gembul

"Bie~" Rengek Akeno

"Iya, kenapa heum?"

"Bie~"

Simple Love Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang