Sampai jam pulang metawin sama sekali
tak bersuara bahkan ketika nani yang
mengajaknya bicara sekalipun
Rasanya panas melihat kedekatan bright
dengan love
Lalu
Saat metawin dan Nani sedang di halte
menunggu bus , lewatlah Bright dengan
Love
dimana love membonceng bright sambil
pegangan pinggang bright , Lagi-lagi rasa
sakit yang entah darimana datangnya
Tiba tiba menusuk ke dadanya
Mata metawin tak mau lepas dari kedua
orang itu sampai punggung keduanya
Tak nampak lagi
Nani menepuk pundak metawin karena
bus sudah datang tapi win terlihat beku
win pun naik setelah nani menarik tangannya , Dia cemberut sepanjang
perjalanan
"lo kenapa si ?" Tanya Nani yang merasa
tak suka melihat sikap metawin hari itu
win pun hanya mengatakan bahwa dia
sedang tidak ada mood dan Nani coba
untuk mengerti kekasihnya saat itu
Sampai dirumah nani masuk ke rumah
nya duluan tapi metawin masih didepan
menunggu kepulangan Bright
Dan yeah setengah jam kemudian bright
pulang , metawin menghadangnya di
depan gerbang kecil rumah Bright
Bright pun mematikan mesin motornya
alisnya menaut heran karena metawin
menatapnya sambil manyun , terlihat
marah dan kesal
"Minggir gue mau masuk"
Kata bright tapi win tetap berdiri
menghalangi bright , bright pun
turun dari motornya
Lalu berjalan mendekat ke metawin
menggeser tubuh win untuk minggir
lalu dia membuka gerbang
Bright menoleh melihat win yang diam
hanya mata saja yang nampak merah
menahan tangis
"Lo salah rumah , rumah lo disamping"
Kata bright
Metawin semakin kesal lalu memukul
lengan bright , dan bright tak membalas
dia naik ke motornya mengabaikan win
dan masuk ke gerbang
Setelah motornya terpakir dia menutup
gerbang sambil menatap metawin yang
nampak sedih
"Kenapa si? punya pacar bukannya
bahagia malah sedih gitu?"
Ujar bright lalu masuk meninggalkan
metawin , win pun berdiri kaku menatap
punggung bright
Airmatanya tak terbendung lagi ternyata
Satu hari tak bercanda dengan bright itu
menyakitkan , Lebih sakit dari pada melihat Nani dan Ton
Metawin pun akhirnya masuk ke rumah
nya sendiri
Membuka pintu rumahnya kasar dan
membantingnya , membuat mild kaget
dan langsung menoleh
melihat anaknya manyun sambil menangis mild pun menghampiri
putra semata wayangnya
"Anak mama pulang-pulang mewek
apa gerangan yang membuat anak
kesayangan mama ini nangis kaya
bocah bayi? hmm"
Mild menangkup wajah putranya yang
masih mewek seperti anak kecil , Bukan
diam malah tangisannya semakin kenceng
Mild mengajak putranya itu duduk di
ruang tengah , setelah itu mild minta
Win untuk menjelaskan apa yang
terjadi
Win pun mulai bercerita bahwa dirinya
kesal dengan bright , karena seharian
ini bright mendiamkan nya
Mild tidak menelan mentah-mentah
apa yang anaknya itu ceritakan karna
Mild tau sifat bright dan Win itu seperti
apa
KAMU SEDANG MEMBACA
COMPLICATED
FanfictionCinta segitiga antara Win metawin , Bright Vachirawit dan Hirunkit atau yang akrab dipanggil Nani WIN METAWIN BRIGHT VACHIRAWIT HIRUNKIT
