Falling In Love

5.7K 544 56
                                        

Saat Wang Yibo dan Xiao Zhan masih saling bersalaman sambil berjabat tangan, Liu Haikuan berdehem kencang membuat keduanya tersadar dan melepaskan jabatan tangannya, Xiao Zhan menunduk gugup wajahnya tiba2 merona sedangkan Wang Yibo diam2 melirik ...

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

Saat Wang Yibo dan Xiao Zhan masih saling bersalaman sambil berjabat tangan, Liu Haikuan berdehem kencang membuat keduanya tersadar dan melepaskan jabatan tangannya, Xiao Zhan menunduk gugup wajahnya tiba2 merona sedangkan Wang Yibo diam2 melirik Xiao Zhan.

"Tuan Wang Yibo, perkenalkan saya Liu Haikuan, CEO Liu Group, tunangan dari Xiao Zhan" kata Liu Haikuan berdiri dan menghampiri Wang Yibo.

"Salam kenal, saya sudah mendengar banyak tentang anda" kata Wang Yibo bersalaman sekilas dengan Liu Haikuan.

"Bisakah kita mulai?" kata Zhao Lusi yang juga tak suka melihat pandangan Wang Yibo pada Xiao Zhan, sudah cukup Liu Haikuan saja yang menjadi saingannya, jangan tambah lagi saingan memperebutkan Xiao Zhan bagi Zhao Lusi.

"Baiklah, Fanxing silahkan jelaskan pada mereka" kata Wang Yibo

"baiklah, karena selama ini boyband Flower Boy's telah berhasil mengangkat nama Wang Entertainment maka didalam map ini sederetan hadiah dari Wang Entertainment" kata Zhen Fanxing.

"Wuaah ini banyak sekali" kata Zhuocheng senang

"ini sangat cukup bagi kami" kata Ji Li

"terima kasih tuan Wang ini sangat banyak" kata Yubin

"apa kamu juga senang, Xiao Zhan?" kata Wang Yibo menatap Xiao Zhan

"tentu saja aku senang" kata Xiao Zhan balas menatap Wang Yibo dengan wajah merona.

"Zhan ge, aku salah satu idolamu, bisakah aku dekat denganmu?" kata Wang Yuan menatap Xiao Zhan

"tentu saja boleh adik kecil" kata Xiao Zhan tersenyum

"boleh aku meminta kontak Zhan ge?" kata Wang Yuan

"tentu saja" kata Xiao Zhan membuat Wang Yuan berjingkrak2 senang dan dalam hati Wang Yibo diam2 memuji anaknya.

Sedangkan Liu Haikuan dan Zhao Lusi cemberut, mereka berharap tak menambah daftar saingan baru untuk memperebutkan hati Xiao Zhan.

.

.

.

Malam harinya dikediaman keluarga Wang, setelah menemani Wang Yuan yang sudah tertidur pulas, Wang Yibo pindah kekamarnya sendiri dan membuka ponselnya, diam2 melihat gambar2 Xiao Zhan diakun media sosial.

"Dia pemuda yang sangat cantik dan manis, entah kenapa sejak pandangan pertama, aku selalu memikirkan dirinya? apa yang sebenarnya terjadi padaku? dan kenapa rasanya aku tak suka mendengar jika dia sudah punya tunangan?" kata Wang Yibo bingung dalam hatinya.

Tiba2 pintu kamarnya terbuka, istrinya Dilraba memasuki kamarnya dengan membawa tas koper troleynya, dirinya baru saja pulang dari luar kota setelah meninggalkan rumah selama tiga hari dua malam untuk pekerjaannya.

"Halo sayang, aku pulang" kata Dilraba menghampiri Wang Yibo dan mencium pipinya

"mn" kata Wang Yibo seperti biasanya

"foto siapa yang kau lihat?" kata Dilraba melirik ponsel Wang Yibo

"salah satu artis asuhan Wang Entertainment" kata Wang Yibo langsung menyembunyikan ponselnya.

"Oh begitu? sayang aku merindukanmu" kata Dilraba memeluk Wang Yibo

"sudah malam, waktunya tidur, kau istirahatlah" kata Wang Yibo melepaskan pelukan Dilraba

"dia selalu saja dingin padaku sejak kami menikah? sebenarnya dia cinta tidak sih sama aku? kenapa dia tak pernah mesra ya? tapi mungkin itu hanya karakternya yang memang dingin sejak dulu" kata Dilraba dalam hati.

"Kenapa kau malah diam?" kata Wang Yibo

"ah! baiklah! kalau begitu aku akan ganti baju dulu dan lalu tidur" kata Dilraba

"mn" kata Wang Yibo mengangguk.

Dilraba menuju kamar mandi dan mengganti pakaiannya dengan lingerie tipis setelah itu menghampiri tempat tidur, namun saat dilihatnya Wang Yibo malah sudah tidur dan memunggunginya, Dilraba menjadi kecewa dan menghela nafas panjang, akhirnya Dilraba mematikan lampu kamarnya dan tidur, namun sebenarnya Wang Yibo belum tidur, diam2 dirinya malah membayangkan wajah Xiao Zhan dan ingin bertemu dengannya lagi.

.

.

.

Keesokan paginya, Wang Yibo, Dilraba dan Wang Yuan sarapan bersama

"mama kapan kau pulang?" kata Wang Yuan senang melihat Dilraba dirumah

"tadi malam sayang" kata Dilraba

"mama kau tau, papa memberiku kejutan kemarin kalau aku ketemu Flower Boy's terutama Zhan ge" kata Wang Yuan

"oh ya? kau pasti senang ketemu idolamu" kata Dilraba dengan datar menganggapnya hal yang biasa.

"Tentu saja sangat senang! Zhan ge sangat manis aslinya, A Yuan menyukai Zhan ge!" kata Wang Yuan

"oh" kata Dilraba tak berminat

"mama, hari ini bisakah mengantar A Yuan ke sekolah?" kata Wang Yuan penuh harap

"maaf sayang, tapi mama ada janji ketemu klien pagi ini, kau diantar papamu saja ya seperti biasa?" kata Dilraba

"yaaah" kata Wang Yuan menunjukkan raut wajah kecewa.

"Kau selalu saja seperti ini! selalu sibuk dan sibuk! setidaknya luangkan waktu untuk anakmu sendiri!" kata Wang Yibo mulai kesal, bagi Wang Yibo, Wang Yuan adalah segalanya, apapun yang menyangkut Wang Yuan, maka Wang Yibo akan melakukannya.

"Yibo kau kan tau pekerjaanku dan aku sangat sibuk?!" kata Dilraba

"kau pikir aku sebagai pengusaha tidak sibuk?!" kata Wang Yibo

"kau pengusaha sedangkan aku pengacara, pekerjaanku bahkan jauh memiliki resiko besar untuk mengungkap kasus2 kriminal pihak lawan! aku bahkan menangani kasus2 politik!" kata Dilraba.

"Aku tak pernah membatasi dan menghalangi karirmu sejak awal kita menikah! aku hanya ingin kau memperhatikan anakmu sendiri, apa aku salah? jangan salahkan jika suatu saat aku mencari mama baru untuk A Yuan! ayo A Yuan kita berangkat!" kata Wang Yibo menggendong Wang Yuan.

"Apa?! apa tadi maksud kata2mu?! mama baru buat A Yuan! jangan coba2 kau melakukan itu padaku, Yibo!" kata Dilraba mengejar Wang Yibo yang kini sudah memasuki mobilnya dan tak menghiraukan Dilraba lalu menjalankan mobilnya pergi.

.

.

.

Dimobil Wang Yuan menatap Wang Yibo, "papa bertengkar dengan mama karena A Yuan ya?" kata Wang Yuan merasa bersalah pada kedua orang tuanya.

"Tidak sayang! kadang2 orang dewasa suka berbeda pendapat, tapi kami tidak bertengkar kok, kau tenang saja" kata Wang Yibo tersenyum menatap anaknya

"benar ya pa?" kata Wang Yuan.

"Iya sayang! oh ya coba ceritakan kamu sudah komunikasi dengan Zhan ge-mu itu kan?" kata Wang Yibo

"iya pa dia sangat ramah" kata Wang Yuan

"bagaimana jika kau mengajak Zhan ge-mu itu jalan2 menemanimu diakhir pekan ke wisata taman bermain? kau mau kan?" kata Wang Yibo.

"Ide bagus papa! A Yuan mau!" kata Wang Yuan tersenyum

"ya sudah hubungi dia dan ajak dia ya?" kata Wang Yibo

"ok papa!" kata Wang Yuan dengan polos mengangguk.

Sementara Wang Yibo dalam hati merasa senang, dia akan bisa berjalan2 bersama Xiao Zhan dengan menggunakan Wang Yuan sebagai alasan, memikirkan hal itu membuat Wang Yibo semakin merasakan perasaan yang membuatnya berdebar kencang tiap kali membayangkan Xiao Zhan dan Wang Yibo sadar telah jatuh cinta.

The Heart Is HurtTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang