EPILOG

49 11 21
                                        

Ditulis dan diupload tanggal 18 Oktober 2021.

🌻

Renan pernah bilang, jika Andita butuh bahu untuk bersandar, maka ia akan menjadi sandarannya

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

Renan pernah bilang, jika Andita butuh bahu untuk bersandar, maka ia akan menjadi sandarannya. Jika Andita butuh raga untuk berlindung, maka ia siap menjadi pelindungnya. Asal Andita dapat berjanji bahwa ia akan tetap menanti. Renan hanya meminta kepada Andita untuk tidak pergi meninggalkan dirinya.

Ini bukan lagi kisah cinta fana yang diciptakan untuk menghasilkan sebuah karya. Kisah Renan dan Andita, itu benar adanya. Meski tak seberat karangan Haikal pada kisah mereka, Renan dan Andita tetaplah memiliki duka dan luka. Meski kepergian dan kepulangan tak pernah menyapa, satu-satunya kehilangan sesungguhnya tetaplah kehilangan orangtua. 

Renan, yang pernah berjanji untuk mendatangi rumah Andita, ia benar-benar dapat membuktikannya. Meskipun mereka harus menghadapi problematika yang sedemikian rupa, Renan dan Andita dapat melewatinya. 

Semesta, dia memang tak sejahat apa yang kita kira.  

Masalah mereka berawal dari Renan yang harus menyelesaikan studi-nya di Belanda hingga selesai S2. Andita, dia yang tahu bagaimana pria itu berjuang dengan sangat keras untuk menggapai cita-citanya, Rela untuk ditinggalkan oleh Renan. Mau seberapa lama pun Renan pergi, gadis itu akan tetap menanti. Meski saat itu lelaki telah silih berganti ingin menjadikan Andita istri, pilihannya tetap jatuh pada sang pemilik hati. 

Hingga suatu hari, dengan senyum rekahnya Renan datang ke rumah Andita sembari membawa Unan dan Karin. Pria itu, setelah sekian lama Andita menanti dengan sepenuh hati, akhirnya ia datang untuk melamarnya. 

Renan, dia melamar Andita tepat ditanggal yang sama saat Renan pergi meninggalkan Indonesia. Hingga hari suci itu pun datang, mereka menikah ditanggal yang sama dengan tanggal saat pertama kali Andita mengenalkan dirinya pada Renan. 

Andita, dia tak menyangka bahwa pria yang tidak terlalu romantis itu ternyata mengingat semua detail disetiap kejadian. Renan Anggara, dia adalah salah satu manusia yang selalu menganggap hal-hal kecil dapat menjadi bermakna. 

"Capek gak?" Renan, dia mendekati sang kekasih hati yang tengah menyisir rambut panjangnya itu. 

Semesta, terimakasih telah menjaga mahkota wanitanya. Yang pada akhirnya, hanya Renan yang berhak untuk melihat rambut indah milik Andita. 

Semesta, terimakasih telah membuat Andita bertahan dengan pilihannya. Terimakasih telah menguatkan Andita disaat perubahannya itu menimbulkan banyak masalah dan kecaman.

Renan, dia sangat berterimakasih pada Andita-nya. 

"Enggak dong. Emang kamu lupa kalau aku ini perempuan tangguh?" 

Andita itu suka jalan-jalan. Jadi ya hal seperti ini sudah biasa ia jalani. Mau itu disebut traveller atau backpacker, intinya dia suka mendatangi tempat-tempat indah.

Renandita dan Semesta || revisiTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang