Sesuai janjinya kemarin, setelah sepulang sekolah kini Laurecee dan Zero sedang berada di dalam mobil milik Zero setelah pria itu menjemput Laurecee di mansionnya.
Hanya ada keheningan di dalam mobil, Laurecee merasa heran karena biasanya pria di sebelahnya akan banyak berbicara tetapi kini dia hanya diam saja.Laurecee hanya mengedingkan bahunya tak peduli.
Tanpa di ketahui oleh Laurecee, sebenarnya Zero ingin sekali berbincang-bincang dengan gadis itu. Tetapi karena misinya tadi untuk mendiami Laurecee, dengan penuh tekad dia tidak akan berbicara pada Laurecee jika gadis itu tidak membujuknya untuk berbicara.
Karena sudah tidak tahan dengan keheningan itu, Zero akhirnya memberhentikan mobilnya di tepi jalan. Kemudian menatap Laurecee yang sedang menatapnya dengan alis terangkat.
"Kok Laurecee nggak bujuk Zero sih" rengek Zero dengan menggoyangkan lengan Laurecee pelan.
"Ngapain bujuk lo?" tanya Laurecee bingung. Zero yang mendengar rasanya ingin menenggelamkan Laurecee di rawa-rawa.
"Ihhhh kan Zero lagi ngambek sama Laurecee" ucap Zero dengan mengerucutkan bibirnya dan tangan yang bersedekap di depan dada.
Laurecee hampir saja menyemburkan tawanya saat melihat tingkah Zero.
"Terus?" tanya Laurecee dengan menggigit bibir bawahnya agar tidak tertawa.
"Ya harusnya Laurecee ngebujuk Zero supaya Zero mau ngomong sama Laurecee"
"Lah itu udah ngomong?"
"Ihh Laurecee mah ngeselin pokoknya Zero ngambek sama Laurecee" ucap Zero lalu memalingkan wajahnya tidak menatap Laurecee lagi.
"Yaudah" balas Laurecee lalu memainkan ponselnya.
Tak lama kemudian terdengar isakan dari samping Laurecee. Gadis itu lalu menolehkan kepalanya kearah samping, matanya melotot saat melihat Zero yang sedang menangis dengan menghadap kearah jendela.
"Kenapa nangis?" tanya Laurecee dengan menarik dagu Zero pelan agar menghadap kearahnya.
Zero tidak menjawab, dia malah semakin mengencangkan tangisannya. Laurecee yang panik langsung mendekap tubuh kekar Zero, sembari mengusap punggungnya lembut guna menenangkan.
"Sttt udah diem ya" perlahan tangisan Zero mereda di gantikan dengan isakan-isakan kecil.
"Katanya mau jalan-jalan kok nangis sih?" tanya Laurecee sambil menghapus air mata Zero.
"Laurecee jahat sih" Laurecee melotot mendengar penuturan Zero. 'Sabar Lau' batin Laurecee.
"Iya-iya Laurecee minta maaf ya?" Zero hanya menjawab dengan anggukan kepala.
"Jalan-jalannya jadi nggak nih?" tanya Laurecee masih dengan mendekap Zero .Tangannya menyugar rambut Zero dari depan kebelakang.
"Nggak" jawab Zero dengan memejamkan matanya menikmati sentuhan tangan Laurecee di kepalanya.
"Terus?"
"Kita pulang ke mansion Laurecee"
"Oke, ini pelukannya di lepas dulu dong" ujar Laurecee berusaha melepaskan pelukannya.
"No" Laurecee menghela nafas dengan pelan lalu menatap Zero yang kini juga sedang menatapnya.
"Lepas dulu ya? peluknya nanti lagi kalo udah sampai di mansion" bujuk Laurecee lembut.
"Huh yaudah" Zero lalu melepaskan pelukannya dan langsung menyalakan mesin mobil.
Mengendarai mobil dengan kecepatan penuh, tanpa memedulikan pengendara lain.
"Zero pelan-pelan aja" peringat Laurecee dengan menatap Zero tajam. Pasalnya jika terjadi apa-apa dirinya juga yang kena. Sedangkan Zero tak memedulikan ucapan Laurecee.
Hingga beberapa menit kemudian sampailah keduanya di mansion milik Laurecee. Laurecee turun terlebih dahulu tanpa memedulikan Zero yang meneriaki namanya.
Saat sudah sampai diruang keluarga, Laurecee langsung mendudukan bokongnya di sofa yang tersedia di situ.
Memejamkan matanya,berusaha mengabaikan teriakan Zero yang semakin terdengar di telinganya seiring dengan langkah Zero yang mendekat kearahnya.
"LAURECEE!"
Zero mendekat kearah Laurecee, lalu ikut mendudukan bokongnya di samping gadis itu.
"Laurecee kenapa?"tanya Zero dengan memeluk Laurecee dari samping. Laurecee membuka matanya, menoleh kearah Zero.
Deg
Jarak wajahnya dengan wajah Zero hanya berjarak beberapa centi saja. Membuat dia bisa merasakan nafas Zero yang beraroma mint.
"Laurecee?"
⚔️LAZERO⚔️
Don't forget to vote and comment.
KAMU SEDANG MEMBACA
LAZERO
RawakBruk "Akh shit!!" umpatan keluar dari mulut gadis cantik yang tidak sengaja menabrak seseorang, sehingga membuat ponsel yang berada di genggamannya terjatuh. "Jalan liat depan, jangan liat ponsel" ucap dingin seseorang yang tidak sengaja di tabrak o...
