Follow sebelum baca!!
Note: sebelum maupun sesudah membaca cerita ini mohon tinggalkan jejak kalian dan bantu author untuk SHERE cerita ini!!
Happy reading 😚
08. Izin dari Naresh
Bel pulang sekolah sudah berdering sejak lima menit yang lalu. Bu Fatma baru saja keluar dari kelas X IPA 1 setelah ia mengakhiri pembelajaran. Agrensi membereskan semua alat tulisannya dan memasukkannya kedalam ransel milikinya.
Agrensi mengecek ponselnya sebentar, dan mengirimi pesan pada supirnya. Namun setelah mendapat balasan pesan dari supirnya, gadis itu spontan menghela nafas.
"Lo kenapa Gren?" Tanya Letta yang menyadari hal itu.
"Ban mobil gue pecah Let, jadi supir gue gak bisa jemput," Ujar Agrensi seadanya.
"Terus Lo pulangnya gimana?" Tanya Letta. "Mau bareng gue aja gak?" Lanjutnya.
"Agren pulang bareng gua."
Suara berat itu berasal dari ambang pintu. Seorang lelaki berbadan tegap menghampiri kedua gadis itu dan berdiri tepat di depan mereka.
"Kak Naresh," Letta tampak terlihat sedikit bingung. "Kakak kenal Agren?"
"Calon istri gue!"
Letta menatap Naresh dan beralih ke arah Agrensi. "Ngaco Lo!"
"Biarin," Ucap Naresh.
Naresh meraih tangan Agrensi dan mengajak gadis itu keluar dari ruangan itu.
"Heh, kak! Itu Agren mau di ajak kemana?" Teriak Letta.
"KUA!" Ucap Naresh, Agrensi spontan menatap Naresh kaget.
"Buat apa?" Tanya Letta sambil berteriak.
"Ngurus KTP!" Jawab Naresh asal.
Saat ini Naresh dan Agrensi sedang menyusuri koridor SMA Victory, tak sedikit orang yang ada di koridor menatap mereka bahkan sambil mercibir, namun Agrensi tak peduli akan hal itu, karena menurutnya ia tak harus membuat orang suka padanya.
Naresh masih memegang erat pergelangan tangan gadis itu. Lelaki itu mengajak Agrensi melewati koridor yang terhubung langsung ke tepi balkon.
"Apaan sih kak?!" Agrensi berdecak kesal, karena Naresh tak mau melepaskan pergelangan tangannya.
"Gak usah protes, Lo milik gue!" Ucap Naresh, terdengar menyeramkan ditelinga Agrensi.
Agrensi menggeleng kuat. "Nggak! Sejak kapan gue jadi milik Lo?"
Naresh menunjukkan jarinya yang terlingkar oleh cincin hal itu cukup membuat Agrensi bungkam.
"Sekarang gue antar Lo pulang," Kata Naresh.
"Nggak! Gue bisa pulang sendiri," Ucap Agrensi.
"Sekedar info aja, gue paling benci penolakan!" Mendengar itu Agrensi berdecak kesal, entah kenapa setiap ucapan yang keluar dari mulut lelaki itu, terdengar menyeramkan di telinganya.
<<<•>>>
Agrensi berdiri di balkon kamarnya sembari menghirup angin malam, sejak sore tadi hujan mengguyur kota Jakarta, rintihan hujan masih dapat dirasakan bahkan sempat membasahi jalanan dan juga pohon-pohon.
Lamunan Agrensi terguyar ketika ponselnya berdering dan menampilkan nomor yang tidak di kenal. Kerena merasa penasaran gadis itu langsung mengangkat panggilan telepon itu.
KAMU SEDANG MEMBACA
NARESH: HARI BERSAMAMU
Teen FictionNaresh Waller biasa di panggil Aresh oleh temannya. Lelaki tampan yang satu ini memiliki arti nama yang sama dengan kepribadiannya. Naresh yang berarti, lelaki jantan. Sedangkan Waller, memiliki arti pemimpin yang berani. Sesuai dengan arti namanya...
