Hai update lagi nih☺️ udah siap buat spam komen di setiap paragraf?
Happy reading ❤️
17|| Wedding
Seorang gadis cantik, menuruni satu persatu anak tangga di rumahnya. Tubuhnya yang indah sudah berbalut dengan gaun pengantin. Gadis itu berjalan dengan begitu anggun.
Pihak keluarga sudah berkumpul baik dari mempelai wanita maupun mempelai pria. Sebentar lagi ijab Kabul akan segera di laksanakan. Tak terlalu banyak tamu undangan, hanya kerabat terdekat dan teman-teman Naresh saja yang hadir di acara itu.
Naresh tak henti-hentinya menatap Agrensi kagum, lelaki itu terpana pada kecantikan gadisnya.
"Udah Resh, jangan lama-lama liatin Agren nya!" Ledek Sarah saat menyadari gerak-gerik putranya.
"Apaan sih Bun!" Kilah Naresh.
Ijab Kabul akan segera berlangsung. Naresh dan Agrensi sudah duduk bersebelahan dan menghadap penghulu, ada rasa gugup dalam diri keduanya.
"Gimana, kita mulai sekarang?" Tanya sang penghulu.
Naresh mengangguk yakin, namun Agrensi terlihat belum siap dan mencoba mengatur nafasnya.
Naresh menjabah tangan penghulu itu lalu dengan rasa yakin serta percaya diri ia mengucapkan ijab Kabul dengan mantap.
"Saya terima nikah dan kawinnya, Agrensi Keziarin binti Bisma Mahendra dengan seperangkat alat sholat di bayar tunai," ujar Naresh yakin.
"Bagaimana para saksi, sah?"
Agrensi menunggu dengan dada berdebar.
"SAH!"
<<<•>>>
Naresh dan Agrensi sudah sah menjadi sepasang suami istri. Saat ini Agrensi sudah berada di rumah besar milik Naresh, sepertinya ia akan tinggal di rumah itu.
"Nah, ini kamar Naresh sekarang jadi kamar kamu juga!" Ujar Sarah, Agrensi mengangguk. "Untuk sementara waktu kalian berdua tinggal disini dulu, soalnya apartemen kamu sama Naresh masih perlu di perbaiki dan masih banyak barang-barang yang belum di susun jadi selama seminggu ini, kalian berdua tinggal di sini dulu!"
"Resh!" Panggil Sarah.
"Iya kenapa Bun?" Jawab Naresh.
"Bawain koper istri kamu, temenin dia istirahat. Agren pasti udah capek!" Ucap Sarah. "Kamar kamu gak lagi berantakan kan?"
Naresh terkekeh pelan, ia masih merasa janggal dengan sebutan dengan embel-embel 'istri' itu. "Bentar Bun, Naresh rapiin kamarnya bentar!"
"Bun?" Panggil Agrensi pelan.
"Kenapa sayang?"
"Boleh gak kalau malam ini Agren tidurnya di kamar Letta aja?" Tanya Agrensi takut-takut.
"Lo takut sama gue? Gue gak gigit kok, cuman nerkam aja!" Kata Naresh, langsung mendapat toyoran dari sang Bunda.
"Kamu gak nyaman tidur bareng Naresh?" Tanya Sarah, Agrensi spontan menggeleng. "Bukan gitu Bunda, tapi Agren cuman—"
"Udah Bunda paham, malam ini kamu boleh tidur bareng Letta!"
"Letta!" Panggil Sarah.
KAMU SEDANG MEMBACA
NARESH: HARI BERSAMAMU
Novela JuvenilNaresh Waller biasa di panggil Aresh oleh temannya. Lelaki tampan yang satu ini memiliki arti nama yang sama dengan kepribadiannya. Naresh yang berarti, lelaki jantan. Sedangkan Waller, memiliki arti pemimpin yang berani. Sesuai dengan arti namanya...
