"Ding.. bangun.."
"Hmm.." Jawab Gading masih sambil menutup matanya.
Gading dan Jingga akhirnya melangsungkan pernikahan mereka sebulan setelah Gading melamar Jingga.
Jingga dan Gading tidak ingin merayakan pernikahan mereka yang kedua ini secara besar-besaran, mereka hanya melaksanakan akad nikah di rumah Jingga dan dihadiri tidak lebih dari 20 orang tamu terdekat mereka.
Seminggu setelah menikah akhirnya mereka memutuskan untuk pergi honeymoon road trip ke Jogja dan Bali selama sebulan lamanya. Biar puas katanya.
"Kita mau kemana hari ini?" Tanya Jingga sambil mengambil HP nya di nakas sebelah kasurnya.
"Nggak mau kemana-mana ah" Jawab Gading sambil memeluk istrinya.
"Yah, rugi dong kalau nggak kemana-mana.. Cuaca Jogja lagi cerah banget nih" Ujar Jingga sambil melihat kearah jendela kamar hotelnya dengan Gading.
"Cerah sih cerah, panasnya gak nguatin" Jawab Gading yang masih memejamkan matanya.
"Kamu nggak mau ngecek Patio House yang di Jogja? Yuk kesanaa" Ajak Jingga.
"Perginya sorean aja ya, sekarang kita kelonan aja" Jawab Gading sambil mendekap tubuh istrinya dan kembali memejamkan matanya.
"Gadiiing, aku nggak bisa nafas" Ujar Jingga sambil menepuk tangan Gading.
"Yaudah kalau nggak bisa nafas, sini aku kasih nafas buatan" Jawab Gading sambil mengecup bibir istrinya sambil tersenyum.
"Aku baru sadar kamu tuh clingy banget ya ternyata, padahal pas awal ketemu dulu kamu dingin banget" Ujar Jingga.
"Aku juga heran kenapa aku gini, aku nggak pernah clingy, tapi sama kamu aku mau clingy terus" Jawab Gading.
"Dulu sama Tiara emang kamu nggak clingy?" Tanya Jingga.
"Tuh mulai deh, kan udah sepakat nggak bahas mantan" Ujar Gading.
"Iya-iya maaf.. Tapi aku penasaran aja dulu kamu sama Tiara pacarannya gimana" Tanya Jingga.
"Ck, males ah." Gading mendecak dan mengeluarkan wajah galaknya.
"Sekali ini aja deh, habis ini nggak bahas-bahas mantan lagi, janji" Ujar Jingga sambil mencium pipi Gading.
"Janji ya?" Ujar Gading.
"Janji bangettt" Jawab Jingga.
"Gimana yah, aku dulu pacaran sama Tiara nggak ada yang menarik yang bisa diceritain sih, nothing special, nggak seru kayak cerita-cerita pacaran orang lainnya" Jawab Gading.
"Dulu sering berantem nggak?" Tanya Jingga.
"Seringnya dulu Tiara bete gara-gara aku pasif banget, ya habisnya aku bingung nggak bisa romantis-romantisan" Jawab Gading.
"Cewek itu nggak butuh yang aktif banget kok, sekedar kasih perhatian kecil aja udah seneng" Jawab Jingga.
"Perhatian sih aku kasih lah, aku nemenin dia kalau lagi skripsian, aku sering bawain makanan kesukaan dia, aku download-in film dan series yang dia suka, banyak lah.. Tapi dia maunya tuh aku sering-sering chat dia, ngomong sayang ke dia, telfonan, gitu-gitu.. Aku nggak suka" Jawab Gading.
"Oh suami aku ini love language nya act of service yah ternyata.." Jawab Jingga sambil mengelus rambut Gading.
"Love language itu apa sih" Tanya Gading.
"Love language itu cara seseorang untuk menunjukkan atau menerima rasa sayangnya, tiap orang beda-beda.. Ada yang dari words of affirmation, physical touch, quality time, receiving gifts sama act of service" Jawab Jingga.

KAMU SEDANG MEMBACA
AMBER PATIO - COMPLETED
FanfictionJingga si baker yang idealis, independent, punya bakery shop sendiri tapi masih single di usia 30 tahun. Gading si penganut tidak percaya sama pernikahan, pemilik coffee shop hits di Jakarta Selatan. Tiba-tiba keduanya di pertemukan di sebuah perjod...