Jingga si baker yang idealis, independent, punya bakery shop sendiri tapi masih single di usia 30 tahun.
Gading si penganut tidak percaya sama pernikahan, pemilik coffee shop hits di Jakarta Selatan.
Tiba-tiba keduanya di pertemukan di sebuah perjod...
"Saya terima nikahnya Jingga Melati Atmaja Binti Anton Atmaja dengan mas kawin 25 gram emas dan seperangkat alat sholat dibayar tunai"
Tidak pernah terbesit di pikiran Jingga kalau hari ini datang juga, hari pernikahannya.
Pernikahan yang sederhana, hanya dihadiri oleh orang-orang terdekat. Hatinya terasa sesak namun juga lega melihat senyum bahagia sang Ayah yang begitu sumringah sambil menyalami para tamu yang hadir. Sudah lama ia tidak melihat Ayahnya tersenyum begitu bahagia. Mungkin memilih untuk menyetujui perjodohan adalah keputusan yang tepat untuknya.
Sambil menyalami para tamu yang hadir, Jingga masih terus tersenyum seolah ia juga turut berbahagia di hari pernikahannya ini selayaknya pengantin wanita yang baru di persunting. Mungkin di lubuk hatinya memang ada rasa ingin menikah suatu hari, namun bukan dengan pria asing di sebelahnya ini. Pria yang baru saja ia kenal selama 3 bulan, Gading Putra Winata.
Gading, si pria yang seumur hidupnya berikrar kalau ia tidak akan pernah menikah karena ia tidak percaya sama ikatan yang bernama pernikahan. Menurutnya pernikahan adalah hal yang bodoh yang dilakukan dua manusia yang dibutakan oleh cinta.
"Gading bahagia hidup sendiri mah" Ujarnya setiap kali sang Mama tidak pernah lelah menyuruhnya untuk menikah. Gading punya 1001 alasan untuk menolak permintaan Mamanya untuk segera menikah. Tapi saat ini, detik ini ia sedang berada diatas pelaminan bersama seorang wanita yang baru 3 bulan ia kenal, Jingga Melati Atmaja. Ia sangat hapal nama lengkap wanita di sampingnya ini karena semalaman ia menghafalkan ijab kabul. Tidak pernah terlintas di benak Gading kalau akhirnya ia akan mengucapkan ijab kabul.
Pernikahan Jingga dan Gading ini hanya sebuah bentuk pengorbanan bagi mereka, pengorbanan untuk membahagiakan orang yang mereka sayangi. Orang tua.
Pernikahan sudah terjadi, selanjutnya mereka hanya bisa menjalani takdir yang sudah terjadi, mencoba untuk beradaptasi, di satu atap yang sama, dari malam hingga malam lagi, dari Rabu hingga Rabu lagi.
---To Be Continued---
Terinspirasi dari lagu Tulus - Adaptasi
SUGA as Gading Putra Winata
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Wendy as Jingga Melati Atmadja
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.