33 / Bad News

3.4K 483 88
                                        

Sebelum baca, vote dulu.
Komen yang banyak juseyoo.

Setelah baca.. jangan hujat aku, plis :'

~JENTAKA~

Jay menutup laptop di hadapannya dan melihat arloji di tangannya. Sekarang sudah pukul tujuh malam, tetapi Jungwon belum terlihat sama sekali batang hidungnya.

Jay keluar dari ruangan kerjanya dan duduk di sofa, dia menelfon nomor ponsel Jungwon dan langsung terangkat dalam beberapa detik. Terpampang jelas wajah Jungwon yang sedang tersenyum ke arahnya, Jay membalasnya dengan tatapan datar.

"Kamu udah sampe mana? Aku nggak mau tau, kamu harus pulang sekarang."

Dia cemas, apalagi setelah kemarin insiden teror kue isi pecahan kaca untuk Jungwon. Tapi mengekang Jungwon di rumah juga bukanlah opsi terbaik, Jungwon harus bisa menemukan suasana baru dan melupakan kejadian kemarin.

"Iya, aku udah di jalan kok."

Jay memicingkan matanya, memang benar Jungwon terlihat sedang ada di mobil. Istrinya itu terkikik dari tempatnya, mungkin dia menertawakan wajah Jay yang terlihat lucu jika sedang khawatir.

"Bener?" tanya Jay memastikan. Jungwon mengangguk dan membalik kamera ponselnya guna memperlihatkan seisi mobil yang ditumpanginya.

"Bilang ke supirnya, kecepatan mobil jangan sampe lebih dari 40km/jam," pesan Jay tegas.

"Iyaa, Papa Jay.."

Jay menutup sebentar kamera ponselnya dengan jari. Sial, nada Jungwon memanggilnya dengan sebutan 'Papa' sangat manis, itu tidak baik untuk perannya yang tsundere.

"Jangan matiin telfonnya sampai kamu pulang dengan keadaan utuh."

Jay berkata serius, dia tidak berbohong kalau perasaannya tidak enak sejak tadi. Mengerjakan pekerjaan kantor saja dia tidak fokus, bahkan Jay sama sekali tidak perduli kalau besok dia akan masuk sekolah.

"Ini mobil di depan kenapa, ya?"

Jay masuk kembali ke dalam ruang kerjanya. Dia menyandarkan ponselnya di meja sembari membuka kembali laptopnya. Setidaknya dia tenang karena Jungwon sedang menelfonnya, tidak seperti tadi.

"Pak, coba nyalain sen kanan."

Jay mendengar suara Jungwon, meski samar. Dia jadi penasaran ada apa sampai Jungwon terlihat panik seperti itu.

Ckittt..
Bruk!

"Hei, Jungwon!" Jay berteriak, tapi panggilan itu terlebih dulu mati. Layar sempat menampilkan hitam seluruhnya, sebelum panggilan video itu terputus.

Jay dengan panik kembali menelfon berulang-ulang, kendati demikian tidak mengurangi rasa cemasnya karena tak satu pun diangkat atau setidaknya tersambung ke ponsel Jungwon.

"Jaemin.. Ayo angkat telfonnya!"

Jay mengitari seisi ruang, sambil menelfon Jaemin. Dia mulai menarik nafas dan berusaha tidak terlalu panik, Jaemin pasti akan mengabarinya jika terjadi sesuatu dengan Jungwon, tinggal tunggu saja dan--

Drrrtt...

Jaemin

Jay langsung menggeser ikon hijau dan menempelkan ponselnya di telinga. Untungnya Jaemin menelfon di saat yang tepat, Jay sedang kelewat khawatir dengan Jungwon.

"Halo, Jaemin. Tadi gue denger suara rem dadakan terus tiba-tiba telfonan gue sama Jungwon mati. Sebenernya kalian kenapa?" Jay mencecar Jaemin dengan rentetan pertanyaan.

Jentaka ; Jaywon (✓) Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang