Chapter keempat, w-woah..
Sekedar mengingatkan, chapter ini masih diisi oleh keuwuan.
~JENTAKA~
Pagi hari di kediaman keluarga Artabagus yang biasanya diisikan keheningan dan ketenangan, tiba-tiba terasa seperti acara peringatan hari kemerdekaan Indonesia. Begitu ramai dengan berbagai suara dari penjuru ruang, teriakan pun tidak luput dari pendengaran Jungwon sejak keluar dari kamar beberapa menit lalu.
Jungwon terpaku sambil memegang perutnya. Dia melihat tiga orang asing yang sama sekali tidak dikenalnya. Mereka terlihat sangat rapih, Jungwon menebak kalau yang datang adalah sepasang kekasih. Apa ini teman bisnis Jay?
Tapi mereka membawa satu anak kecil kisaran umur 2-3 tahun yang sangat menggemaskan. Jungwon saja tidak tahan untuk mencubit pipi gempal anak kecil yang sedang merengek di salah satu kaki orang asing itu.
"Ino nda mawuu, buda nda tayan ino hueee!"
(Mino nggak mau, bunda nggak sayang Mino huee!)
Jungwon bimbang, tadinya dia berniat ke dapur untuk membuat susu hamil, tapi dia harus melewati mereka jika ingin pergi ke dapur. Itu sangat tidak sopan, jadi Jungwon memilih untuk masuk lagi ke dalam kamar sampai mereka semua sudah pergi.
"Jungwon!"
Jungwon memejamkan matanya saat suara Jay memanggilnya dari belakang. Tidak bisakah Jay mengerti kalau Jungwon sedang malas bertemu orang lain?
Dengan sangat terpaksa Jungwon membalikkan tubuhnya dan menampilkan senyuman palsunya pada semua orang yang ada di sana.
"Itu istri kamu, Jay?"
Satu orang di antara mereka bertanya pada Jay. Lelaki itu menjawab dengan anggukan, lalu melambaikan tangan agar Jungwon mendekat ke arah mereka.
"Kenalin aku Jaemin, saudara jauh Jay. Panggil aja Kak Nana!"
Orang itu mengulurkan tangan ramah, Jungwon membalasnya dengan senyuman.
"Jungwon, Kak."
"Ahhh, gemasnya!!" Jaemin mengapit wajah Jungwon dengan kedua tangannya. Dia memainkan pipi Jungwon sampai membuat bibir Jungwon seperti ikan.
"Lwepwashwin, khwak."
(Lepasin, Kak.)
Jaemin melepas tangannya dari pipi Jungwon dan berganti meremas tangan suaminya. Jeno menoleh ke arah Jaemin yang tampak senang sekali melihat Jungwon. Padahal pemuda hamil itu hanya tampil ala kadarnya dengan kimono mandi yang lebih mirip daster di tubuhnya.
"Jeno, suami Jaemin. Maafin Jaemin, ya, dia emang gitu kalo liat yang gemes-gemes," ujar Jeno pada Jungwon.
Jungwon memaklumi tindakan Jaemin, dia tidak keberatan, kok. Dia malah senang kalau ada yang menganggap keberadaannya. Menjadi bayangan di keluarga ini benar-benar menguras tenaga.
Jaemin menyeretnya agar duduk di sofa, Jungwon sudah menolak dengan alasan dia masih mengenakan baju mandi dan jauh dari kata rapih. Tapi Jaemin tidak perduli, dia tetap memaksa Jungwon bergabung dengan mereka.
"Wah ... Perut Jungwon udah besar banget, berapa bulan?" tanya Jaemin menyentuh perut Jungwon.
"Baru masuk tujuh bulan, Kak."
"Berarti udah selesai dong morning sickness-nya?"
"Iya, udah dari bulan lalu," jawab Jungwon ramah.
"Jadi, ini kalian bener mau nitip Mino di sini?" Jay menginterupsi perbincangan sepihak antara Jungwon dan Jaemin.
Jaemin serta Jeno lansung menaruh perhatian seluruhnya pada Jay. Mereka mengangguk secara bersamaan dan mendorong sedikit tubuh anak mereka agar mendekati Jay.
KAMU SEDANG MEMBACA
Jentaka ; Jaywon (✓)
Fanfiction"Denger, ya. Gue cuma mau anak itu yang mati, bukan lo." *** Jungwon Baskara, siswa kelas 2 SMA, anggota ekskul taekwondo yang mumpuni dari segi kepintaran, juga merupakan murid beasiswa. Sebuah kejadian saat acara study tour membuatnya terancam dik...
