Thanks 24 ribu pembacanya!
Vote dan komen jangan lupa..
Cubangett dari kemarin lusa banyak yang kepencet follow, terus di unfollow lagi xixi.
~JENTAKA~
Sekarang usia Jean sudah menginjak tiga bulan. Jungwon dan Jay menjadi orang tua siaga yang tanggap jika Jean membutuhkan sesuatu atau menangis di malam hari. Biasanya jika itu tengah malam yang akan mengurusnya adalah Jay. Jika pagi sampai sore hari, dimana Jay masih sekolah. Jungwon yang akan memastikan Jean baik-baik saja.
"Kenapa sayang? Kamu mau berbalik?"
Jungwon menahan tubuh Jean yang bergerak tidak nyaman ke samping kanan. Saat dibetulkan justru anaknya itu menangis dengan kencang, jadi Jungwon mengangkat tangannya dan membiarkan Jean melakukan apapun yang dia mau. Wataknya keras, seperti Jay.
Tepat saat Jean berhasil memiringkan tubuhnya, dia juga bisa membalik tubuhnya sampai tengkurap. Jean mendongakkan kepalanya untuk melihat Jungwon dan tersenyum memamerkan gusinya yang belum tumbuh gigi.
Jungwon memekik gemas dan mengarahkan Jean sebagai objek foto. Dia melakukannya beberapa kali dan mengirim foto itu ke Jay. Dia akan memberitahu suaminya kalau Jean sudah bisa membalik tubuhnya sendiri, satu langkah lagi sebelum merangkak.
You
[ a photo ]
Anak kamu udah berbalik, yeayy!
Setelah mengirim foto itu pada Jay, Jungwon kembali membetulkan posisi Jean dengan terlentang. Dia mengangkat sedikit kepala Jean untuk menyelipkan bantal bayi dengan perlahan.
Tadi pagi mereka berdua sehabis berjemur di halaman belakang rumah. Jean juga sudah mulai terbiasa dengan terik matahari, tidak seperti awal-awal berjemur dulu yang sangat-sangat rewel.
"Tiga jam lagi Papa pulang, nanti Jean kasih tau Papa kalau sudah bisa tengkurap, ya?"
"Haafufffttrr." Jean justru membuat suara-suara aneh dengan memajukan bibirnya. Air liur berhamburan kemana-mana.
"Kamu lagi Mama ajak ngomong malah buat hujan lokal," sungut Jungwon mengelap pipi serta leher Jean dengan tissu steril.
Jean terdiam. Lebih tepatnya hanya mulutnya yang diam, sedangkan tangannya tidak bisa diam bergerak acak. Dia tidak nyaman mengenakan sarung tangan, itu sebabnya Jean berusaha melepaskan sarung tangannya dengan menggerakkan tangan kesana-kemari.
"Aduh.." Jungwon memegangi wajahnya yang baru saja dilempari sarung tangan anaknya sendiri.
Jean justru tertawa melihat ekspresi kesal Jungwon, dia menggerakkan tangannya karena senang akhirnya sarung tangan itu terlepas. Jean memasukan jarinya ke dalam mulut dan mulai mengemut jarinya sendiri.
"Nggak boleh, sayang.. Lapar? Mau susu lagi?"
Jungwon dengan inisiatif menggendong Jean kembali pada box bayinya. Jean sudah tidur di kamar sebelah yang dihubungkan oleh pintu. Saat diletakkan pada box bayi, Jean justru menangis tanpa henti. Jungwon mengambilnya lagi dan Jean masih saja menangis, itu membuat Jungwon bingung harus melakukan apa agar anaknya diam.
"Mau apa? Mama buatin susu, ya?"
Jean menduselkan wajahnya di dada Jungwon, tangannya tidak bisa diam memainkan kancing kemeja Jungwon. Dilihat dari gelagatnya, sepertinya Jean ingin menyusu dari dada Jungwon sendiri.
"Nggak bisa, Jean. Mama nggak punya susu, kamu minum susu di botol aja, oke?" Jungwon kewalahan. Jean menangis lagi, kali ini lebih kencang dari sebelumnya. Tangisan Jean sampai mengundang Bi Yuni yang membuka pintu kamar karena panik.
KAMU SEDANG MEMBACA
Jentaka ; Jaywon (✓)
Fanfiction"Denger, ya. Gue cuma mau anak itu yang mati, bukan lo." *** Jungwon Baskara, siswa kelas 2 SMA, anggota ekskul taekwondo yang mumpuni dari segi kepintaran, juga merupakan murid beasiswa. Sebuah kejadian saat acara study tour membuatnya terancam dik...
