Kalian kelahiran tahun berapa sih? Aku kok ngerasanya semua manggil aku 'Kak'
Padahal aku masih muda ಥ‿ಥ
~JENTAKA~
Mau tahu sekarang mereka ada di mana?
Pasar swalayan, dan Jay bersumpah kalau ini pertama kalinya dia menginjakkan kaki di tempat seperti ini. Biasanya Jay hanya menerima beres karena segala keperluan sudah dibeli oleh para asisten rumah tangga.
Dia tidak bisa menolak permintaan Jungwon karena pemuda itu mengancam akan mengadu pada Papanya kalau Jay tidak pernah menuruti kemauannya semenjak hamil.
Jay mendorong troli dengan perasaan campur aduk, tidak mungkin dia cemberut selama Jungwon belanja. Jadi, dia hanya tersenyum palsu sambil menjawab beberapa pertanyaan yang dilontarkan Jungwon saat memilih buah atau barang.
"Jay aku mau buah mangga, tapi aku juga mau nanas."
Jay menahan tangan Jungwon yang ingin mengambil buah nanas dan memasukannya ke dalam keranjang buah. Jungwon itu tidak tahu atau sengaja?
"Lo gila? Nanas bisa bikin lo kontraksi dan ngelahirin sebelum waktunya." Jay menekankan perkataannya.
Jungwon langsung menaruh nanas yang sempat diambilnya. Kenapa dia bisa lupa akan hal itu? Padahal sudah jelas dia pernah membaca di halaman pertama buku panduan ibu hamil yang dimilikinya kalau nanas adalah salah satu buah yang harus dihindari ketika hamil.
"Maaf, aku lupa.." Jungwon menundukkan kepalanya.
Jay menghela nafas dan mencoba memaklumi tindakan Jungwon. Dia mendekat dan mengambil keranjang buah Jungwon. Jay mengambilkan buah alpukat, stroberi, dan mangga untuk pemuda hamil itu.
"Mau beli apalagi?"
Jay menaruh keranjang buah itu pada troli, dia menoleh ke arah Jungwon yang sedang mengelus dan berbicara pada anaknya.
"Katanya dia mau makan mie instan." Jungwon mengada-ada, padahal dia yang ingin makan mie.
Jay menghentikan dorongannya pada troli dan menggeleng pada Jungwon.
"Nggak boleh."
Jungwon berlari kecil dan menarik baju Jay. "T-tapi itu buat aku kalau lapar malam-malam, Jay.."
"Kalo gue bilang nggak, ya, nggak!" Jay menegaskan kembali ucapannya. Dia justru mendorong troli ke lorong roti dan selai.
"Jay, hiks."
Jay langsung mendekap Jungwon pada pelukan untuk meredam suara isakan. Sekali lagi dia harus mengalah pada Jungwon, menyebalkan sekali!
"Iya, boleh. Tapi jangan banyak-banyak, ya?"
Jungwon melepas pelukan Jay dan mengelap air matanya.
"Benar? Kalau aku ambil sepuluh, boleh?" Jungwon menatap Jay berbinar.
"Dua aja." Percayalah Jay tidak terbiasa menahan emosi, tapi hari ini dia banyak melakukannya untuk Jungwon.
"Tiga?" Jungwon menawar.
"Oke, tiga. Abis itu kita langsung pulang." Putus Jay final.
Jungwon tersenyum lebar dan berbelok pada lorong mie, dia mengambil tiga mie instan dengan varian rasa yang berbeda. Rindu juga memakan makanan instan seperti ini, sudah tiga bulan--karena dia baru menikah dengan Jay saat mengandung 1 bulan-- Jungwon hanya memakan makanan empat sehat lima sempurna.
"Udah?" Jay bertanya saat menyusul Jungwon ke lorong mie.
Jungwon mengangguk, dia menaruh mie itu ke dalam troli. Jungwon tampak berfikir sebentar, mengingat apa yang belum sempat dia beli.
KAMU SEDANG MEMBACA
Jentaka ; Jaywon (✓)
Fanfiction"Denger, ya. Gue cuma mau anak itu yang mati, bukan lo." *** Jungwon Baskara, siswa kelas 2 SMA, anggota ekskul taekwondo yang mumpuni dari segi kepintaran, juga merupakan murid beasiswa. Sebuah kejadian saat acara study tour membuatnya terancam dik...
