42 / Daddy

3.5K 420 95
                                        

Thanks 23k pembacanya!
Sebelum baca, jangan lupa pencet vote dan komen.

Salpok judul? Ga ada mature-mature, tobat :)

~JENTAKA~

Setelah enam hari di rumah sakit, akhirnya Jungwon kembali menapaki kakinya ke kediaman keluarga Jay. Kondisinya sudah pulih secara fisik, maupun mental. Tidak betah rasanya menghirup aroma obat-obatan, sudah cukup enam hari dia bertahan.

Dia sudah bisa berjalan, meski sedikit lebih pelan daripada yang normal. Jay masih ada di mobil, mungkin sebentar lagi menyusul. Jay yang akan membawa anak mereka ke dalam rumah.

Di hari ke-tiga, mendadak kondisi Jean agak drop sehingga harus dibantu alat bantu pernafasan dan terus di tempatkan dalam inkubator. Hingga akhirnya.. Jean sekarang sudah diizinkan pulang karena kondisinya sudah normal seperti bayi-bayi lainnya.

"Jungwon pulang.. Aaaaa!"

Confetti berterbangan di sekelilingnya, Jungwon terkejut karena seluruh penghuni rumah ini, mulai dari asisten rumah tangga sampai tukang kebun. Berkumpul di ruang tamu sembari tersenyum lebar.

"Den Jungwon sudah pulang! Anaknya mana Den? Bibi mau liat gantengnya itu.." Bi Yuni celingukan mencari keberadaan Jean, anak Jungwon.

"Dibawa Jay, sebentar lagi juga ma-"

"Kenapa ini, kok berantakan banget?"

Jay tiba-tiba sudah ada di sebelah Jungwon. Dia menggendong bantalan lemak yang sedang tertidur, dari jauh sama sekali tidak terlihat kalau yang digendongnya adalah anak bayi. Di sampingnya ada Yoongi yang juga ikut bingung dengan keramaian di rumahnya.

"Ini, semuanya bikin kejutan gitu buat kedatangan Jean. Lucu banget, mereka sampe pakai confetti."

Jay yang tadinya terlihat marah, lantas mengubah mimik wajahnya menjadi ramah. Dia mengucapkan terimakasih, lalu mengajak Jungwon masuk ke ruang tamu.

Yoongi juga ikut membantu, dalam artian selalu menyuruh Jay melakukan ini-itu untuk cucunya. Juga termasuk jika Jay salah cara dalam menggendong Jean, pasti Yoongi akan memarahinya dan mengatakan jika Jay harus lebih banyak belajar menjadi Ayah.

Jay meletakkan Jean dengan posisi senyaman mungkin, dia membuka selimut tebal yang menutupi tubuh Jean. Sehingga orang-orang di sana dapat melihat wajah anaknya yang terlelap.

"Subhanallah, kasep pisan euy!"

"Aduhh, cah bagus.."

"Pipinya itu loh, bulat!"

Jay dan dan Jungwon mengawasi dari dekat interaksi antara penghuni rumah ini dan anaknya yang hanya mengerjapkan matanya bingung. Mungkin dia merasa asing dengan suasana seramai ini.

"Jay, aku minta tolong buatin susu Jean. Kayaknya dia lapar deh." Jungwon meminta tolong pada Jay.

"Jay, cepetan!" Yoongi berteriak, ikut membantu Jungwon. Jay segera membawa botol susu yang sudah terisi dan memberikannya pada Jungwon.

Jungwon menyodorkan susu itu ke mulut anaknya, yang disambut dengan baik karena memang anaknya sedang lapar. Jungwon memegangi botol itu selama Jean menyesap isinya hingga habis seluruhnya.

"Jean anak pintar, sini Mama gendong dulu."

Jungwon mengangkat Jean perlahan lalu menempatkan anaknya di atas satu tangannya. Jungwon mengelus-elus punggung Jean lembut untuk membantu anaknya bersendawa.

"Pintarnya.."

Jay membantu Jungwon membalik tubuh Jean agar menghadap ke arah Ibunya. Dia menjahili Jean dengan menempelkan jarinya ke mulut anaknya yang menguap.

Jentaka ; Jaywon (✓) Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang