13 / Turnament

4.2K 571 52
                                        

Sebelum baca, jangan lupa vote dulu.

~JENTAKA~

Jungwon meremas hasil ulangan minggu kemarin yang baru dibagikan hari ini. Memang nilainya diatas kriteria ketuntasan minimum, tapi ini sedikit turun dari pada semester sebelumnya.

Jungwon sedikit menyesal waktu itu mengerjakan soal terburu-buru karena khawatir dengan Jay, lelaki itu bahkan sampai sekarang enggan berbicara dengannya. Jay sekarang tidur di kamar lain yang juga ada di lantai bawah, kalau boleh jujur Jungwon ingin dipeluk oleh Jay. Ralat, anaknya yang ingin, bukan dia.

Sepulang sekolah nanti, Jungwon ingin bicara pada Jay. Intinya hari ini mereka harus berbaikan!

Hari ini mereka dibebaskan dari tugas, free class karena guru-guru sedang mengadakan rapat, tapi dengan syarat harus tetap pada lingkungan sekolah. Tentu momen ini tidak dilewatkan oleh anak kelasnya, mereka menyerbu kantin dan lapangan basket. Kelas dibiarkan kosong begitu saja, penghuninya sedang sibuk di lantai dasar.

Mereka berkerumun di sekeliling lapangan basket. Itu karena akan ada pertandingan antara anak IPA dan IPS, biasanya pertandingan ini digelar setiap pembagian nilai.

Ada beberapa yang membuat spanduk dengan bahan apa adanya, menggunakan seragam contohnya. Jungwon melihat ada beberapa anak IPS yang menatapnya intens. Dia tidak mengerti apa salah dari dirinya hingga ditatap seperti itu.

Jungwon berusaha menghindari tatapan mereka dengan menjauh dari kerumunan suporter. Mungkin lebih baik Jungwon pergi ke kantin saja, memakan bakso dengan sambal sepuluh sendok terdengar menggiurkan.

"Jungwon!"

Jungwon mengumpat dalam hati, kenapa Heeseung harus memanggilnya dengan berteriak? Sontak seluruh atensi pemain dan suporter teralih pada mereka berdua, ini tidak baik. Jungwon harus segera pergi sebelum anak IPS menuduhnya yang macam-macam.

Heeseung berlari mendekati Jungwon. Dia merangkul Jungwon atau lebih tepatnya menyeret Jungwon menuju tribun. Ada beberapa yang bahkan memotret kedekatan mereka, tentu saja untuk dimasukkan dalam akun gosip sekolah.

Mungkin captionnya begini.
"Heeseung si anak berandal IPS ternyata berpacaran dengan Jungwon, atlet taekwondo dari kelas IPA yang terkenal polos."

Astaga, tenggelamkan Jungwon sekarang.

"Lo duduk sini, walaupun lo dukung anak IPA tapi nggak apa-apa. Yang penting lo nonton sampe selesai, oke?"

Heeseung mengacak rambut Jungwon sebentar, kemudian dia berlari menjauhi Jungwon menuju lapangan.

Jungwon menyipitkan matanya, cahaya matahari sangat silau dari sini. Sekarang tengah hari, jadi wajar saja kalau matahari sedang terik-teriknya.

"AYOO IPA PASTI MENANG!"

"IPS LAH CUG, AYO KALIAN SEMANGAT!!"

Jungwon menutup telinganya, teriakan para murid itu terasa berdengung dan berputar dalam kepalanya. Kepalanya terasa berdenyut nyeri, Jungwon memejamkan mata saking peningnya.

"Jungwon, lo kenapa?" Ada teman sekelasnya yang duduk di sampingnya, beberapa anak langsung memperhatikan mereka.

"Kepalaku pusing.." ujar Jungwon lirih.

Bruk!

Teman sekelasnya itu reflek menahan tubuh Jungwon agar tidak terjerembab ke lantai sedimen. Dia meminta bantuan anak sekelasnya yang lain untuk membopong tubuh Jungwon ke tepian lapangan yang teduh.

"Jungwon!"

Heeseung panik, dia keluar dari lapangan untuk menerobos kerumunan di sekitar Jungwon.

"Heeseung, lo jangan seenaknya keluar lapangan!" Teman satu tim Heeseung berteriak.

"JEDA DULU SEBENTAR, ANJING."

"Jeda dulu, bro." Mereka semua sepakat untuk menjeda pertandingan sebentar.

Jay berjalan ke arah tepian lapangan dan mengambil sebotol air mineral dari dalam kardus yang disediakan. Dia ikut menerobos kerumunan untuk melihat Jungwon.

Heeseung sibuk menepuk pipi Jungwon dan membaluri leher Jungwon dengan minyak kayu putih.

"Lo mau bikin Jungwon celaka apa gimana?" Jay menepis kasar tangan Heeseung yang ingin membaluri minyak kayu putih di kening Jungwon.

"Heh, udah lo semua bubar! Orang pingsan aja diliatin, balik ke tempat masing-masing!" Jay berujar pada seluruh siswa yang berkerumun.

Mereka meninggalkan Heeseung, Jay dan Jungwon di tepian lapangan. Jay menempatkan tangan di bawah kepala dan lutut Jungwon, dia menggendong Jungwon ala bridal.

"Gue ikut." kata Heeseung mengekori Jay.

"Nggak usah, sana lo balik ke lapangan. Biar gue aja yang bawa Jungwon ke UKS, dijamin selamat sampai tujuan."

"Tapi—"

"Nggak bakal gue perkaos, jing."

Heeseung menghela, dia akhirnya kembali ke lapangan dan membiarkan Jay yang membawa Jungwon ke UKS.

Di tengah jalan Jay memberhentikan seseorang. "Lo gantiin gue di lapangan, jangan sampe kalah, Haruto!"

"Serius lo?"

"Ck, cepetan! Kasian yang lain udah pada nunggu." Jay mengulang lagi perkataannya. Dia segera melanjutkan langkah ke UKS dengan agak tergesa.

Dia membaringkan Jungwon ke atas ranjang UKS yang dingin, Jay bahkan membukakan sepatu Jungwon dan mengganjal kaki Jungwon dengan dua buah bantal agar lebih tinggi.

Jay mengambil sapu tangan dari dalam rak lemari. Dia mengelap sisa minyak kayu putih yang ada pada leher Jungwon, biar terkesan cuek dia tahu kalau Jungwon akan mual jika mencium bau minyak kayu putih. Jay menaruh sapu tangan itu di atas meja, dia menyeret bangku ke dekat ranjang dan duduk di atasnya.

"Dasar bego." Jay mengelus kening Jungwon dengan telapak tangannya. "Udah tau lagi hamil, masih aja ikut panas-panasan. Pingsan lagi, 'kan?" ucapnya.

Dia menopang dagu dengan tangan, lalu melihat setiap inci kulit wajah Jungwon. Mata lentik yang tertutup indah, serta bibir ranum yang pernah ia rasakan sebelumnya. Semua itu membuatnya tergila-gila, tapi sayang dia terlalu pecundang untuk sekedar mengucapkan maaf karena sudah menghancurkan masa depan pemuda itu.

Jay dengan ragu mengarahkan tangannya untuk mengelus perut Jungwon dari dalam seragam olahraga yang Jungwon kenakan. Dia menggerakkan tangannya perlahan, membuat elusan lembut yang tidak pernah ia berikan saat Jungwon sadar.

Yap, diam-dian Jay selalu menyempatkan diri mengelus perut Jungwon saat pemuda itu tertidur. Itu rutinitas yang baru dia lakukan dua minggu terakhir, entah dorongan dari mana.

"Umh.."

Jay menarik tangannya dan berpura-pura memainkan ponsel. Jungwon membuka matanya dan melihat Jay yang sedang menunggunya di dalam UKS.

"J-Jay?"

"Bego." Jay berujar sinis.

Jungwon menatap Jay heran, apa maksudnya?

"Lo itu bego. Udah tau lagi hamil masih aja ikut-ikutan nonton, ujung-ujungnya nyusahin gue lagi!" Jay tidak mengalihkan pandangan dari ponselnya.

"Maaf." Jungwon mengaku salah, harusnya dia bisa menghindari kejadian ini.

"Cuih, jangan-jangan lo sengaja pengen gugurin anak itu. Lo nyesel nikah sama gue, terus mau nikah sama Hesa, iya kan?"

~JENTAKA~

Jentaka ; Jaywon (✓) Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang