Sebelum baca, vote dan komen dulu.
~JENTAKA~
"Siswa-siswi dengan IPK tertinggi adalah Mark Sanu Jenggala dengan rata-rata nilai 89 dan Giselle Putri Haditya dengan rata-rata nilai 86. Ber--"
"MARK SAYANGGG, SELAMAT!"
Belum sempat kepala sekolah menyelesaikan perkataanya, tapi lebih dulu disela oleh teriakan para siswi yang merupakan penggemar bule-potan itu.
Demikian acara mulai satu persatu dilewati pada siang yang lumayan terik di bawah guyuran sinar matahari. Jay sudah dipastikan lulus, dia mendapatkan peringkat ke-sembilan untuk nilai tertinggi di kelasnya. Jay berencana akan memamerkan ini ke Jungwon dan akan menepati janjinya yang ingin mengumbar pernikahan mereka ke publik.
"Ayo nangis, Mama mau buat wajah kamu jadi stiker di grup keluarga."
Jay buru-buru mengelap sudut matanya yang berair, enak saja wajah tampannya dijadikan stiker. Mamanya itu ada-ada saja, sepertinya dia senang sekali menistakan anaknya sendiri.
"Jungwon sama Jean mana?"
"Malas dia, ngapain juga dia datang ke acara panas-panasan begini. Kasihan anak kamu kepanasan nanti sakit."
Jay menoleh ke arah belakang dan menemukan beberapa awak media yang sedang meliput keseharian dirinya. Mamanya itu benar-benar, sudah dibilang tidak perlu datang ke acara kelulusannya, tapi Mamanya itu justru datang. Sekarang anak-anak lain jadi tahu kalau dia adalah anak dari pengusaha sukses yang hartanya tidak akan habis 7 generasi.
Sebagian ada yang minder dan tidak menyapa Jay lagi, dan sebagian lainnya menjadi sok kenal dengan dirinya. Para perempuan saling berbisik tentang keluarga Jay, mereka memotret Jay serta Yoongi secara diam-diam untuk diposting ke akun instagram mereka, siapa tahu followers mereka akan bertambah.
"Ini acaranya udah selesai, 'kan?" Yoongi tidak kuat dengan matahari yang menyengat.
"Udah, kok. Kalau kita mau pulang boleh, aku mau ajak Jungwon sama Jean jalan-jalan." Jay memang berniat tidak menutup-nutupi lagi hubungan mereka pada publik.
"Habis ini kamu akan sibuk ngurus cabang perusahaan di Jakarta. Mama minta kamu juga harus luangin waktu untuk Jungwon serta anak kamu. Sebentar lagi Jean ulang tahun, 'kan? Mama ada rencana ajak dia ke Belanda," ujar Yoongi menggandeng tangan Jay keluar dari area panggung.
"Pokoknya, Jay cuma minta sama Mama. Jangan libatin Jean masalah perusahaan sampai dia cukup umur, Jay itu mau Jean jalanin masa anak-anak dia dengan sewajarnya." Sebagai seorang ayah, Jay ingin anaknya mendapatkan yang terbaik.
Jalan mereka diblokade oleh segerombolan wartawan yang membawa mic serta kamera yang mengarah pada mereka berdua. Tombol shutter ditekan beberapa kali, disusul cahaya flash yang saling berebut di sekitar.
"Boleh minta waktunya sebentar? Kalau kami boleh tau, kenapa anak anda dipindahkan ke sekolah biasa seperti ini?" pertanyaan itu dilayangkan untuk Yoongi.
"Apa ada masalah atau skandal yang kalian tutup-tutupi?"
"Media sedang disuguhkan dengan berita MBA yang melibatkan anak anda, Jay. Apa itu semua fakta?"
"Tolong klarifikasinya tentang hal tersebut."
"Nanti saya jawab satu persatu, sekarang biarkan kami lewat!" Jay menunduk dan membetulkan letak masker hitam di wajahnya.
"Sebentar saja, Pak. Ayo jawab pertanyaan kami, ini sangat penting."
Jay merotasi mata malas dan membukakan pintu mobil untuk Yoongi, Jay ikut masuk ke dalam dan tidak menjawab pertanyaan dari para wartawan yang mengetuk-ngetuk kaca mobilnya. Bisa dia lihat juga, ada Haechan serta Mark yang dihadang oleh wartawan yang ingin mengorek informasi tentang dirinya.
KAMU SEDANG MEMBACA
Jentaka ; Jaywon (✓)
Fan-Fiction"Denger, ya. Gue cuma mau anak itu yang mati, bukan lo." *** Jungwon Baskara, siswa kelas 2 SMA, anggota ekskul taekwondo yang mumpuni dari segi kepintaran, juga merupakan murid beasiswa. Sebuah kejadian saat acara study tour membuatnya terancam dik...
