16 / Canteen

4.7K 552 46
                                        

Feliz navidad!

Ada saran cerita SungWon?

~JENTAKA~

"Jungwon, ayo cepetan!"

Jay berteriak dari garasi, Jungwon sedang duduk untuk mengikat tali sepatunya. Dia menoleh dan memberi tanda dengan tangannya kalau sebentar lagi dia akan menyusul. Jay yang tidak sabaran langsung mendekat berjongkok di depan Jungwon.

Jay mengikat tali sepatu Jungwon dan membetulkan kaus kaki Jungwon yang miring sebelah.

"Cepetan, nanti telat." Dia berjalan mendahului Jungwon dan masuk ke dalam mobilnya.

Jungwon teringat sesuatu, dia langsung berlari ke dalam dan mengambil sebuah buku panduan ibu hamil yang sudah ia tutupi dengan sampul coklat polos. Jungwon menenteng buku itu dan berlari masuk ke mobil Jay.

Jungwon memakai sabuk pengaman, dia tersenyum ke arah Jay memamerkan giginya yang putih.

"Ayo berangkat!" Jungwon menginterupsi keheningan di dalam mobil.

Jay menggelengkan kepalanya melihat tingkah Jungwon yang sedikit kekanakan. Dia menginjak pedal gas, security di rumah itu lansung membukakan gerbang untuk jalan mobil Jay keluar. Mobilnya menjauhi pekarangan rumah, Jay melirik ke spion untuk memutar arah.

"Jangan dibiasain lari kayak gitu," kata Jay tiba-tiba.

"Kenapa?"

"Kasian anak lo di dalem gempa bumi." Jay terkekeh di akhir kalimatnya. Entah ucapannya lucu atau tidak, karena memang niatnya bukan untuk melawak.

"Maaf." Jungwon berujar singkat, lalu mengelus perutnya yang sekarang sudah masuk bulan ketiga.

Pipinya semakin berisi karena bawaan bayi, bahkan berat badannya saja sudah naik empat kilogram semenjak hamil. Jungwon sering berkaca di cermin dan sesekali mirror selfie dengan perut yang sengaja diperlihatkan.

Bahkan, Jungwon sudah merengek pada Jay ingin dibelikan kamera polaroid yang bisa langsung cetak fotonya, hihi!

"Kameranya kapan sampai, Jay?"

Dari sekian banyaknya opsi topik pembicaraan, Jungwon hanga memilih untuk menanyakan pesanannya sendiri.

"Nanti sore, mungkin?" Jay menjawab sambil menurunkan laju kendaraan.

"Emangnya buat apasih?" Jay bertanya penasaran, karena tidak biasanya Jungwon merengek sesuatu padanya. Paling-paling kalau mengidam saja.

"Ih, kepo!" Jungwon berujar sinis.

Tingg..

Satu notifikasi masuk ke dalam ponselnya, ada pesan dari Sunoo yang bertanya kapan Jungwon sampai. Karena notifikasi itu, ponselnya menyala dan memperlihatkan wallpaper Jungwon yang ternyata adalah gambar Jungwon yang berfoto di depan cermin sambil mengekspos perutnya yang mulai membuncit.

Jay sempat melihatnya, dia mengerem karena saking terkejutnya. Dia menoleh ke arah Jungwon yang terlihat biasa saja sambil membaca bukunya.

"Ini lo yang foto sendiri?" Jay menyalakan lagi ponsel Jungwon dan memperlihatkan wallpaper pemuda itu.

"Iya, aku liat di beranda instagram banyak yang pamer waktu mereka hamil. Jadi aku mau ikutan, tapi aku baru sadar kalau nggak bisa posting gambar itu."

Jungwon menekuk sudut bibirnya ke bawah, mereka menikah karena married by accident. Tidak mungkin Jungwon pamer ke orang kalau dia sedang hamil saat masih duduk di bangku kelas dua SMA.

Jay mendengar tiap kata yang keluar dari bibir Jungwon, kalau dipikir-pikir kasihan juga. Tapi Jay justru tertawa kecil, itu membuat Jungwon semakin kesal padanya.

Jentaka ; Jaywon (✓) Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang