To You, In 50 Years

246 17 9
                                    

Music Play

I Love You So

-The Walters-

Untukmu, dalam lima puluh tahun.

Bagaimana kabarmu saat ini? Aku harap kau sehat selalu. Aku yakin kini kau sudah tua dan rapuh namun kau harus selalu kuat, setidaknya sampai dirinya tiada didunia ini.

Aku tahu sejak tahun ketujuh kau selalu mendambakan sebuah keluarga kecil. Dimana kau akan menghabiskan sisa umurmu dengan orang itu. Apa kini dia masih berada disampingmu? Aku ingin kau selalu ada untuknya, dan bahagiakanlah dirinya.

Kuyakin banyak rintangan yang kau lewati, pasti berat bukan? Tapi aku yakin kau berhasil melewatinya, karena aku percaya padamu.

Aku tidak tahu apa yang terjadi dimasa depan, tapi aku akan tetap mencintainya bahkan sampai kehidupan selanjutnya. Dan aku tidak akan pernah menyesalinya, karena dia adalah hadiah terindah yang tuhan berikan untukku.

_______________________________

Suhu udara mulai menghangat karena matahari mulai muncul. Ke empat sahabat itu kini berkumpul di jembatan. Harry menggenggam tongkat Elder, berpikir keras karena ia tidak tahu apa yang harus ia lakukan pada tongkat itu.

"Tongkat ini milikku, jadi aku yang memutuskannya." Kata Harry.

"Sure Harry, apapun yang kau inginkan." Jawab Blair dengan menyunggingkan bibirnya. Kemudian pria itu mematahkan tongkatnya dengan sangat mudah, lalu membuangnya ke jurang.

Ron menatap tongkat yang dibuang itu dengan sedikit rasa menyesal. Menurutnya kan sayang tongkat sekuat itu dirusak? Namun demi kebaikan bersama, sebaiknya memang dimusnahkan.

Merasa ini adalah momen yang tepat, Blair kembali membuka suaranya. "Aku ingin berpamitan pada kalian." Suaranya terdengar berat, seperti tidak sanggup untuk mengatakannya.

Ketiga temannya menatapnya dengan heran. "Apa maksudmu Blair?" Tanya Hermione.

"Aku harus kembali ke duniaku, urusanku disini sudah selesai." Jawab Blair sambil memeluk Hermione. Ah mungkin dia akan merindukan temannya yang sangat amat pintar ini.

"Tidak bisakah kau menetap?" Harry memeluk Blair dengan hangat.

Blair menggeleng pelan dan tersenyum. "Dimana ada pertemuan, maka akan ada perpisahan Harry." Lalu ia mengusak rambut Harry.

"Ron, akan kupukul kau kalau mengecewakan Hermione." Blair memeluk pria berambut merah itu, menepuk punggungnya.

"Senang mengenalmu, pemakan pudding." Blair hanya terkekeh.

"Hermione, aku titip dua orang bodoh ini padamu ya." Hermione tersenyum simpul padanya. Blair menatap ketiga sahabatnya untuk yang terakhir kalinya. Manik mereka terlihat sorot kesedihan karena harus berpisah untuk selama lamanya. Banyak memori yang mereka jalani bersama, akan sangat sedih bila mereka tidak dapat bersama seperti dulu lagi.

"Sampai jumpa." Ucapnya. Ia langsung terbang menuju kastil meninggalkan temannya di jembatan.

Saat di kastil, ia mengunjungi Menara Astronomi untuk menemui Draco. Benar saja orang itu ada disana, sedang melamun.

Blair memeluknya dari belakang, mengejutkan pria itu. "Sendirian?"

Draco menoleh ke belakang, lalu tersenyum melihat Blair. "Hey, syukurlah kau selamat. Aku benar benar mengira kehilangan kau tadi." Pria itu memeluk gadisnya dengan erat, menyatukan dahi mereka berdua.

𝐊𝐀𝐋𝐎𝐏𝐒𝐈𝐀 || 𝐃𝐑𝐀𝐂𝐎 𝐌𝐀𝐋𝐅𝐎𝐘Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang