Diagon Alley

243 22 0
                                    

"Harry, Blair, Welcome to Diagon Alley."

__________________________________

Sesampainya di Diagon Alley, mereka ke Gringgots terlebih dahulu untuk mengambil beberapa uang mereka. Kini mereka sedang berada di brankas yang ingin dikunjungi Hagrid. Blair tidak tahu apa isinya, kata Hagrid ini adalah rahasia sekolah.

Setelah selesai dengan urusannya, Hagrid kembali ke Blair dan Harry.

"Hagrid, bagaimana denganku? Aku kan tidak punya uang?" Tanya Blair kepada Hagrid. Dibalas senyuman olehnya. Mereka kembali bergerak ke tempat brankas lain.

"Kata siapa kau tidak punya uang? Segala kebutuhanmu sudah dipersiapkan sejak dulu." Jawabnya. Blair bingung dengan jawaban Hagrid.

"Memangnya siapa yang tahu kalau aku ke dunia ini?" Batinnya.

Tiba tiba mereka berhenti disebuah brangkas yang pintunya sangat besar. Bahkan dua kali lipat dari tinggi Hagrid. Begitu pintunya dibuka, Blair dan Harry terkejut dengan Galleons yang hampir menyentuh langit langit.

"Hagrid, apa ini semua milikku?" Tanya Blair kebingungan.

"Ya Blair, ini semua adalah warisanmu."

"Woaahh kamu sangat kaya Blair!" Ucap Harry yang sedang menganga. Matanya mulai menulusuri setiap sudut ruangan besar itu. 

Blair mengambil beberapa Galleons yang berada dibrangkasnya. Dia menaruhnya ke kantung serbaguna agar ia tidak kerepotan membawanya. Gadis itu merasa senang karena dirinya memiliki harta yang sangat banyak. Bahkan ia bisa menjamin uang itu tidak akan habis sampai ia memiliki cucu nantinya.

Selepas dari Gringgots mereka membeli beberapa perlengkapan, seperti tongkat sihir, sapu terbang, jubah, buku, alat tulis dan lain lain. Harry dan Blair kini terpisah dari Hagrid, katanya ia ingin membeli sesuatu. Kedua anak itu kini sedang berada di Olivander untuk membeli tongkat sihir mereka. Tongkat sihir Blair berwarna hitam, 25 cm, dan terdapat batu mulia berwarna hitam, apabila terkena cahaya maka berubah menjadi biru.

 Tongkat sihir Blair berwarna hitam, 25 cm, dan terdapat batu mulia berwarna hitam, apabila terkena cahaya maka berubah menjadi biru

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

Blair memegang tongkatnya dengan bangga, ia tidak menyangka bahwa ia adalah penyihir, ia mengira-

PRANGGG

"Tidak apa apa jangan khawatir." Ucap Olivander sambil ke belakang untuk mengambil tongkat lagi.

Perempuan itu cukup terkejut, pasalnya Harry baru saja memecahkan vas bunga milik Olivander. Kemudian ia tertawa pelan karena anak itu membuat kekacauan disana. Setelah Harry mendapatkan tongkat sihirnya, Hagrid mengetuk jendela toko yang membuat keduanya menoleh. Dan mereka tersenyum lebar.

"Harry, happy birthday." Ucap Hagrid sambil menunjukkan burung hantu.

"Terimakasih Hagrid, aku tidak pernah dapat hadiah dari orang lain." Tak lupa Harry berterima kasih kepadanya.

𝐊𝐀𝐋𝐎𝐏𝐒𝐈𝐀 || 𝐃𝐑𝐀𝐂𝐎 𝐌𝐀𝐋𝐅𝐎𝐘Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang