chapter 5

3.3K 236 91
                                        

◦•●◉✿ 𝐇𝐚𝐩𝐩𝐲 𝐑𝐞𝐚𝐝𝐢𝐧𝐠 ✿◉●•◦

"LO!!"

"LO?!"

Jika, kalian menebak dia adalah Etnan, maka jawaban kalian benar. Ya! Keluarga Fernandez dan Mahendra telah sepakat untuk menjodohkan putra putri mereka.

"Kalian udah saling kenal?" Tanya Alin dan Ita serempak.

"Nggak!"

"Iya!"

Lagi dan lagi, Gisel dan Etnan menjawab bebarengan. Namun, jawaban mereka itu justru membuat ke empat orang tua itu bingung. Bumi? Ntahlah dia hanya diam tidak tau mau berbuat apa.

"Jadi, yang bener gimana? Kalian saling kenal atau nggak?" Tanya Akbar

"Kenal yah." Jawab Etnan cepat.

Gisel melirik tajam Etnan dan berdiri dari duduknya menghadap Etnan, "kita.nggak.kenal." ucapnya dengan menekan setiap kata.

"Udah udah, mending kalian duduk." Lerai Alin. Gisel dan Etnan pun segera duduk, kebetulan tempat duduk mereka sekarang berhadapan. Mereka bertatapan dengan tatapan yang menyirat kebencian.

"Ekhem, mari kita mulai." Ucap Bayu.

Akbar mengangguk, "jadi, karena kalian sudah menyetujui tentang perjodohan ini, kita sebagai orang tua sepakat malam ini akan menjadi malam pertunangan kalian." Jelas Akbar. Ucapan Akbar membuat Gisel dan Etnan melotot terkejut, namun sebisa mungkin Etnan menampilkan wajah datarnya.

(Maaf sebelumnya, sebenernya isy agak masih bingung tentang tunangan dan lamaran, jadi kalo salah tolong koreksinya dan dimohon kalian maklumi ya, hehe.)

"Kalian boleh berdiri untuk memasangkan cincin pertunangan kalian, dimulai dari Gisel memasangkan cincin kepada Etnan dilanjut Etnan ke Gisel." Tuntun Akbar.

Gisel mulai memasangkan cincin dijari manis Etnan, seraya berdoa dalam hati, "Ya Allah, jika ini yang terbaik untukku dan Etnan. Tolonglah kami berikan kami hidayah, semoga hubungan ini akan menjadi hubungan yang langgeng sampai maut memisahkan."

Sekarang giliran Etnan memasangkan cincin ke jari manis Gisel, wajahnya seperti ragu untuk melakukannya, "kau tau Tuhan, aku ingin menikah sekali seumur hidup. Jika memang Gisel jodohku maka tolonglah aku untuk bisa mencintai dan menyayanginya, aku tidak benar-benar membencinya, aku hanya terbawa emosi kepadanya waktu itu."

"Alhamdulillah, acara pertunangan ini sudah selesai. Kami juga ingin membicarakan satu hal lagi pada kalian." Ujar Akbar yang diangguki oleh Bayu.

"Ok, jadi kalian akan menikah 4 hari lagi. Urusan perlengkapan atau segala keperluan pernikahan sudah kami siapkan dari jauh-jauh hari. Jadi kalian tinggal menunggu saja." Lanjut Akbar menjelaskan.

"4 hari lagi?" Tanya Etnan dan Gisel tak percaya.

"Iya sayang." Jawab Ita santai.

"Pokoknya kalian harus mempersiapkan diri kalian untuk 4 hari besok, oke." Ucap Akbar.

Etnan dan Gisel mengangguk paham dan hanya pasrah mengikuti apa yang diminta orang tuanya.

"Bun yah om tante, Etnan boleh bawa Gisel keluar jalan-jalan nggak?" Tanya Etnan tiba-tiba, membuat Gisel menatapnya tajam.

"Tentu saja".

***

Etnan dan Gisel saat ini berada di taman dekat Cafe Dandelions. Mereka duduk disalah satu kursi panjang. Mereka hanya diam, sampai akhirnya Gisel membuka pembicaraan.

ETNAN | PERJODOHANTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang