hai semuaaaa
Apa kabar nih kalian?
Btw, kalian dari daerah mana aja?
Ikuti dan baca terus cerita isy yaa
Kalo kalian suka sama ceritanya jan lupa vote comment, oke?
-
-
◦•●◉✿ 𝐇𝐚𝐩𝐩𝐲 𝐑𝐞𝐚𝐝𝐢𝐧𝐠 ✿◉●•◦
Usai melaksanakan ijab qobul, sekarang Gisel dan Etnan berada di pelaminan sedang menyalami para tamu undangan, mulai dari rekan kerja ayah dan papa mereka serta beberapa guru SMA Garuda yang hadir. Jika ditanya kenapa guru SMA itu hadir? Jawabannya karena itu permintaan dari kakek Etnan. Katanya tidak usah menutupi apa-apa, toh mereka suatu saat juga bakal tau. Lagian itu kan Sekolah milik keluarga Fernandez.
Etnan dan Gisel menolehkan kepalanya saat mendengar tawaan di samping kursi pelaminannya, di sana sudah ada para sahabat Etnan dan Gisel. Saat melihat itu Gisel dan Etnan ingin sekali pergi dan turun dari panggung pelaminan. Bagaimana tidak?!! Dilihatnya Rizal dan Dimas yang membawa spanduk bertuliskan 'JANGAN LUPA LIVE STREAMING MALAM PERTAMA', Theo yang membawa buket bunga bukan bukan bunga melainkan ko*n*do*m, Meli yang membawa Testpack, Sarah yang membawa peralatan dapur, serta Ibnu dan Niken yang menahan malu.
"HAPPY WEDDING!!" Ucap mereka serempak tak tau malu. Teriakkan itu membuat semua para tamu undangan menatap ke arah panggung pelaminan. Gisel dan Etnan segera meminta maaf dengan tangan disatukan didepan dada.
Gisel menatap tajam mereka, "heh, kalian ga tau malu ya!" Ujarnya, sedangkan sahabat-sahabatnya hanya cengengesan sambil menggaruk kepala belakang yang tak gatal.
Para sahabat Gisel segera memeluk Gisel, "huwaaaaa, congratulations Gisellll."
Gisel tersenyum kaku, "thanks ya."
"Nih, buat lo dipake kalo udah ada tanda-tanda biar besok ga beli." Ucap Meli santai.
Gisel menatap tajam Meli dan menerimanya terpaksa.
"Woy bro! Udah jadi suami aja nih." Ujar Dimas.
"Iya woy, Aodra sekarang udah punya Ratu." Ucap Rizal heboh.
"Nanti Gisel sama Etnan live streaming malam pertama ya, oh ya ini nanti jangan lupa dipakai Etnan oke. Theo disuruh Rizal Dimas tadi." Ujar Theo polos seraya menyerahkan buket kondom, sedangkan Rizal dan Dimas hanya cengengesan saat ditatap tajam Etnan.
Etnan mengambil buket tersebut, ia tersenyum miring "boleh juga." gumamnya sambil melirik Gisel yang sedang ngerumpi dengan temannya.
"Heh, kalian turun gih sana liat tuh dibelakang kalian masih banyak tamu tau gk?!" Ujar Gisel kesal.
"Hehe, iya deh selamat ya Bu bos pak bos semoga kalian langgeng." Ucap Rizal yang diangguki oleh para sahabatnya, lalu meninggalkan pelaminan.
Ibnu menepuk pundak Etnan, "Congrats bro!" Ucapnya sebelum pergi menyusul sahabatnya yang sudah meninggalkan pelaminan.
"Kita juga turun ya, mau makan laper hehe." Ujar Meli.
Sarah menggeplak kepala belakang Meli pelan, "Yeee lu mah, sama gue juga. Yuk makan, kita turun dulu ya nan, sel langgeng kalian." Ucapnya sebelum menarik tangan Meli ke meja makanan.
"Malu gue." Gumam Gisel, sedangkan Niken terkekeh.
Niken memeluk Gisel, "Selamat ya Lo, semoga sakinah."
KAMU SEDANG MEMBACA
ETNAN | PERJODOHAN
Ficção AdolescentePERJODOHAN? [ FOLLOW SEBELUM BACA!! ] [ PLAGIAT JAUH-JAUH!! ] [ JADILAH PEMBACA YANG BIJAK! VISUAL SEKADAR UNTUK MENGHIDUPKAN TOKOH, JANGAN SANGKUT PAUTKAN DENGAN REAL LIFE! ] ________________ Cerita ini menceritakan tentang remaja SMA yang dituntu...
