Pagi ini Arrasya yang bersekolah dengan Arrasyid, ia meminta agar pria itu menurun kan nya di persimpangan. Itu Arrasya lakukan supaya semua siswa tidak mempertanyakannya kebersamaan mereka. karena pernikahan mereka yang di lakukan secara tidak terbuka.
Arrasya yang Melangkah memasuki kelas,
Suasana yang tak pernah adem menyambut kehadiran nya. Kedua sahabat Arrasya yang sudah berada di bangku mereka seketika berteriak dengan kedatangan nya. Beberapa hari ini ia tidak sekolah rasa nya ia sudah rindu berat pada sahabat nya. Rindu ingin bercerita dan bersuka ria.
"Occa teriak kedua sahabatnya dengan memeluk Arrasya".
Sisil yang memulai pertanyaan-pertanyaan nya seakan tak bisa membuat Arrasya tenang.
"Ca gimana sama suami, baik-baik aja kan".Ucap nya.
Arrasya yang mendengar ucapan Sisil langsung membungkam mulut sahabat nya.
"Jangan kenceng-kenceng Sil". Titah nya.
"Tauk nih Sisil nyerocos Mulu kayak kenalpot".Ucap Mesya
"Ya maaf namanya juga khilaf". Jawab Sisil
Arrasya yang menceritakan kehidupan rumah tangga nya, membuat ke dua sahabat nya iri seakan mereka ingin menyusul cepat Arrasya.
Tak lama kemudian Arrasya yang di minta keluar untuk menemui kepala sekolah yang sudah menunggu nya.
Saat melangkah masuk ruangan
Di sana sudah ada kehadiran keluarga nya dan keluarga suami nya.
"Ayah ibu". Ucapnya dengan memeluk mereka.
Tak lupa pula ia menyapa mertua nya.
"Kamu gak mau nyapa aku juga Sya". Ucap Arrasyid yang berada di samping nya.
Melihat kebersamaan mereka yang begitu hangat membuat seluruh keluarga tertawa.
Kedatangan orang tua Arrasya dan Arrasyid memiliki tujuan yang baik. Mereka berniat untuk menceritakan tentang apa yang terjadi pada anak mereka, Mereka tidak ingin menyembunyikan pernikahan anak-anak nya kepada guru-guru sekolah nya.
Seluruh guru yang memaklumi pernikahan Arrasya dan Arrasyid yang secara tiba-tiba ikut bahagia dan tak lupa memberikan selamat.
"Sya ngapain di panggil keruangan guru, Lo bikin masalah ya?". Tanya Mesya
"Enggak orang tua gue sama Rasyid dateng, untuk kasi tau tentang pernikahan kami". Ucap nya.
~~~~
Saat jam istirahat tiba, Arrasya dan kedua sahabatnya bersiap untuk menuju kantin. Tiba-tiba saja Arrasya teringat kalo dia lupa meminta uang jajan pada Arrasyid.
"Gak mungkin kan minta uang sama ibu, kan udah tanggung jawab suami hehe".
"Emm kalian duluan aja, gue ke toilet bentar". Ucap Arrasya.
Kedua sahabat nya hanya membalas anggukkan, dan menuruti ucapan Arrasya.
"Duhh mana sih gak lewat-lewat". Ucap Arrasya dengan melihat-lihat ke arah kelas Arrasyid.
Tak lama kemudian keluar lah Arrasyid yang di temani Sahabat nya Aldi.
"Loh Sid itu bukannya Arrasya". Ucap Aldi.
Arrasyid yang segera mendatangi nya dan bertanya sedang apa Arrasya di tempat ini sendiri an.
"Minta uang jajan". Ucap Arrasya dengan wajah manisnya.
Aldi yang melihat tingkah laku suami istri itu hanya bisa tertawa.
"Uhhh kasian istri ku, Maafin ya nunggu lama, lain kali ngomong kalo gak punya uang ". Ucap Arrasyid dengan mengelus kepala Arrasya.
Arrasya hanya membalas dengan memutar kedua bola mata malas nya lalu pergi dan menemui kedua sahabatnya.
"Hhmmmm enak ya punya istri". Ucap Aldi yang menggoda Arrasyid.
"Gimana tadi malam tidur nya, nyenyak kan".
"Apaan sih Di". Ucap Arrasyid dengan terkekeh malu.
"Nikah sama orang yang di cintai emang bikin bahagia luar biasa ya". Ucap Aldi
Saat di kantin yang mana sudah ada Arrasya Sisil, dan Mesya yang sedang makan di sebuah meja yang mana di sebrang meja mereka ada Arrasyid dan Aldi.
"Tuh suami gak mau di samperin". Ucap Sisil dengan senyum nya.
"Gak!!". Balas Arrasya
"Entar di deketin cewek lain loh". Jawab Sisil.
"Ya biarin". Balas Arrasya.
Tak lama kemudian saat ke tiga nya sedang asik bercanda, ada seorang perempuan dari kelas IPS yang mendatangi Arrasyid.
"Sid gue boleh duduk di sini". Ucap wanita itu.
Risma wanita cantik dari kelas IPS terkenal centil dan seorang anak pengusaha, ia salah satu murid yang di gemari banyak pria, Namun tidak dengan Arrasyid. Dia sama sekali tidak terpincut pada Risma baginya wanita itu biasa saja.
Arrasyid tidak menjawab ucapan Risma. Dia hanya diam dan mengabaikan ucapan nya, apa lagi ada Arrasya di seberang meja mereka dia tidak ingin membuat hati Arrasya terluka.
"Sid tolong dong bantuin gue soal pelajaran ini, kan kita satu tugas nih". Ucap Risma dengan mendekatkan diri nya kepada Arrasyid.
"Maaf bisa jauhan dikit gak!!". Balas Arrasyid dengan mengkerut kan wajah nya
Arrasyid ingin sekali menolak wanita itu namun apalah daya, ia sudah di pilih sebagai satu kelompok tugas bersama Risma.
Arrasya yang merasa kesal melihat kebersamaan mereka, beranjak pergi dan meninggal kan makanan nya.
"Sya makanan Lo abisin dulu". Ucap Mesya
"Gak gue udah kenyang". Jawab Arrasya
"Sumpah tu cewek Uler pengen banget gue tonjok". Ucap Sisil yang di tarik Mesya sambil mengejar Arrasya
Arrasyid yang melihat Arrasya pergi dengan kemarahan lalu mengejar nya.
"Lo tanya Aldi aja". Ucap Arrasyid
"Loh Sid mau kemana". Jawab Risma dengan sedikit kesal.
"Kok malah pergi sih, gue kan mau nya belajar sama dia".Oceh nya
"Sya tunggu". Ucap Arrasyid dengan menarik erat tangan Arrasya
"Apaan, minggir gue mau masuk kelas". Jawab Arrasya yang menarik kasar tangan nya.
Sisil dan Mesya yang melihat kebersamaan Arrasya dan suami nya hanya bisa berdiam diri. Mereka tidak ingin ikut campur dalam pemersalahan mereka.
"Sya jangan marah ya, saya sama Risma gak ada apa-apa. Hanya temen satu kelompok aja. Gak lebih". Perjelas Arrasyid
"Yaudah gak perduli". Jawab Arrasya
"Please ya jangan marah. Kamu cemburu?". Ucap Arrasyid dengan sedikit tersenyum.
Arrasya yang mendengar ucapan Arrasyid langsung menatap tajam ke arah nya.
"Siapa yang cemburu, ngapain juga cemburu". Ucap Arrasya
"Nah ini bukti nya". Balas Arrasyid
Arrasya tidak bisa bicara, dia sudah kehabisan kata-kata.
"Wah kalo sampai ketauan cemburu bisa-bisa ni orang makin geer". Ucap Arrasya dalam hatinya.
Dia tidak ingin jika pria ini tau bahwa dia tidak suka jika suami nya bersama wanita lain selain dirinya.
Ya siapa saja pasti gak rela yakan liat pria yang kita cinta deket-deket sama wanita lain. Apa lagi model wanita nya kaya si Risma ...
KAMU SEDANG MEMBACA
MY IMAM IS COOL
Non-FictionGini ya rasanya jadi istri seorang manusia kulkas,tapi sifatnya nyebelin>< Buruan mampir.Mana tau sukak hehe. {Follow dulu ya sebelum baca}!^_^ Dan jangan lupa kasi vote Dilema yang sempat di rasakan Arrasya membuat pikiran nya benar-benar kacau...
