{ENAM BELAS}

255 5 1
                                        

Kafi yang segera di bawah keruangan UGD dengan keadaan tidak berdaya, seluruh keluarga terkejut melihat keadaan nya.
Tadi nya Kafi yang baik-baik saja kini kembali dengan keadaan seperti ini.

"Sid ini Abang mu kenapa nak?
kenapa bisa seperti ini".Ucap Umi dengan tangis nya.
"Maafin Rasyid Mi gak bisa selametin bang Kafi, tadi bang Kafi sedang berada di taman pas Rasyid ngajak masuk kedalam Rasyid liat kebelakang bang Kafi kecelakaan Mi".
Ucap Arrasyid dengan penuh rasa bersalah

Arrasyid tidak tau harus berbuat apa dia tidak tega melihat kondisi Umi nya yang saat itu benar-benar lemah. Dia semakin merasa bersalah.

"Abi Maafin Rasyid Bi gak bisa jagain bang Kafi, Rasyid rela kok kalo harus gantiin posisi bang Kafi saat ini".
Ucap Arrasyid dengan berlutut pada Abi nya.
"Tidak nak ini bukan kesalahan mu,ini kecelakaan, kamu harus tabah kamu harus kuat. jika kondisi mu seperti ini Umi mu akan semakin sedih nak".Ucap Abi nya

Arrasya yang datang dengan di temani ke dua orang tua nya dengan kondisi nya yang masih sedikit lemah.

"Sya kamu kenapa kesini nak, kamu kan masih sakit".
Ucap Umi

"Gak Umi Asya kuat kok, Gimana semua ini bisa terjadi Umi, gimana keadaan Kafi sekarang? Umi yang sabar ya jangan nangis seperti ini"
Ucap Arrasya dengan menenangkan Umi.

Yusuf yang melihat kondisi Arrasyid terduduk lemah di samping ruangan. ia segera menghampiri nya dan menenangkan nya, dengan merangkul erat tubuh Arrasyid.

"Nak Rasyid kamu harus tabah ya lihat kondisi orang tua mu, siapa lagi jika bukan kamu yang menguat kan mereka. Jika kamu seperti ini maka orang tua mu akan semakin bersedih, kuat lah demi mereka nak".Ucap Yusuf

Arrasyid yang mendengar ucapan Yusuf ia langsung memeluk nya dan tidak lupa mengucapkan terima kasih.

Tak lama kemudian keluar lah seorang dokter yang saat itu memberi tau bahwa kondisi Kafi benar-benar sangat kritis.
Ia harus segera di operasi karena benturan keras di kepala nya Kafi kehilangan banyak darah.
Ramzi yang mendengar ucapan dokter segera menandatangani surat persetujuan,ia sangat berharap agar Kafi segera baik-baik saja.

"Dok apapun yang terbaik untuk anak saya lakukan saja dok, asal anak saya bisa kembali sembuh".
Ucap Ramzi

Arrasyid yang mendengar ucapan dokter ia segera berlari keluar dari rumah sakit.
Tepat dibawah pohon besar yang berada di luar rumah sakit ia menendang-nendang pohon besar itu dan memukul-mukul nya.

"Sid Lo udah Gilak!!
Berhenti Sid, sadar".
Ucap Arrasya yang merasa iba dengan keadaan nya.

"Lo gak boleh gini, kasian Abi sama Umi, mereka sudah sangat bersedih dengan keadaan Abang Lo. Seharusnya Lo kuatin mereka bukan seperti ini, semua orang juga bersedih dengan keadaan Kafi bukan Lo aja".

Arrasyid yang mendengar ucapan Arrasya ia terduduk lemah di bawah pohon besar itu.
"Maafin saya Sya, karena saya juga kamu jadi masuk rumah sakit".
Ucap Arrasyid

"Udah gak papa lupain yang terpenting kita sama-sama berdoa untuk Kafi".
Ucap Arrasya

                                 ••••
Selama tiga jam operasi berlangsung akhirnya lampu ruangan itu mati, Seorang dokter yang mengoperasi Kafi keluar dari ruangan.
Dia menjelaskan bahwa setelah operasi pun kondisi Kafi tetap tidak membaik. Ia meminta agar semua nya tetap berdoa

"Jika sampai waktu 12 jam kedepan pasien tidak membuka mata nya, maka kita hanya bisa berserah pada sang pencipta".
Ucap dokter

Kini seluruh keluarga menunggu dan tetap berdoa, agar Kafi bisa segera membuka mata nya.
Malam pun telah tiba Umi meminta Rasyid pulang kerumah untuk mengambil beberapa barang di sana.
Saat ini seluruh keluarga sudah memutuskan bahwa pernikahan tidak mungkin dilangsungkan, mengingat kondisi Kafi yang seperti ini maka acara akan di tunda sampai semua baik-baik saja.

Kafi yang tidak lama sadar ia mencari adik nya, namun saat itu Arrasyid Belum kembali kerumah sakit .

"Umi Rasyid mana?"
"Nak kamu udah sadar, tidak lupa Umi mengucap syukur pada sang kuasa".

Umi mengatakan bahwa saat ini adik nya sedang pulang kerumah dan akan segera kembali kesini.
Kafi meminta kepada seluruh keluarga agar pernikahan ini tidak perlu di tunda.
Sebelum kepergiannya ia meminta agar adik nya yang akan menggantikan posisi nya, dia meminta keluarga agar menyetujui keinginan terakhir nya.
Kafi menyakinkan seluruh keluarga bahwa hanya adik nya lah yang bisa menggantikan posisi nya untuk  Arrasya.

Arrasya yang merasa sedih dengan ke inginan Kafi dia merasa bingung harus bersedia atau menolak nya.
Memang benar Arrasya menyukai Arrasyid tapi dia sudah melupakan perasaan nya dan mulai menerima Kafi dalam hidup nya.

Tidak lama kemudian Arrasyid tiba di rumah sakit yang mana saat itu Kafi sudah di pindahkan keruangan jenazah.
Kafi dinyatakan meninggal dunia karena tidak bisa menahan rasa sakit yang ada di kepala nya.
Arrasyid yang berlari keruangan saat Kafi masih dirawat di sana sudah tidak ada siapa-siapa.
Dia mencari-cari keruangan lain namun tidak menemukan nya.
Arrasya yang datang menemui Arrasyid ia mengatakan bahwa Kafi sudah tidak ada, Arrasyid yang mendengar ucapan Arrasya merasa tidak percaya.

"Gak ini gak mungkin kamu pasti boong Sya!".Ucap Arrasyid dengan berlari keruangan Jenazah Kafi.

Di sana Kafi yang sudah di tutupi dengan sebuah kain putih, Tangis Arrasyid pecah saat melihat nya. Dia tidak percaya bahwa saudara nya itu sudah pergi meninggalkan nya.

"Bang bangun Lo pasti boong kan bang, Lo gak mungkin pergi ninggalin kita semua, lihat Umi Abi. Lo gak mungkin tega kan liat mereka bersedih".Ucap Arrasyid dengan menggoyang-goyang kan tubuh Kafi

"Nak Bang Kafi udah gak ada, kamu harus kuat menghadapi kenyataan ini".Ucap Abi nya.

"Gak Bi bang Kafi pasti cuman lagi tidur dia gak mungkin ninggalin kita kayak gini".
Ucap Arrasyid dengan terduduk lemah.

Arrasyid tidak menyangka bahwa saudara nya itu telah meninggal dunia.
"Kenapa semua ini terjadi Bi, pas Rasyid pergi bang Kafi tidak seperti ini".
Ucap Arrasyid.

"Saat kamu pergi Bang Kafi sadar dari koma nya, dia nyariin kamu tapi Umi sudah memberi tahu bahwa kamu saat itu sedang pulang kerumah.
Sebelum pergi Abang mu berpesan agar kamu yang menggantikan posisi nya untuk mendampingi Arrasya di pernikahan nanti, dia memohon agar kamu tidak menolak keinginan nya ini".

"Abi Umi dan orang tua Arrasya sudah menyetujui nya. Abi tau mungkin ini berat untuk mu tapi kamu harus setuju dengan keinginan saudara mu".Ucap Abi

Arrasyid yang mendengar ucapan Abi nya hanya bisa terdiam diri, dia tidak tau lagi harus berkata apa. Dia masih memikirkan keinginan Kafi yang meminta nya mengganti kan posisi nya.

**
Kini jenazah Kafi telah siap di kebumikan.Arrasyid yang membawa batu nisan milik Kafi dengan bertulisan, Nama Ahmad Kafi Ali.

Setelah berdoa, satu persatu warga mulai meninggalkan pemakaman.

"Rasyid ayo pulang".Titah Abi

"Abi sama Umi duluan aja Rasyid Masi mau disini".

Saat seluruh keluarga sudah pergi, Arrasyid yang masih memegangi batu nisan Kafi.

"Bang kenapa pergi secepat ini, dan kenapa harus beri kan saya keputusan sebesar ini bang. Bagaimana mungkin saya menikahi wanita yang seharusnya menjadi milik mu".
Ucap Arrasyid dengan meneteskan air mata nya.

PART KALI INI LUMAYAN PANJANG LAH YA HEHE^_^
JANGAN LUPA START NYA⭐
NEXT AK BAKAL UP LAGI NANTI YA GAK AKAN LAMA-LAMA KOK, INSYAALLAH.

MY IMAM IS COOLCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang