{EMPAT PULUH DUA}

189 5 0
                                        

Arrasyid yang mendadak dapat telpon dari pesantren, terpaksa ia harus meninggalkan Arrasya karena ada urusan yang penting. Ia sudah meminta agar Arrasya pergi ke rumah orang tua nya namun Arrasya menolak.

"Kamu beneran gak papa sendiri an?" Ucap nya
"Iya sayang". Jawab Arrasya dengan merapikan kerah baju Arrasyid
"Aku pergi ya, kalo ada apa-apa langsung kabarin". Ucap nya dengan mencium hangat kening Arrasya

Arrasyid melangkah kan langkah berat nya dan menuju mobil lalu ia pergi.

Arrasya yang masuk kedalam rumah
menonton tv di ruang tamu dan beristirahat. Lalu ia merasa bosan dan pergi keluar berniat untuk membeli beberapa sayuran yang memang tidak jauh dari rumah nya.

Arrasya yang berjalan dengan perlahan, sambil menyapa para tetangga yang sedang berada di teras rumah mereka.

Tidak lama Arrasya yang merasakan kontraksi dan kesakitan lalu ia duduk dengan perlahan. Arrasya merasa ia akan melahirkan hari ini.

Ibu-ibu yang melihat keadaan Arrasya mereka berusaha untuk membantu Arrasya dan membawa nya ke rumah sakit.

Arrasyid yang sudah di kabari oleh tetangga mereka ia segera bergegas pergi kerumah sakit untuk menemui Arrasya dan tidak lupa memberi tahu keluarga tentang keadaan Arrasya.

Arrasya yang sudah tiba di rumah sakit lalu di bawa ke ruangan dokter Syafa. Ia mengalami pendarahan. Dan akan segera melahirkan. Dokter Syafa yang sudah menyiapkan untuk persalinan Arrasya. Arrasya merasa kesakitan dan memanggil-manggil suami nya.

Arrasyid yang tidak lama tiba, ia berlari menuju ruangan Arrasya dan langsung menemui Arrasya. Seluruh keluarga yang menunggu Arrasya di luar ruangan mereka hanya bisa berdoa agar Arrasya baik-baik saja dan semuanya berjalan dengan lancar.

"Sya kamu kuat ya". Ucap Arrasyid dengan mengelus hangat kepala Arrasya
"Sakit banget Sid rasa nya aku Udah gak kuat". Jawab nya
"Kamu pasti bisa Sya, kamu wanita kuat". jawab Arrasyid

Arrasyid yang melihat Arrasya kesakitan ia merasa bersalah dan tidak tega dengan keadaan Arrasya. Ia hanya bisa berdoa agar istrinya baik-baik saja dan melahirkan bayi mereka dengan selamat.
Tidak lupa ia melantunkan beberapa ayat suci Al-Quran dan bersholawat untuk Arrasya.

Dokter Syafa yang menyemangati Arrasya agar Arrasya tenang.  Beberapa suster yang berusaha membantu persalinan Arrasya mereka berusaha mendorong perut Arrasya dengan perlahan.

"Ayo Sya sedikit lagi kamu pasti bisa. Atur nafas ya Sya". Ucap dokter Syafa.

Arrasya yang berteriak kencang dan menghembus kan nafas berat nya. Tidak lama kemudian ia telah melahirkan seorang bayi perempuan

Tangisan bayi yang telah lahir. membuat Arrasyid lega dan membuat Arrasya bahagia.

Arrasyid yang meneteskan air mata lalu ia mencium hangat kening Arrasya. Ia sangat bersyukur atas kelahiran anak mereka.

"Selamat ya bayi kalian perempuan. Cantik seperti ibu nya". Ucap dokter Syafa

Arrasya tersenyum mendengar ucapan dokter Syafa dengan keadaan nya yang masih terlihat sedikit lemah.
"Sya makasih ya. Kamu udah kasih bidadari kecil untuk ku". Ucap Arrasyid

Seluruh keluarga yang mendengar Isak tangis bayi dari ruangan Arrasya. Mereka mengucap syukur Atas kelahiran anggota baru dalam keluarga mereka.

Umi yang memeluk Ibu Arrasya mereka benar-benar bahagia atas kelahiran cucu mereka.

Tidak lama kemudian seorang suster menemui keluarga memberitahu bahwa mereka sudah bisa menemui Arrasya.

MY IMAM IS COOLCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang