•12⚠️

1.9K 189 39
                                        

••• •• •BERDOA DIMULAI• •• •••
I

ngat tandanya ya pren, yang tidak ingin ternodai dan yang polos, mohon tinggalkan bendera putih.

Jauhi chapter ini karena tidak ada yang bermanfaat disini.
















































"Nghhhh... ahhhh..." lenguh Gulf saat Mew secara piawai memainkan nipple miliknya dengan lidah.

"Mew, berhentih bermain-main. Masukkan saja," pinta Gulf yang sudah tak tahan dengan rangsangan dari Mew.

"Sabar, sayang. Pelan-pelan saja," ucap Mew. Sedari tadi mereka melakukan permainan yang normal, mungkin itulah sebabnya Gulf merasa bahwa semuanya selalu kurang.

Gulf yang sudah tidak tahan kemudian mengambil alih, membalik posisi mereka agar dirinya bisa berada di atas. Gulf duduk di atas perut Mew, membelai tengkuk Mew dengan gerakan sensual dan berniat membisikkan sesuatu di telinga Mew.

"Kalau Mew lelah, Gulf bisa berada diatas." mendengar ucapan dari Gulf membuat Mew sedikit terkejut, apakah mereka akan bertukar posisi? Tidak mungkin.

"Agar Mew tau, kalau Gulf tersiksa dengan rangsangan Mew yang enak." bisik Gulf dengan mata sayu dan senyuman nakal. Jemari lentik itu menuntun tangan Mew agar berpegangan pada pinggangnya yang ramping, kemudian ia beralih untuk melumat bibir Mew perlahan, lebih lembut dari yang Mew lakukan untuknya.

Perlakuan Gulf membuat Mew tanpa sadar menggerakkan tangan kekarnya untuk mengusap punggung Gulf, "begini lebih baik kan?" bisik Gulf disela ciuman mereka.

"Ahhhh." Gulf terus membuat Mew melenguh nikmat saat ciumannya terus turun, tangah kekar itu terasa lemah dan tubuhnya hanya bisa menikmati pergerakan Gulf.

"G-Gulf ... apa yang engh..." Mew kembali menengadah setelah sempat menunduk untuk melihat apa yang Gulf lakukan.

"Shhhh... begitu sayanghhh." desah Mew saat Gulf konsisten mengulum adiknya.

Merasa bahwa Mew akan sampai pada puncaknya, Gulf menghentikan kegiatannya dan itu membuat Mew mendesah kecewa. Nafas Mew yang tak teratur membuat Gulf semakin tak bisa menahan diri, perlahan Gulf kembali merayap diatas tubuh Mew, membuat senyum nakal dan mengangkat dagu Mew dengan jari telunjuknya.

"Kau menyiksaku," ucap Mew disela nafasnya yang tersengal. Mew tidak tau kenapa Gulf begitu erotis hari ini, ini sudah hampir pukul delapan malam dan mereka tak kunjung selesai. Gulf terus membuat Mew melayang, hingga saat Mew akan tiba di puncak Gulf selalu mengentikan permainannya dan menghalangi pelepasan Mew.

"Sekarang Mew tau kalau rangasangan yang enak itu menyiksa, dan Gulf tau kalau merangsang itu menyenangkan."

"Jangan bicara seperti itu, kau membuatku ingin menerkam mu." ucap Mew yang kembali kalut dalam perasaannya yang tak dapat dijelaskan.

Gulf menggigit bibir bawahnya dengan mata yang terpejam dan kepala yang sedikit mendongak saat tangan mulusnya mengarahkan milik Mew pada lubang miliknya. "Engh...." desah Gulf yang sedari tadi berada diatas Mew.

"Ahhh, Gulfhhh." desah Mew yang memegangi pinggang Gulf.

"Ahhh... shhhh... " desah Gulf yang kini berpegangan pada dada Mew setelah berhasil memasukkan milik Mew.

Mew hanya mendesah menikmati gerakan pinggul Gulf, rasa nikmat benar-benar sudah menguasai keduanya. Tangan kekar yang berurat itu kemudian beralih untuk menggenggam jemari Gulf, membiarkan Gulf bergerak lebih leluasa.

IGNITI3Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang