Chapter. 8

2.9K 247 32
                                        



"ORANGE JUICE "

Rak pertama tentang jenis jutsu, rak kedua tentang pengetahuan alam, rak ketiga tentang pengetahuan sosial, dan rak keempat tentang medis, untuk buku cerita anak, sengaja di pisah di bagian depan dengan rak yang lebih kecil.

Perpustakaan hanya ramai di musim panas, biasanya para sensei akan mengadakan kegiatan belajar bersama, tapi untuk musim dingin, kau hanya akan melihat satu dua anak berlalu-lalang.

Beberapa chunin muda menyibukkan diri dengan bacaannya, jumlah mereka pun tak seberapa, hanya sepasang di sudut, dua kunoichi di rak medis, dan empat orang di barisan belakang.

Seorang petugas kebersihan sedang sibuk dengan jendela, embun dan gumpalan es cukup tebal di sana, sehingga si Paman harus ekstra hati-hati karena kacanya sangat sensitif.

Perhatian Ino tertuju padanya, sesekali ia memberi aba-aba agar jangan menggosok terlalu kencang, kaca itu terlalu rapuh. Ia meminta agar kegiatan bersih-bersihnya dilanjutkan lain waktu, setidaknya sampai es nya mencair dengan sendirinya, lagipula jika kacanya pecah sedikit saja, kau tetap harus mengganti semuanya, karena mereka saling berhubungan satu sama lain.

Ia membantunya menuruni tangga, entah siapa yang menyuruh orang tua ini untuk melakukan tugas sesulit ini, gumpalan es itu tak terlalu penting dibandingkan nyawanya.

Ketika Paman itu hendak membawa pergi tangganya, Ino malah melarang dengan alasan terlalu berat, seseorang akan mengambilnya nanti, untuk sementara dia boleh beristirahat di belakang.

Ino selalu di beri tugas jaga setiap Selasa dan Kamis, jika bukan di rumah sakit, pasti di perpustakaan. Biasanya akan bergantian dengan Sakura, tapi untuk hari ini, lagi-lagi Ino harus mengalah. Pagi ini seorang genin terjatuh di hutan, salah satu kakinya tertusuk kayu, Shizune membutuhkan Sakura untuk pembedahannya, maka dari itu mereka harus bertukar posisi.

Senyumnya merekah ketika seorang gadis memasuki pintu perpustakaan, gadis ini adalah yang tercantik kepunyaan Konoha, belakangan namanya sering di sebut-sebut sebagai porselin, dia juga telah berhasil membuat para gadis cemburu karena pernikahannya dengan si tampan Uchiha.

Hinata telah menikah selama satu bulan lamanya, dan ini adalah kali pertama Ino bertemu dengannya semenjak pernikahan itu. Beberapa kesibukan tentu menjadi alasan utama, Ino sering menerima misi-misi jangka pendek bersama Chouji, belum lagi perpustakaan dan rumah sakit, sementara Hinata lebih fokus pada misinya bersama Sasuke, selama tiga minggu waktunya hanya dihabiskan di mansion Uchiha.

Segera digapai sahabatnya itu, mereka bahkan saling berpelukan guna melepas rindu, walau hanya tiga puluh hari, tapi rasanya seperti tiga puluh tahun. Bulan lalu, Ino lah yang mengurus kimono Hinata ketika perayaan musim dingin, dan untuk persiapan pernikahan, Ino juga lah yang memesan kain agar serasi dengan hakama milik Sasuke, lalu setelah itu mereka tak pernah bertemu lagi, ia terakhir kali melihat Hinata terkapar di kamar pengantin karena kelelahan, dan kali ini ia mendapati sang sahabat tersenyum ceria, sungguh pemandangan yang sangat melegahkan, sebenarnya ia dan Sakura sempat berpikir macam-macam, tapi syukurlah itu tak terjadi.

Beberapa orang di sana mulai melirik, sorot matanya seolah berkata, 'hei jangan berisik, ini perpustakaan,' lalu keduanya terkikik geli saking konyolnya pertemuan ini. Mereka mengambil tempat di bagian depan, agak berdekatan dengan rak buku para genin, kebetulan tempat itu sedang kosong, dua kunoichi ini hendak memulai cerita panjang lebar dan sebaiknya itu tak mengganggu pengunjung lainnya.

Awal cerita di mulai dengan pertanyaan Ino secara bertubi-tubi, tentang bagaimana keesokan harinya? Apakah mansion Uchiha membuatmu nyaman, bagaimana perlakuan Sasuke? Dan bla...bla...bla. Sudah pasti Hinata menjawab semuanya dengan lancar sesuai perkiraan Ino, bahwa semuanya baik-baik saja, mansion Uchiha membuatnya nyaman serasa di rumah sendiri dan Sasuke selalu bersikap santun dan ramah, tentu minus semua insiden-insiden yang terjadi, yang notabene lebih banyak buruknya daripada baiknya.

Feel My SoulTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang