"Suicide"
Awan kelabu menghiasi langit pagi Konohagakure, bukannya semakin meredah, salju malah semakin menjadi-jadi. Pukul satu dinihari terjadi badai angin disertai hujan es, suatu kejadian yang tidak biasa, mengingat badai terakhir terjadi di masa kepemimpinan Hokage ke Dua, kini di masa Tsunade, malah intensitasnya lebih besar.
Adalah kompleks pemukiman warga yang menjadi sasaran, atap rumah beterbangan, es-es beku masuk ke dalam rumah, anak-anak menangis kedingingan, kepanikan melanda, dan tentu saja, mereka segera mengungsi ke hutan timur, setidaknya ada pohon-pohon besar sebagai perlindungan.
Pagi ini shinobi disibukkan dengan para pengungsi, mereka membawa barang-barang seperlunya, shinobi terbagi menjadi tiga tim, ada yang membereskan atap warga, memandu warga secara teratur ke hutan, dan ada juga yang ke Rumah sakit guna membantu warga yang terluka.
Di hutan timur, tenda-tenda sudah siap, tidak lupa juga bahan makanan dan air bersih, wc darurat telah dibuat, belum lagi kaos tangan, kaos kaki, mesin penghangat dan masih banyak hal kecil lainnya, intinya warga tak perlu khawatir, semuanya telah ada di otak Tsunade sejak bunyinya sirine pertama pukul satu dinihari, hutan timur akan menjadi tempat tinggal warga untuk sementara sembari menunggu perbaikan.
Yamato-senpai selaku pengguna elemen kayu diperintahkan untuk menangani atap rumah warga. Pria berusia tiga puluh enam tahun itu ditunjuk sebagai ketua tim, dia bersama dua shinobi lainnya bergerak menuju kompleks pemukiman, langit hitam bahkan masih setia mengitari langit Konoha, tapi perbaikan harus segera dilaksanakan. Walau akan terjadi badai susulan, Yamato berharap jutsunya mampu menangkal, setidaknya tidak akan separah tadi malam. Hokage memberinya waktu hingga pukul tujuh malam, rumah warga harus rampung sebelum pergantian jaga, namun bukan berarti warga bebas melenggang kembali ke kediamannya, mereka tetap harus menunggu aba-aba hingga cuaca benar-benar kondusif.
Tsunade agak kesal, bukan karena bencana yang menimpa warga, tapi karena pertemuan dengan para Petinggi urung dilaksanakan. Akses menuju Desa Konoha terputus, terlalu berbahaya bagi para rombongan Daimyo, sebaiknya acara ini di alihkan ke Desa Kumogakure. Tentu Raikage meyetujui ide itu, titik temu pukul delapan pagi di perbatasan Negara Petir, Nara Shikaku dan putranya Nara Shikamaru bergegas ke area yang dimaksud.
Urusan rumah sakit diserahkan sepenuhnya kepada Shizune, ada Sakura dan Ino yang membantunya. Betapa sibuknya, puluhan warga memenuhi aula utama untuk luka ringan, dan luka sedang berada di IGD, bersyukurlah tidak ada korban jiwa, yang paling parah hanya patah kaki dan dan tangan.
Chouji di temani kereta Akamaru, berjalan mengitari aula membawa nasi kotak dan susu hangat, mereka kedinginan dan kelaparan, setidaknya makanan ini akan sedikit membantu. Kiba sengaja memasang keranjang rotan di punggung anjingnya sebagai wadah agar lebih memudahkan, dan Kiba sendiri? Jangan di tanya, sejak semalam dia menemani Hanabi yang terus-terusan menangis.
Karena adanya bencana ini, beberapa misi rank A tertunda. Si pahlawan Desa, Naruto, batal berangkat bersama Sai, kini mereka berdua sedang memandu warga ke hutan timur, tidak lupa juga sembari menenteng selimut-selimut, Ia bahkan harus menggunakan taju kage bunshin no jutsu.
Semua chunin maupun jounin terfokus dengan bencana, hanya satu orang tentunya, yang sedang sibuk dengan masalah pribadinya.
Uchiha Sasuke tidak menampakkan batang hidungnya, dilema akan project Uchiha terus membayangi isi kepalanya, well, maksudnya, misi itu telah gagal, lalu apa sekarang? Diantara semua misinya, hanya project Uchiha yang tidak berjalan mulus, bukan karena kesalahannya, melainkan oleh pihak-pihak yang tidak senang.
Tsunade hanya bisa mengawasi dari jendela, bagaimana para shinobi berbondong-bondong membantu warga, betapa kompaknya mereka menghadapi bencana dadakan, kedua tangannya terlipat di depan dada, irisnya lurus ke depan, dan sesekali Ia menggerutu kesal, hari sial memang tidak pernah ada di kalender.
KAMU SEDANG MEMBACA
Feel My Soul
Fanfiction[Naruto: Masashi Kishimoto] Aku buta akan dirimu, aku tak mengenalmu, kau datang bagai benang kusut yang membelit erat sisi hatiku. [Dewasa] [Uchiha Sasuke X Hyuuga Hinata][Status: Republish-2021] [END]
