Chapter. 24

2.6K 158 28
                                        

"Slow Motion"

Hatake Kakashi diam membatu, pemandangan di hadapannya sungguh luar biasa, langit kelabu, butiran salju, deru angin memekakan telinga, butiran es, dan yang lebih parah, mansion Hyuuga telah rata dengan tanah, asap hitam bahkan masih mengepul disekitarnya, saking kuatnya efek amaterasu, butiran es ikut-ikutan berwarna hitam.

Di sisinya nampak Yamato menggaruk-garuk kepalanya, tindakan ini agak keterlaluan pikirnya, seorang Uchiha muda baru saja membakar habis mansion milik clan tertua di Konoha, hanya karena urusan hati.

Sekurang-kurangnya, mansion Hyuuga telah berdiri kokoh sejak sembilan puluh lima tahun silam, telah diadakan rekonstruksi dan peremajaan setiap tiga tahun sekali, namun semuanya kini sia-sia. Clan Hyuuga adalah kebanggaan Konoha, mereka andil di semua perang shinobi, jasa-jasanya tak terhitung, dalam hal apapun mengenai kepentingan Desa, Hyuuga selalu dilibatkan, berbeda dengan Uchiha tentunya, clan itu terkenal pembangkang dan keras kepala.

Berita ini telah sampai ke telinga Hokage dan para Daimyo, ini adalah sebuah peristiwa besar, siapa sangka kegagalan project Uchiha berujung pada insiden memilukan.

Hibiki-san selaku Ketua Divisi Investigasi telah bersaksi, bahwa Hyuuga Neji telah lolos dari sel tahanan kota, terjadi pertarungan di mansion Uchiha yang menyebabkannya terluka, tiga maid meninggal, dan Hyuuga Hinata di aniaya, well, mungkin itu akan sedikit meringankan hukuman Uchiha Sasuke. Tindakannya sudah benar, namun eksekusinya kurang tepat, bukan berarti karena Hyuuga Neji bersalah maka Sasuke bebas memenggal kepalanya, dan bukan berarti pula karena Hyuuga Hiashi ingin menikahkan Neji dengan Hinata, maka Sasuke bebas menganiaya si tua itu dalam genjutsu seribu tahun.

Konoha adalah Desa besar dengan segala macam hukum dan peraturan, jika melanggar maka bersiaplah menerima sanksi. Entah hukuman seperti apa yang akan dijatuhkan kepada Sasuke, pria itu cuek melenggang pergi, raut wajahnya datar, dan sorot matanya biasa saja, ia bahkan tidak menoleh sedikitpun ke arah Kakashi dan Yamato. Nampak di sana mayat Hyuuga Neji telah hilang kepalanya, kepalanya? Jangan di tanya, Sasuke telah melemparnya ke dalam api, jangan harapkan abunya, amaterasu bukan tipe api yang meninggalkan jejak, setelah apinya padam, semuanya akan menyatu dengan salju.

"Pekerjaanmu akan berat untuk beberapa hari ke depan."

"Bocahmu sungguh merepotkan, tak ku sangka ia mampu melakukannya."

"Tentu dia bisa, sejak awal dia telah mengatakannya berulang kali," Kakashi melangkah ke arah tubuh Neji, di susul Yamato di belakangnya, "Sasuke bukan tipe shinobi yang lembut hatinya, wataknya sangat berbeda dengan yang satu itu."

"Yang satu itu lebih berbelas kasihan."

"Dan lebih gegabah."

"jounin muda penuh kejutan VS jounin muda jenius yang tegaan." Yamato terkekeh, "itu julukan senpai untuk mereka berdua."

Kakashi terkekeh juga, "kamu masih ingat julukan konyol itu?"

"Selamat senpai, kamu telah berhasil menciptakan dua shinobi hebat." Mengejek.

"Lihat nanti, apa reaksi Naruto jika Sasuke di hukum, sebenarnya ia pun kurang suka dengan tingkah Neji."

"Tak ada yang menyukainya, aku pun kurang nyaman jika keluar Desa bersamanya." Yamato berjongkok seraya mengamati tubuh setengah terbakar itu.

"Sebenarnya Neji adalah shinobi hebat, hanya saja dia terlalu over menanggapi sesuatu, suka membanggakan dirinya dan menyepelekan rekannya."

"Over confidence."

"Sangat disayangkan."

"Aku penasaran dengan reaksi bocahmu yang satunya lagi—ya ampun, sangat kacau." Yamato hendak mengangkat jemari Neji, tapi itu terlalu rapuh hingga beberapa jemarinya putus.

Feel My SoulTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang