"Elopement"
Sasuke POV
Wanita itu tersenyum padaku, nampak di sampingnya seorang waria melirik penuh makna. Keduanya adalah pesolek handal, namun si wanita nampak normal, karena dia wanita, tapi waria ini, sungguh keterlaluan, merusak estetika manusia yang bernama laki-laki.
Keduanya adalah pegawai hotel, entah apa nama hotelnya, aku lupa, terlihat mewah nan berkelas VVIP dengan tarif yang lumayan juga.
Aku membayar delapan puluh ribu yen untuk satu malam menginap, lumayanlah untuk kamar super mewah, sengaja kupilih yang paling mahal demi kenyamanan Nona Hyuuga, setidaknya ini bukan di Konoha, tak satupun yang akan melihat kebersamaan kami.
Hotelnya berada di atas bukit, hanya diperuntukkan bagi para Daimyo atau tamu-tamu Negara, namun sangat jarang Konoha menjamu tamunya di tempat ini, apalagi alasannya kalau bukan karena jaraknya yang cukup jauh di luar perbatasan, alhasil, yang menyewa lebih banyak shinobi pelancong yang sekedar singgah.
Di sekitar nampak sepi, ini hari Jumat, tak satu pun tamu berlalu-lalang. Entah waria ini sengaja atau apa, sejak tadi aku menunggu angsuran, namun ia enggan memberikannya. Angsuran itu setia dijemarinya yang lentik, mata genitnya masih tertuju padaku, mengundang senyum malu-malu wanita disampingnya, ku rasa ia sengaja mengulur waktu agar dapat melihat wajah konyolku lebih lama, demi apapun, waria ini jauh lebih menyeramkan daripada Uchiha Madara.
Merasa aku kurang nyaman, si wanita berkomentar, "Miaka, berikan angsurannya kepada Tuan ini, ku rasa ia telah menunggu lama," yang benar saja, namanya Miaka? Jelas-jelas ada kumis di atas bibirnya.
Entah kenapa aku malah butuh kehadiran Naruto, ku rasa si dobe sangat mahir dalam menangani situasi canggung seperti ini.
Ku lirik Nona Hyuuga, dia nampak cantik di sisiku, rambutnya di kuncir menampakkan leher putihnya yang seksi, sesekali ia tersenyum padaku, ku rasa ia sangat bangga jika kekasihnya disukai pria, ku beri dia tatapan kesal, seolah berkata, berhentilah meledekku.
"Kamu boleh mengambilnya, jika mau," mati-matian aku berusaha agar suaraku tidak bergetar, aku tidak pandai menangani waria, bulu kudukku serasa merinding semuanya, jujur, situasi ini sangat menakutkan.
"Hm, Tuan yang tampan ini sangat bijaksana sekali." Kata si waria.
Sengaja ku alihkan pandanganku ke arah lain, aku tak ingin ia membaca mimic ketakutan diwajahku.
"Nee, anda boleh mengambil semuanya," itu Nona Hyuuga yang bicara.
"Nona, anda sangat cantik," pujinya.
"Bi-biasa saja," sembari menggaruk-garuk pelipisnya, ku rasa ia pun canggung.
"Bisakah kamu memberi kuncinya?" Tanyaku.
"Maaf Tuan, sebelum itu, bolehkah saya tahu, anda dan Nona ini dalam status hubungan apa?" Pegawai wanita yang bertanya.
Sungguh? Apakah itu perlu? Haruskah ku jawab, apakah mereka sedang melakukan survey atau apa?
Nona Hyuuga menatapku, dari iris itu seolah berkata, beri dia jawaban.
Sangat menyebalkan, haruskah aku mengakuinya di hadapan semua orang kalau wanita ini adalah milikku?
"Sasuke-san—"
"Dia istri saya."
Diam sesaat, si wanita dan si waria berpandangan, sepertinya mereka tidak percaya denga ucapanku barusan.
"Nona ini, istri anda?"
"Apakah kamu tidak lihat, wanita ini sejak tadi berdiri disampingku?"
"Ah, bukan begitu Tuan, hanya saja—"
KAMU SEDANG MEMBACA
Feel My Soul
Fanfiction[Naruto: Masashi Kishimoto] Aku buta akan dirimu, aku tak mengenalmu, kau datang bagai benang kusut yang membelit erat sisi hatiku. [Dewasa] [Uchiha Sasuke X Hyuuga Hinata][Status: Republish-2021] [END]
