"LULLABY "
"Jadi, aku tidak ikut, ya?" Emerald itu kecewa.
"Tidak, Sakura tetap di Desa membantu Shizune," jemari lentiknya membolak-balik dokumen, "sementara Shizune akan fokus pada kesehatan Hinata," ditatapnya Sasuke, seolah ia berkata, 'dia sakit karena dirimu.'
Tatapan yang sama dilontarkan Naruto dan Sakura, mereka cukup mengerti situasinya, yang bikin syok, mereka tak menyangka itu dilakukan oleh sahabatnya yang pendiam.
"Pria ini terlalu berlebihan," telunjuk Naruto aktif di depan wajah Sasuke disertai nyengir lebar.
"Baiklah, agar Hinata tidak semakin parah, dan karena telah terbit surat yang ditandatangani oleh Daimyo, maka dengan ini kunyatakan bahwa Uchiha Sasuke akan menerima misi di luar dari project Uchiha."
"Makanya aku bertanya-tanya, ternyata posisiku diambil alih oleh Sasuke," Sakura cemberut.
"Entah siapa yang memberinya ide bertemu Daimyo," Tsunade mendelik ke arah Naruto, tapi pria tan itu buru-buru bergeleng ria.
"Atas inisiatifku sendiri."
"Kenapa semua hal-hal negatif dituduhkan padaku? Aku bukan kambing hitam untuk siapapun."
"Sudahlah, semua sudah terjadi, lagipula leader kalian sedang sibuk, Sasuke akan bertugas melindungi Naruto."
"Aku tidak butuh perlindungan, lagipula siapa leader kami? Ku pikir akulah leadernya."
"Bukan Naruto, leader seven team adalah Kakashi, dan wakilnya adalah Yamato, kau, Sasuke, Sakura, dan Sai hanya anggota biasa."
"Yeah~ anggota biasa...," si slebor itu meniru nada kalimatnya.
Tiba-tiba pintu diketuk dari luar, aura chakranya jelas tidak asing, pria di balik pintu itu baru saja kembali dari misi jangka panjang, sepak terjangnya sangat dinanti-nanti, jam terbangnya setingkat jounin senior, dan tentu level jutsunya adalah A.
"Masuklah, tidak dikunci," kata Shizune.
Rambutnya berwarna coklat gelap dan basah, sepertinya Neji baru saja mengunjungi onsen, aroma sabun herbal terasa di sekitar, wajahnya pun nampak fresh dan bersahaja.
Tak menunjukkan tanda-tanda seorang bunke, kau pasti mengira ia adalah souke. Wajah tampannya berkharisma, matanya setajam elang, dan bibir itu selalu tersenyum pada siapapun, pembawaannya yang tenang membuat orang bertanya-tanya, apa jabatannya di Konoha?
Kain panjang yang menutup keningnya adalah bukti bakti kepada Hyuuga, apapun jabatannya di Konoha, apapun statusnya di clan, Neji layak diperhitungkan dalam jajaran rank A.
Walau pendiam, ia selalu ramah pada siapapun, termasuk junior dan senior. Beberapa orang di sana adalah orang-orang yang tak asing lagi, mereka sering di beri misi bersama. Dulu, sebelum Sasuke kembali, dan Sai belum bergabung di seven team, Neji lah yang selalu mengisi kekosongan orang, jadi ia hafal betul karakter Sakura dan Naruto. Lagipula mereka adalah teman sejak kecil, Naruto bagai saudara, Sakura bagai Adik perempuan, tak perlu sunkan menghadapi mereka.
"Hai, senior," sapa Naruto.
"Apa kabar?" Neji balik menyapa.
"Baik, lama tak berjumpa."
"Onsen, ya?" Tsunade bertanya.
"Iya, saya pikir pergi ke onsen adalah cara terbaik untuk aliran chakra," jawabnya.
KAMU SEDANG MEMBACA
Feel My Soul
Fanfiction[Naruto: Masashi Kishimoto] Aku buta akan dirimu, aku tak mengenalmu, kau datang bagai benang kusut yang membelit erat sisi hatiku. [Dewasa] [Uchiha Sasuke X Hyuuga Hinata][Status: Republish-2021] [END]
