"Josei no ShikyŪ"
Hinata POV
Tangan itu melingkar di pinggangku, dingin, tak bergerak, tak berdaya, seolah pemiliknya mati. Jika diperhatikan dengan seksama, tangan kokoh itu dipenuhi luka kecil-kecil, jelas itu akibat pertarungan, kuku-kukunya terpotong rapi dengan jemari yang seukuran jempol, dia adalah laki-laki berukuran besar, pikirku.
Dia tidak menggunakan selimut, hanya hakama yang menutupi tubuh jangkungnya, dengkuran halus terdengar tipis di telingaku, aroma mint tubuhnya masih tercium jelas, Sasuke bahkan tidak mengaktifkan chakranya, ia tertidur pulas layaknya manusia rapuh.
Sebaliknya, tubuhku tertutup selimut, padahal selimut ini berukuran besar, tapi ia seolah enggan membaginya. Entah sejak kapan ia pulang, aku tak lagi mengingatnya.
Kalimat-kalimatnya terus terngiang di telingaku, mencintai dan tidak mencintai, misi dan bayi Uchiha, Karin, kecemburuan, selingkuh—dan masih banyak lagi, aku pun tak sanggup menjabarkannya. Intinya, ini hanya sebatas misi, dia tak ingin aku mencampuri kehidupan pribadinya karena ini adalah misi.
Aku hanyalah istri pura-pura yang harus pura-pura bahagia di depan orang-orang, aku adalah istri bahagia yang harus rela suaminya berselingkuh, aku adalah istri bahagia yang tidak mengerti sifat suamiku, aku adalah istri bahagia dengan biduk rumah tangga kepalsuan, palsu dengan segala sikap dan kasih sayang, ungkapan cinta hanya trik semata, perhatian demi menarik perhatianku, dan tentu saja rumah kami sering di kunjungi seorang pelacur, dimana pelacur itu melayani suamiku di kamar peraduan kami.
Dia bilang, dia tidak mencintaiku, tapi pagi ini ia merangkul tubuhku erat seolah takut kehilangan, apakah ini juga bagian dari pura-pura?
Bangun, tinggalkan dia, hempas tangannya dari tubuhmu, batinku.
Wajahnya tenggelam dipunggungku, wajah itu bahkan tertutupi rambutku, tapi ia tak peduli, dengkurannya asyik seolah rambut ini bukan penghalang.
Sasuke-san, siapa sebenarnya dirimu?
Sasuke-san, bagaimana perasaanmu terhadapku?
Sasuke-san, apa artinya aku bagimu?
Tanganmu merangkulku layaknya aku adalah milikmu, tak ingin melepaskanku sebagai istri yang paling kau cintai.
Aku sadar ia sadar, ia tak benar-benar tidur. Hendak aku bangun, tapi tangan itu sigap semakin erat.
Aku sadar luka itu tak lagi di sana, tangannya sempurna tanpa bekas sedikitpun. Tangan itu mulai menjamahku. Jemarinya perlahan naik, mencari sesuatu yang selalu membuatnya candu.
Apa yang diinginkan pria di pagi hari? Hanya wanita bodoh yang tak menyadarinya.
Walau tubuhku tertutupi selimut, aku bisa merasakan belaian tangannya ditubuhku. Bermain di sana, memijat perlahan, membuat tempo teratur yang membuat wanita manapun rileks.
Tapi berbeda denganku, aku tak ingin terbuai. Sentuhan ini bukan berdasarkan cinta, melainkan nafsu. Jika aku adalah Karin, apa bedanya? Toh yang penting itu wanita, hanya kebetulan saja aku berbaring di sini, maka jadilah aku sasarannya.
Sasuke bukan laki-laki yang mementingkan hatimu, melainkan sesuatu di balik pakaianmu, setidaknya itulah yang kupelajari selama dua bulan hidup bersamanya.
Dapat ku rasakan bagian vitalnya mulai menegang, diiringi dengan tempo pijatannya yang semakin tak sabaran, aku yakin ia sangat bernafsu.
Wajahnya kini tepat di area perpotongan leherku, nafasnya hangat menerpa, sesekali dikecupnya perlahan. Seolah itu adalah cinta suci, pria baik yang sedang mengundang istrinya bercinta di subuh buta.
KAMU SEDANG MEMBACA
Feel My Soul
Fanfiction[Naruto: Masashi Kishimoto] Aku buta akan dirimu, aku tak mengenalmu, kau datang bagai benang kusut yang membelit erat sisi hatiku. [Dewasa] [Uchiha Sasuke X Hyuuga Hinata][Status: Republish-2021] [END]
