Saat polisi mau angkat bicara tiba tiba pintu ruangan terbuka dan menampakan seorang dokter dengan jas putihnya dan ekspresi yang sulit di artikan.
"Dok gimana keadaan kedua putri saya, mereka baik baik saja kan dok jawab mereka nggak kenapa napa kan" pertanyaan beruntun langsung adiez berikan.
Begitu pula dengan gilang yang menunggu dan berharap kabar baik yang dokter katakan.
Dokter itupun terlihat menghembuskan nafasnya kasar yang membuat adiez dan gilang menatapnya penasaran.
"Mohon ikut ke ruangan saya, kita bicarakan ini di sana mari" ucap sang dokter
"Iyah dok " adiez
"Baik tuan jika sudah ada kalian, saya ijin ke tempat kejadian untuk melakukan evakusi kecelakaan nanti jika ada informasi terbaru pihak kepolisian akan mengabari anda " polisi
"Iya baik pak terima kasih, saya tunggu hasilnya " ucap gilang lalu berjabat tangan setelah itu seorang polisi tadi pun mulai berjalan keluar dari kawasan rumah sakit.
Setelah itupun adiez dan gilang mengikuti langkah dokter menuju ke ruanganya, di sepanjang jalanpun mereka selalu berdoa agar kedua putri tercinta mereka baik baik ajah.
______________
Kedua orang terlihat duduk di bangku ruang tunggu rumah sakit, mereka terlihat sama sama menatap kosong ke depan pikiran mereka masih dengan penjelasan dokter barusan.
Ya adiez dan gilang baru saja keluar dari ruangan dokter dan duduk di kursi ruang tunggu, air mata mereka tak pernah kering dari pipi nya.
Ucapan sang dokter selalu terngiang ngiang di pikiran mereka, sungguh mereka sangat tidak pernah mambayangkan jika akan seperti ini kejadian yang sungguh mengerikan menurut mereka kejadian yang membuat kedua putrinya sekarat dan hampir kehilangan nyawa mereka jika bisa meminta jika waktu bisa di putar kembali mereka tak akan mengijinkan mereka keluar sendirian.
"Kedua putri tuan sama sama dalan kondisi kritis"
"Seperti nya mereka terkena benturan yang keras, terihat dari luka dan banyaknya darah yang keluar dari kepala mereka"
"Kemungkinan besar nona tyara duduk di belakang karna lukanya hanya di kepala dan di siku tangan kanan yang terlihat seperti terkena pecahan kaca "
"Jika nona lesti seperti nya yang mengemudi dan sudah di pastikan berada di kursi bagian depan, lukanya parah seperti nya dadanya terbentur benda keras terdapat luka di tangan dan kedua kakinya yang membuat ia hampir kehilangan nyawanya dan sekarang dalam keadaan koma.
"Kami akan melakukan pemeriksaan lebih lanjut untuk melihat kondisi seluruh tubuh putri anda agar kita tau jika ada luka dalam lainya. "
Penjelasan dan setiap kata yang dokter katakan itu bagai pisau yang memyerang hati gilang dan adiez, orang tua mana yang tak takut tak khawatir dengan kondisi kedua putrinya yang bahkan sedang berjuang agar tetap berada di dunia.
"Dad mommy takutt " cicit adiez
"Daddy juga mom, sembuhkanlah mereka ya Allah " ucap gilang sambil memeluk istrinya itu.
______________
di sebuah ruangan serba putih terlihat seorang gadis mungil yang tertidur dan menutup matanya damai, dengan perban di kepala nya dan berbagai alat alat medis di tubuhnya.
Tak ada pergerakan apapun dari dirinya.
"Apa ia bisa bertahan "?
Haiiii aku beneran rajin kan? 🤣🤣
Makasih yah yang kemaren ngucapin selamat buat aku tapi itu bukan ultah yah bukan, ulang tanggal ajah 🤣tapi kalian best.
Dah lah separt babayyy ✋
KAMU SEDANG MEMBACA
GADIS MANJA
Teen Fictionkisah seorang gadis yang manja dan selalu bikin orang gemas jika melihatnya. langsung baca aja❤
