[Budayakan follow sebelum membaca, karena bakal ada privat secara acak.]
Baca selagi belum unpublish revisi🥰
Alfarezel Khairul Azmi, meskipun dunianya sedang tidak baik-baik saja, dia tidak pernah mengeluh ke siapapun, dan salah satu alasannya yait...
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
"Hah?" Farel yang sedari tadi berdiri secara perlahan terduduk karena tak mampu menopang tubuhnya yang seketika jadi lemas.
Selang beberapa detik, Farel buru-buru ke toilet, dengan sekuat tenaga dia menahan tangisnya yang dia tutupin dengan senyuman ciri khasnya.
Farel masuk ke salah satu toilet yang tidak ada orangnya, kemudian mengunci pintu toilet dan menghidupkan keran air. Farel meluapkan emosinya, matanya memerah yang diikutin dengan air mata yang bercucuran.
Farel memukul kepalanya dengan kedua tangannya, "Kenapa? Kenapa?"
Farel yang tadinya berdiri sekarang perlahan jongkok dengan kedua tangan di kepalanya. Farel kecewa terhadap dirinya sendiri, sampai-sampai dia menyalahkan dirinya secara berlebihan.
Bagi beberapa orang IPA atau IPS tidak ada perbedaan yang signifikan, tapi bagi Farel, IPA adalah hal yang paling ia damba-dambakan.
Kini rencana hidup yang telah ia susun dengan cepat hancur berantakan, Farel membiarkan air matanya bercucuran sebagai wujud luapan emosinya.
"Tok tok tok, apakah ada orang?" tanya seseorang yang berada di depan pintu toilet Farel. Suaranya sedikit familiar di telinga Farel, itu adalah Patrick yang merupakan teman Raya.
Farel segera berdiri dan melihat cermin yang ada di toilet, Farel mengusap air matanya, dan menarik paksa kedua bibirnya untuk menciptakan senyuman.
"Ada," sahut Farel, Farel kemudian membuka pintu toilet.
"Farel?"
Farel tersenyum, "Eee...maaf aku tadi mules banget, jadi agak lama bukanya, kalau gitu aku duluan ya pat," Farel melambaikan tangan kanannya.
🐱🐱🐱
Tok tok tok, "Assalamu'alaikum." Farel mengetuk salah satu pintu yang ada di kantor guru.
"Masuk," ucap guru yang berada di dalam ruangan. Farel pun masuk dan duduk di kursi yang menghadap ke meja guru tersebut.
"Maaf Bu mengganggu waktunya, maksud tujuan saya disini ingin bertanya, maaf sebelumnya agak lancang, boleh minta penjelasan format penilaian untuk masuk jurusan IPA dan IPS nggak?"
"Lah mana saya tau, kok tanya saya." Jawab guru tersebut dengan santai.
"Kok ada ya guru seperti ini," batin Farel. Mata Farel pun tertuju ke salah satu tulisan yang ada di atas meja guru tersebut. "Sri Ayu Purbasari, jabatan Bendahara—hm, pantes aja nggak tau," batin Farel. "Ee—maaf Bu ternyata saya salah masuk ruangan," ucap Farel, dengan kepala yang ditundukkan.