27-Menjemput takdir

200 48 16
                                        

Kak Asya yang baru sampai ke kantor polisi langsung duduk disampingnya Farel

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

Kak Asya yang baru sampai ke kantor polisi langsung duduk disampingnya Farel. Farel menoleh pada kak Asya, kak Asya juga ikut menoleh pada Farel. Mata penuh harapnya dia curahkan pada kak Asya. Farel menggelengkan kepalanya beberapa kali, "kak, aku nggak salah, aku nggak salah," ucap Farel terisak.

"Wali saudara Farel?" Tanya polisi tersebut pada kak Asya.

Kak Asya memalingkan hadapannya dari Farel ke polisi tersebut, "iya benar, pak," jawab kak Asya, polisi pun menceritakan kronologinya.

"Pak, aku nggak salah, aku punya buktinya kok," tegas Farel.

Polisi tersebut mendongakkan kepalanya, "mana?" Tanya Polisi tersebut.

Farel mengeluarkan ponselnya dan menyalakannya, lalu memutar sebuah rekaman, "aku nggak salah kan, pak?"

Polis tersebut menoleh pada ibunya Tanisha, "bagaimana bu? Mau dilanjutkan atau berdamai secara kekeluargaan," tanya polisi tersebut pada ibunya Tanisha.

Ibu Tanisha mendekati Farel, "maafin tante ya, Rel, tante gak dengerin penjelasan Farel terlebih dahulu, Farel mau kan berdamai?" Bujuknya.

Farel mengangguk sebagai jawabannya, Farel tahu bagaimana perasaan seorang ibu ketika anaknya kenapa-napa. Farel kemudian menandatangi surat perdamaian.

Setelah permasalahan tersebut terselesaikan, Farel dan kak Asya keluar dari kantor dan hendak akan pulang. Kak Asya yang sedari tadi kelihatan menahan emosinya kini akhirnya dia keluarkan.

Kak Asya berhenti sejenak, "jadi selama ini kamu ngajar?" Tanya kak Asya datar. Farel terhenti dan berbalik menghadap kak Asya.

"I-iya kak," jawab Farel gelagapan.

"Gue gak pernah nyuruh lu untuk cari duit, Rel! Gue masih bisa ngebiayain semuanya!" Seru kak Asya dengan suara mulai meninggi.

Mendengar ucapan dari kakaknya membuat mata Farel berkaca-kaca kembali, "Kak, bisakah dukung Farel sekali saja, sekali saja, kak. Kenapa setiap yang Farel lakukan seolah-olah semuanya selalu salah? Kenapa, kak?" Farel yang sekarang lagi di titik terendahnya, yang harusnya disemangatin malah tanpa sadar dibikin down oleh kakaknya. Farel pergi meninggalkan kak Asya dan hendak akan menaiki angkot menuju ke rumah Tanisha untuk mengambil motornya. Setelah mengambil motornya, dia langsung kembali ke kosnya untuk healing sejenak.

🐱🐱🐱

Farel berbaring di tempat tidurnya, air matanya tidak henti-hentinya mengalir membasahi bantalnya. Farel kemudian meraih ponselnya dan hendak akan menelepon Adnan dari aplikasi chat. Namun, matanya tertuju pada isi chat yang dikirimkan oleh Adnan.

Adnan IPS 1

Adnan IPS 1

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
ALFAREZEL [SELESAI]Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang