11-Gemes banget ih

212 194 94
                                        

Selamat malam minggu🥰

Seperti biasa sebelum baca, luangkan waktunya sebentar untuk ngevote dan komen sebanyak-banyaknya 🥰

Farel mengelus lembut puncak kepala kucingnya, "yang nurut ya dengan dokternya, jangan nakal," ucap Farel pada kucing yang sekarang masih larut dalam mimpi indahnya

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

Farel mengelus lembut puncak kepala kucingnya, "yang nurut ya dengan dokternya, jangan nakal," ucap Farel pada kucing yang sekarang masih larut dalam mimpi indahnya.

Setelah mengantarkan kucingnya ke dokter hewan, Farel mampir terlebih dahulu ke supermarket untuk membeli kebutuhannya.

"Wah!" Ucap Farel, mata Farel berbinar-binar ketika melihat rak perlengkapan kucing.

"Eh? Lagi diskon!"

"Meski kucing-kucing itu suka banget dengan ini, aku harus berhemat! Tapi, apa sekalian beli banyak aja ya?" Farel bertanya-tanya pada dirinya sendiri, Farel seolah-olah terhipnotis setiap masuk ke tempat perlengkapan kucing.

"Eh, bukannya yang ini waktu itu sudah habis, ternyata sudah ada stok lagi."

"Wow! Ini produk baru."

"Kucing-kucingku pasti akan suka! Apa aku beli ini aja?" Farel melihat rak yang satunya. "Ah, jangan! Ini produk baru, belum tentu mereka doyan, lain kali aja dah."

"Oh iya. Ini kan sudah habis beberapa hari yang lalu. Aku harus beli ini." Setelah melihat rak makanan, Farel beralih ke rak mainan. "Eh? mainan ini! Katanya bagus banget, apa aku beli mainan ini aja?" Lanjut Farel.

"Arghhh...Banyak banget yang mau aku beli..." Ucap Farel, Farel bingung mau pilih yang mana, sebab di mata Farel semuanya tampak bagus.

"Bodo ah! Aku mau borong semuanya." Farel segera mengambilnya dan mendekap barang-barang tersebut untuk di bawa ke kasir.

Pemilik toko tampak memperhatikan Farel sedari tadi, dia terlihat gembira ketika bertemu pembeli yang seperti Farel.

🐱🐱🐱

Farel kemudian keluar dari supermarket dengan membawa sekantong kresek hitam berukuran besar yang berisi barang belanjaannya.

"Gawat!" Ucap Farel dengan suara yang sedikit meninggi, "aku kan ke supermarket untuk belanja kebutuhanku, tapi aku malah cuma belanja kebutuhan para kucing." Lanjut Farel.

"Hm, nggak apa-apa lah..., Hehe mereka pasti suka," ucap Farel dengan senyuman tipis yang terbentuk dari bibirnya.

"Fa—Farel," panggil seseorang dari belakang punggungnya.

Farel membalikkan badannya untuk mengetahui titik suara yang memanggilnya.

"Eh—Raya," ucap Farel, Farel kaget ternyata yang memanggilnya ialah Raya.

"Dari ngapain Ray?" Tanya Farel basa-basi, sesungguhnya Farel tidak bisa membuka topik duluan.

"Dari beli camilan nih, lu sendiri?" Tanya Raya balik, "kayak banyak banget yang di beli," lanjut Raya.

ALFAREZEL [SELESAI]Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang