[Budayakan follow sebelum membaca, karena bakal ada privat secara acak.]
Baca selagi belum unpublish revisi🥰
Alfarezel Khairul Azmi, meskipun dunianya sedang tidak baik-baik saja, dia tidak pernah mengeluh ke siapapun, dan salah satu alasannya yait...
Yuk semangat komennya, jika tembus 250 komen dalam 3 hari langsung up next chapter🥰
BAB INI MEMUAT KONTEN KEKERASAN. BAGI PEMBACA YANG MASIH DI BAWAH UMUR ATAU TIDAK NYAMAN DENGAN KONTEN TERSEBUT, MOHON KEBIJAKSANAANNYA DALAM MEMBACA.
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Beberapa menit setelah bel pulang berbunyi...
Yoga dan Lina mampir terlebih dahulu ke kantin karena kelaparan, Yoga menyuruh Lina untuk memesan makanan.
Saat Lina sedang memesan makanan, Yoga diam-diam membuka ponsel milik Lina dan mencari kontak seseorang.
Farel teman ayang
Rel Gue mau ngomongin sesuatu tentang ayang Bisa ketemuan di rooftop sekarang? Gue tunggu
Oke aku sekarang ke sana ya Lin
Read
Yoga buru-buru menghapus isi chat-nya agar rencananya berjalan dengan baik, dia berpikir keras untuk mencari alasan pada Ayangnya biar tidak di curigai.
Setelah memesan makanan, Carolina membawa makanannya ke meja, akting Yoga pun di mulai.
"Arghhhh," ucap Yoga sambil memegang perutnya.
Lina segera mendekati Yoga, "Yang?" Tanya Lina panik.
"Gatau sakit banget perutku Yang, gue ke toilet dulu ya Yang,"
"I—iya buruan," jawab Lina.
Selepas mendapatkan persetujuan Ayangnya, Yoga pun buru-buru meninggalkan kantin. Yoga kemudian berhenti setelah tempatnya menurut dia sudah aman, dia lalu menyalakan ponselnya.
Ayang😘😘😘
Yang maaf banget gue pulang duluan Sakit banget Gapapa kan? Yang?
Hm, ini makanannya gimana Yaudah jangan lupa berobat dan istirahat.
Iya yang😘 Read
Setelah mengirimkan chat Ayangnya, Yoga pun mengirimkan chat ke gang-nya untuk mengatur rencana.