[Budayakan follow sebelum membaca, karena bakal ada privat secara acak.]
Baca selagi belum unpublish revisi🥰
Alfarezel Khairul Azmi, meskipun dunianya sedang tidak baik-baik saja, dia tidak pernah mengeluh ke siapapun, dan salah satu alasannya yait...
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
"Aaaa goblok banget!" Seru Farel pada dirinya sendiri, karena kesal atas perbuatannya sendiri, Farel tanpa sadar menendang ujung ranjang tempat tidurnya, "arghhhhh," Farel terduduk dan memegang kakinya yang sakit. "Gimana? mau alasan apa dengan kak Asya dengan keadaan ku begini? Arghhh goblok banget."
Farel berdiri perlahan dan mencoba berjalan tanpa menggunakan tongkatnya, "arghh, ayo Rel lu pasti bisa, ayo coba lagi," Farel menguatkan dirinya.
Farel sepanjang malam terus berlatih berjalan seperti anak kecil yang belajar berjalan.
🐱🐱🐱
Sembari menunggu antrian, Farel dan Kak asya duduk di kursi biru yang telah disediakan.
Pandangan kak Asya tanpa sadar tertuju pada kaki Farel, "kenapa kaki lu?" Tanya Kak Asya.
"Terkilir saat main futsal kak," jawab Farel dengan kebohongan.
"Mana liat" Farel menunjukkannya pada kak Asya.
Plak, kak Asya menepuk kaki Farel, "Aaa sakit kak."
Farel kemudian memalingkan pandangannya dan melihat suasana di sekitarnya, Farel tanpa sengaja melihat sosok yang cukup Familiar di matanya.
"Papa? Kak itu papa kan?" Farel menunjukkan ke suatu ruangan.
"Mana, nggak ada orang tuh," jawab Kak Asya.
"Tadi kak, tapi udah masuk ruangan itu kak," ucap Farel, dia berusaha menjelaskan kalau yang di liat itu benar. "kok cewek itu kayak nggak asing ya" batin Farel.
"Mungkin salah liat kali, lu kan rabun haha," ucap Kak Asya mengejek.
"Hm"
"Nomor antrian 12," bunyi dari dari pengeras suara.
Kak Asya berdiri dan menuju tempat administrasinya dan memberikan berkas, setelahnya baru naik ke lantai 2 menuju ruang poli mata.
Setelah sampai di depan ruang praktik mata, Farel dan Kak Asya duduk sambil menunggu giliran.
Mereka kemudian menunggu beberapa menit hingga akhirnya giliran Farel, Farel masuk ke ruangannya kemudian duduk di samping dokter dan menunggu arahan dari dokternya.
Dokter memakaikan kacamata yang tidak ada lensanya pada Farel, "coba baca yang ada pada di dinding tersebut," pinta Dokter tersebut.
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.