13. Indah

61 7 3
                                        

Happy Reading
💚


Johnny menarik Yeri masuk ke dalam kamar nya. Mereka duduk di sofa kamar, dan saling tidak melihat. Johnny masih malu dengan apa yang ia lakukan pada Yeri.

Begitupun dengan Yeri, ia masih menundukan kepala nya sambil melihat tas kecil berisi kimbab yang ia buat. Mau tidak mau Yeri yang harus memulai percakapan. Yeri ingin langsung memberikan pada Johnny lalu pulang ke rumah.

"Hmm...Johnny-ssi" sapa Yeri

Johnny perlahan melihat ke arah Yeri, masih belum berani untuk menjawab sapaan Yeri.

"Ini, aku bawakan kau sedikit makanan. Jangan berekspetasi tinggi, aku hanya bisa memberikan mu ini. Kau boleh tidak memakan nya jika tidak suka." Kata Yeri sambil menyodorkan kotak bekal pada Johnny.

Johnny menatap kotak bekal itu lalu tersenyum. Yeri sedikit mendapatkan harapan bahwa Johnny akan menyukai pemberian nya. Johnny mengambil kotak bekal itu dan melihat isi nya. Johnny terkesan dengan masakan Yeri, ia tidak menyangka Yeri mau membuatkan makanan untuk nya.

"Akan aku makan" kata Johnny sambil mengambil sumpit, kemudian memasukan satu potong kimbab kedalam mulut nya. Bagi Johnny rasanya sangat enak, Johnny menundukan wajah nya sambil tersenyum

"Ada apa? Apa rasa nya tidak enak?" Tanya Yeri

Johnny melihat Yeri sambil masih mengunyah makanan nya. Seperti nya harapan Yeri terwujud, Johnny menyukai masakan nya.

"Ini sangat enak Yeri. Kau memang anak Ibu mu"

"Hmm? Apa hubungan nya?" Bingung Yeri

"Sama-sama pandai memasak." Kata Johnny sambil tersenyum. Yeri tersipu malu mendengarnya. Tidak menyangka bahwa Johnny akan menyukai masakan nya.

"Kalau begitu aku pulang dulu John, ini sudah malam dan kau juga ada urusan. Maaf kalau aku datang tanpa memberitahu dulu. Aku pamit pulang ya " kata Yeri sambil berdiri dari duduk nya.

Johnny langsung memegang tangan Yeri, mencoba untuk menghentikan nya. Johnny menaruh kotak bekal yang ada di pangkuan nya di sofa kemudian ikut berdiri.

"Tidak, kau menginap di sini saja"

"Ye? Tidak mungkin John, aku tidur di..."

"Di kasur ku" putus Johnny.

Yeri mengelengkan kepala nya. "Tidak Johnny, kau pasti akan lelah setelah acara mu selesai. Lebih baik aku pulang"

"Tidak, ini sudah malam. Tidurlah di kasur ku." Johnny menarik tangan Yeri menuju tempat tidur nya. Johnny masih takut dengan kejadian tadi, Johnny tidak ingin Yeri di rumah sendirian.

Johnny menuntun Yeri untuk tidur di kasur nya dan menarik selimut untuk menyelimuti badan Yeri. Johnny duduk di samping Yeri membuat Yeri makin canggung

"John, aku benar-benar tidak apa-apa. Sungguh. Aku bisa pulang dengan bis sekarang" ucap Yeri.

Johnny menepuk-nepuk pelan tangan Yeri "aku juga benar-benar tidak apa-apa Yeri" jawab Johnny.

Yeri menyerah, Johnny memang susah untuk di kalahkan, Yeri menilai bahwa Johnny orang yang sulit untuk mengubah keputusan nya.

Cukup lama dengan posisi itu, membuat Yeri menutup mata nya, ia juga cukup lelah hari ini. Johnny yang melihat Yeri sudah tertidur merasa lega. Ia menyingkirkan rambut Yeri yang menutupi wajah nya

"selamat tidur" kata Johnny. Ia bangkit berdiri, mengambil kotak bekal milik Yeri yang ada di sofa dan keluar dari kamar.

🐱

JOHNNY'S CHOICECerita yang bikin terobses. Temukan sekarang