Happy Reading
💚
Yeri sadar bahwa Johnny sudah tidak ada di sampingnya, Yeri makin bingung dengan situasinya sekarang. Yeri menutup wajahnya dengan kedua tangan nya, mencoba untuk meredakan tangis nya tapi tidak bisa.
"Ibu...Ibu ..tunggu aku sebentar ya Ibu, aku ingin mencari Johnny sebentar" kata Yeri sambil terus menangis. Yeri sadar bahwa Ibu nya tidak akan mendengar nya, tapi Yeri tetap mengatakan nya. Yeri berusaha bangkit, menghapus air mata nya dan berjalan keluar dari rumah nya.
Ia melakukan hal yang sama dengan Johnny, melihat ke arah kanan dan kiri jalan, mencoba untuk menebak ke arah mana Johnny pergi. Hanya mobil Johnny yang ia lihat, masih diam di depan rumah nya.
"Johnny...Johnny..." panggil Yeri dengan suara kecil, sepertinya Yeri sudah tidak memiliki tenaga untuk berbicara.
Perlu beberapa waktu hingga Yeri menemukan Johnny dan beberapa orang yang ia yakini yang membunuh Ibu nya di lapangan dekat rumah nya.
"Johnny"
🐱
Johnny tidak melepaskan pandangan nya dari Kai, emosi nya benar-benar sulit di tahan. Kai maju perlahan, seluruh badan nya sedikit sakit akibat tinjuan Johnny. Para rentenir itu masih menodongkan pisau nya ke arah Johnny.
"Kau hebat Johnny Suh. Kenapa kau tidak bergabung dengan ku saja?" Tanya Kai
"Kau yakin, ingin memasukan singa ke rumah mu?" Tanya Johnny
"Kau tidak takut jika kau di gigit?"
Kai tersenyum licik "Tapi, bagaimana jika aku bisa menjinakan singa itu?"
"Kau tidak akan mungkin bisa menjinakan singa ini, karena kau sudah berhasil membunuh keluarganya."
"Apa kau pernah melihat singa tunduk dengan pembunuh keluarga nya?"
"Hahaha....memangnya apa yang bisa singa itu lakukan?"
Tanpa aba-aba Johnny mengambil pistol dari jas nya dan menondongkan nya pada Kai, tatapan Johnny tidak terlihat sedikit pun keraguan untuk membunuh.
"Ini salah satu yang bisa ia lakukan" Johnny bersiap untuk menarik pelatuk pistol nya hingga terdengar suara Yeri.
"JOHNNY!!!!" teriak Yeri berlari ke arah Johnny. Yeri memegang tangan Johnny mencoba untuk menghentikan tindakan nya.
"Tidak Johnny tidak, kau tidak boleh begini, jangan lakukan."
Johnny tidak mengubah posisi nya sama sekali, mata nya tidak bergerak sama sekali. Di otak nya hanya ingin membunuh Kai sekarang juga.
"Ayo lakukan..." goda Kai
"Tidak Johnny tidak, aku mohon Johnny, jangan lakukan ini" pinta Yeri sambil menangis.
Johnny melihat ke arah Yeri, mencoba untuk meredakan emosi nya demi Yeri, ia bisa saja membunuh Kai saat ini, namun hal ini akan membuat Yeri semakin frustasi.
Johnny menutup mata nya, mencoba mengubur semua emosi nya, dan perlahan menurunkan pistol nya. Johnny menggenggam tangan Yeri dan menarik nya kebelakang tubuh nya.
"Pergi kau...sebelum aku mencabut nyawa mu"
Kai menundukan wajah nya sambil tertawa, ia tau bahwa Johnny tunduk pada Yeri.
"Ternyata ini kelemahan mu, terimakasih sudah memberitahu." Kata terakhir dari Kai sebelum ia membalikan badan nya dan masuk ke dalam mobil diikuti para pengikut nya.
Mobil Kai sudah pergi dari lapangan itu, dan menyisakan Yeri dan Johnny di sana.
🐱
