14. Cinta

75 10 0
                                        

Happy Reading
💚


Mereka masih di posisi yang sama untuk beberapa menit. Johnny masih menyentuh mata Yeri dengan jari nya, belum berpindah sedikit pun.

"Aku takut kau mengatakan itu lagi" kata Yeri.

"Hmm...? Mengatakan apa?" Tanya Johnny sambil masih melihat mata Yeri.

"masih nyaman di atas ku?" Kata Yeri sambil meniru gaya bicara Johnny. Mendengar kalimat itu membuat Johnny tertawa, Johnny ingat waktu ia mengatakan itu.

"Lalu, kau masih nyaman di atas ku?" Tanya Johnny.

Yeri memandang mata Johnny dengan tersenyum, lalu ia memjawab "aku masih nyaman, sangat nyaman."

"Tapi aku berat, aku tidak ingin badan mu sakit."

Johnny menurunkan telunjuk nya ke hidung Yeri, membuat Yeri melihat ke arah telunjuk Johnny.

"Kalau begitu, tetap disini."

Jawaban Johnny membuat Yeri kembali melihat wajah Johnny. Tangan Johnny menjauh dari wajah Yeri dan berpindah ke punggug Yeri. Tangan Johnny mendorong badan Yeri agar memeluk badan Johnny.

Yeri menikmati apa yang Johnny lakukan, pria itu mengeratkan pelukan nya, menaruh kepala nya di pundak Yeri, begitupun dengan Yeri yang menaruh kepala nya di pundak Johnny, Yeri dapat mencium aroma rambut Johnny.

"Aku tidak tau pasti, apa yang terjadi di dalam diriku, tapi setiap melihat mu, rasa ingin melindungi dan mencintai selalu menghampiri ku". Kata Johnny.

Yeri terpaku mendengar perkataan Johnny. Yeri tidak bisa berkata apapun, Yeri takut kalau Johnny merasakan detak jantung nya sekarang.

"Maaf bila perkataan ku menganggu mu, tapi aku ingin mengatakan sesuatu." Kata Johnny

Yeri menaikan badan nya lagi untuk melihat wajah Johnny. Tangan Johnny menyentuh pipi Yeri "Mungkin aku sudah jatuh pada mu" lanjut Johnny.

Yeri melihat kejujuran di mata Johnny, kondisi ruangan yang gelap tidak menghilangkan sinar mata Johnny. Yeri percaya pada perkataan Johnny, pria yang ia lihat sekarang adalah pria yang baik.

"Aku juga Johnny-ssi" jawab Yeri dengan senyum terbaik nya. Hati Johnny sangat gembira mendengar itu, tanpa aba-aba Johnny mengangkat badan Yeri sambil berdiri dari duduk nya, membuat tangan Yeri otomatis berada di leher Johnny.

Yeri terkejut dengan apa yang di lakukan Johnny, namun Yeri hanya terdiam sambil masih melihat wajah pria itu.

Johnny jalan perlahan membawa Yeri ke sofa panjang di dekat nya dan menaruh badan Yeri perlahan di sana. Kini posisi Johnny berganti di atas Yeri, dengan tangan Johnny bertumpu di sofa agar tidak memberatkan Yeri.

"Boleh aku mencium mu?" Tanya Johnny.

Yeri sempat diam beberapa detik, kemudian membalas pertanyaan Johnny "Kau tidak perlu ijin pada ku. Apa yang ada di aku, menjadi milikmu sekarang." Jawab Yeri.

Johnny tersenyum gembira sampai memperlihatkan gigi nya, dan perlahan Johnny memajukan wajah nya, hingga bibir nya menyentuh bibir Yeri dengan sempurna. Yeri menutup mata nya, merasakan bibir Johnny yang melumat bibir nya dengan lembut.

Tangan Yeri memeluk leher Johnny, membuat Johnny semakin mudah melumat bibir Yeri. Tangan Johnny memegang pipi Yeri, membantu mengatur pergerakan bibir nya di sana.

Yeri merasakan diri nya seperti melayang, karena merasakan kasih sayang dari Johnny, hingga Johnny menarik bibir nya perlahan dari bibir Yeri. Membuat mata mereka saling terbuka dan bertemu kembali.

JOHNNY'S CHOICECerita yang bikin terobses. Temukan sekarang