19. Kesempatan

55 8 0
                                        

Happy Reading
💚


Yuta berhentu di depan Johnny, wajah nya masih menunduk sambil tersenyum. Kali ini Yuta benar-benar akan menghentikan Johnny, bagaimana pun cara nya.

"Berhenti sampai di sini John" kata Yuta dengan mengangkat kepala nya, menatap Johnny.

"Serahkan sisa nya untuk ku" lanjut Yuta

"Menyingkir dari jalan ku" Kata Johnny.

Alis Yuta menyatu memperhatikan wajah Johnny "Apa kau sedang tidak baik-baik saja?" Kata Yuta sambil tertawa.

Johnny tidak merespon, ia menyingkirkan badan Yuta, namun dengan cepat Yuta menarik badan Johnny dan memberikan tinjuan pada perut Johnny.

Diakibatkan tinjuan Yuta membuat Johnny mundur beberapa langkah sambil memegang perut nya.

"Sudah ku bilang, biar aku yang menyelesaikan nya bukan? Kau tidak mampu Johnny!"

Johnny mengepalkan tangan nya menahan emosi nya yang semakin meningkat.

"Aku...beri kau 1 kesempatan... untuk pergi Yuta...sebelum aku... benar-benar membunuh mu" kata Johnny.

"Mari kita liat apa yang bisa kau lakukan." Yuta menarik kerah Johnny, ingin memberikan tinjuan nya yang kedua namun dengan cepat Johnny menyingkirkan tangan nya, dan berbalik meninju wajah Yuta.

Yuta jatuh ke lantai, menahan sakit di wajah nya. Sudut bibir nya mengeluarkan darah. Tinjuan Johnny memang tidak main-main.

Tidak berhenti sampai di situ, Johnny menaiki badan Yuta yang masih tergeletak di lantai, kemudian memberikan tinju nya berkali-kali.

Yangyang keluar dari kamar Yuta, dan mata nya membulat melihat Yuta di hajar oleh Johnny tanpa ampun.

"Johnny Hyung...! Hentikan hyung, hentikan!" Kata Yangyang sambil menarik badan Johnny, namun usaha Yangyang sia-sia, Johnny mendorong badan Yangyang yang membuat Yangyang ikut terjatuh.

"Johnny hyung, tolong hentikan, kalau tidak Yuta hyung bisa mati Hyung!" Teriak Yangyang, namun tidak di respon sama sekali oleh Johnny.

Johnny berhenti meninju Yuta dengan nafas yang tersengal-sengal. Ia mengambil pistol yang ada di kantong celana nya dan langsung menodongkan nya tepat pada kepala Yuta

"Tidak Hyung! Jangan Hyung!!" Teriak Yangyang.

Yuta tidak bisa berkutik, hanya bisa diam sambil menahan rasa sakit di seluruh badan nya.

"Berjanjilah hanya sekali ini saja Johnny"

Tiba-tiba Johnny teringat oleh perkataan Yeri, Johnny tidak boleh membunuh orang selain Kai. Ia memegang erat pistol nya, menahan perasaan nya yang ingin menarik pelatuk pistol itu sekarang juga.

Lucas dan Taeyoung datang dan melihat Johnny yang sudah menodongkan pistol nya kepada Kai.

"John, hentikan John!!" Teriak Lucas sambil menarik badan Johnny di bantu dengan Taeyoung. Yuta masih terkapar di lantai sambil meringis kesakitan.

"Kau harus ingat hyung, kita di sini untuk tujuan apa. Kau harus mengejar Kai!"

Johnny menutup mata nya dengan nafas nya yang tersengal-sengal karena menahan emosi nya.

"Sadar Hyung, kau tidak boleh begini!" Kata Lucas

Johnny membenarkan posisi untuk berdiri dengan tegak, membuka mata nya perlahan dan mengatur nafas nya kembali. Ia memasukan kembali pistol nya ke dalam kantung celana nya.

"Aku minta kalian untuk urus laki-laki penggangu ini, aku pergi dulu."

"Iya Hyung, serahkan pada kami". Jawab Taeyoung

Johnny melihat Yuta dengan mata penuh emosi nya sebelum ia pergi dari lorong itu.

🐱

Johnny sudah sampai di basement, di tunggu oleh Jaehyun dan Mark. Haechan sedang menggambil mobil lain, karena mereka hanya membawa 1 mobil saat pergi ke Hotel.

"Informasi dari informan ku, mereka melihat plat mobil Kai menuju pelabuhan. Sepertinya ia ingin pergi sekarang" kata Jaehyun sambil melempar kunci pada Johnny.

Johnny menangkap kunci itu dan langsung masuk ke mobil "baik, aku berangkat sekarang"

Johnny langsung menancap gas mobil nya dan langsung mengejar mobil Kai.

Dipikiran Johnny sekarang hanya bagaimana cara nya untuk membunuh Kai secepat mungkin. Ia harus mengendarai mobil nya dengan cepat, karena ia tertinggal jauh dengan Kai karena Yuta.

"Wajah Johnny Hyung benar-benar berantakan" khawatir Mark.

"Doakan saja semoga dia selamat dan berhasil" kata Jaehyun.

🐱

Yeri sampai di depan gedung Hotel yang penuh dengan orang. Kejadian itu membuat semua penghuni Hotel takut dan buru-buru keluar dari Hotel.

Yeri menghampiri Joy yang sedang menunggu nya di depan gedung.

"Dimana Johnny?" Tanya Yeri panik

"Aku juga tidak tau Yeri, aku tidak melihat nya setelah kejadian tadi."

Yeri menutup wajah nya dengan kedua telapak tangan nya. Yeri mengambil kembali ponsel nya, mencoba untuk menekan nomor Johnny, namun tanpa sengaja pandangan Yeri melihat Haechan keluar dari mobil MPV dan di hampiri oleh Lucas, Taeyoung, Jaehyun dan Mark.

Tanpa buang-buang waktu, Yeri langsung lari ke arah mereka.

"Hey!! Kau mau kemana?" Joy mengikuti jalan Yeri di belakang nya.

Mark menyatukan alisnya, melihat Yeri yang sedang lari ke arah mereka.

"Bukankah itu Yeri?" Pertanyaan Mark membuat semua mata melihat ke arah mata Mark.

"Apa Johnny Hyung bilang kalau dia ke sini?" Binggung Haechan

"Itu tidak mungkin." Kata Lucas.

Yeri berhenti di depan mereka dengan nafas tersengal-sengal. "Dimana Johnny?" Pertanyaan pertama yang keluar dari Yeri.

Mereka hanya diam, tidak menjawab pertanyaan Yeri, membuat pikiran Yeri makin kalut.

"DIMANA JOHNNY?!" Tanya Yeri dengan perasaan gusar.

Air mata Yeri mulai mengalir, melihat teman Johnny hanya diam tidak menjawab.

"Tenang Yeri, Johnny baik-baik saja" kata Jaehyun sambil memegang pundak Yeri.

Yeri menepis tangan Jaehyun "Kalau begitu, katakan dia dimana? Apa yang kalian lakukan di sini?"

Sulit untuk mereka menceritakan semua nya, namun Yeri terus menekan mereka untuk bercerita.  Hingga akhirnya Jaehyun memutuskan untuk mengatakan rencana Johnny pada Yeri.

Yeri menggelengkan kepala nya, pikiran nya sangat kalut. Kenapa Johnny tidak menceritakan semua nya pada Yeri? Ia tau alasan nya, karena jika Johnny mengatakan nya sekarang, maka Yeri tidak akan setuju.

Yeri menangis sambil menutup wajah nya, dia tidak menyangka menjadi kekasih Johnny akan merasakan hal seperti ini.

"Jangan khawatir Yeri, Johnny bukan orang lemah, kami sangat mengenal nya." Kata Lucas.

"Lebih baik kau ikut dengan kami untuk menyusul Johnny Hyung." Kata Haechan.

Yeri menghapus air mata nya dan mengangguk dengan cepat.

"Aku mau, tolong bantu aku menyusul Johnny."

"Masuklah kedalam mobil" ajak Taeyoung


To Be Continued
💚

JOHNNY'S CHOICETempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang