Happy Reading
💚
Yeri masuk ke kamar dengan membawa kompres dan semangkuk bubur untuk Johnny. Yeri melihat Johnny sudah berganti pakaian dan tidur di kasur nya.
Gadis itu menaruh kompres dan bubur di meja samping tempat tidur, kemudian merekatkan selimut di badan Johnny, berharap Johnny cepat sembuh.
Merasakan kedatangan Yeri, membuat Johnny membuka mata nya perlahan, melihat Yeri duduk di samping nya membuat hati Johnny senang.
"Yeri..."kata Johnny sambil memegang tangan Yeri.
"Kau harus makan bubur Johnny. Kau harus mengisi perut mu dan minum obat"
Johnny menggelengkan kepala nya "Tidak Yeri, aku tidak lapar."
"Makan lah sedikit Johnny, demi aku." Minta Yeri.
Johnny berusaha tersenyum untuk Yeri, melihat ketulusan Yeri membuat Johnny luluh. Johnny mengganggukan kepala dan membuat Yeri merasa lega. Yeri mengambil mangkuk isi bubur di atas meja dan menyuapkan nya perlahan.
"Tidurlah di samping ku." Minta Johnny
Yeri terdiam dengan masih membawa sendok berisi bubur di tangan nya. Perkataan Johnny mampu membuat Yeri gugup.
"Tapi kau belum selesai makan Johnny."
Johnny mengambil mangkuk bubur yang ada di pangkuan Yeri, kemudian ia letakan di meja samping tempat tidur. Johnny menepuk-nepuk kasur di sebelah nya memberi isyarat untuk Yeri tidur di situ.
Awal nya Yeri tidak yakin, namun melihat Johnny yang sakit membuat Yeri tidak tega. Ia ingin menemani Johnny untuk bisa memberi sedikit semangat.
Akhirnya Yeri berdiri dan berjalan ke arah kasur sebelah Johnny. Pria itu menarik tangan Yeri untuk tidur di samping nya kemudian memeluk Yeri dengan erat. Johnny meletakan dagu nya di atas kepala Yeri, menikmati harum rambut Yeri.
"sangat nyaman" kata Johnny.
"Apa aku tidak mengganggu istirahat mu?" Tanya Yeri.
Johnny makin mengeratkan pelukan nya "Tidak sayang." Jawab Johnny
"Suhu badan mu panas sekali Johnny, makan mu juga sedikit, kau juga belum minum obat. Bagaimana bisa kau sembuh?"
"Ternyata kekasih ku ini bawel sekali ya"
"Johnny...!!!" Kata Yeri sambil melonggarkan pelukan nya.
Johnny menatap wajah kesal Yeri dengan gemas, ia mengecup singkat bibir Yeri, membuat Yeri membulatkan mata nya karena kaget.
"Sudah ku cium, jangan marah lagi ya" kata Johnny.
"Aku tidak marah Johnny, aku hanya khawatir dengan mu. Kau sibuk dari kemarin, tidur mu juga tidak nyenyak karena ada aku, dan akhirnya kau sakit. Bagaimana bisa aku tidak khawatir?" Jelas Yeri.
Johnny memegang salah satu pipi Yeri, membuat Yeri bisa merasakan hangat nya tangan Johnny karena demam.
"Selama ada kau, aku tidak butuh yang lain Yeri-a"
"Jadi permintaan ku hanya satu, jaga baik-baik dirimu."
Yeri menatap mata Johnny lekat-lekat, tidak menyangka ia menemukan laki-laki seperti Johnny di hidup nya. Yeri menundukan kepala nya, tidak melihat Johnny lagi.
"Seharusnya aku yang bilang seperti itu Johnny. Jangan memikirkan ku terus, kau harus memikirkan dirimu sendiri. Kesehatan mu, kebahagiaan mu, itu semua harus kau utamakan, bukan aku."
"Sudah banyak hal yang kau lakukan untuk ku, itu sudah lebih dari cukup Johnny."
Johnny kembali memeluk Yeri, memberikan rasa hangat untuk Yeri, merasakan kenyamanan yang belum Johnny rasakan sebelumnya.
"Kaulah kebahagiaan ku Yeri."
"Berhenti mengatakan untuk aku mementingkan hal yang lain, karena kau prioritas ku sekarang." Kata Johnny.
Yeri merasakan debaran yang belum pernah ia rasakan sebelum nya setelah mendengar perkataan Johnny. Tanpa sadar Yeri mengeluarkan air mata nya.
Yeri tidak memiliki keluarga atau teman yang banyak, namun sekarang rasanya sudah cukup. Ia tidak perlu yang lain, karena Johnny sudah sangat cukup untuk nya.
"Iya Johnny, aku mengerti" kata Yeri dalam pelukan Johnny.
"Tidurlah, sekarang sudah jam 3 pagi. Kau akan sakit jika tidak tidur." Kata Johnny sambil menepuk pelan punggung Yeri, membuat Yeri nyaman di pelukan Johnny.
"Hmm... kau juga Johnny"
🐱
Yeri terbangun dari tidur nya tapi belum membuka penuh mata nya, ia merasakan tidak ada nya Johnny di samping nya. Yeri meraba-raba kasur di samping nya dan benar saja Johnny sudah tidak ada di samping nya.
Yeri menganti posisi nya menjadi duduk di kasur. Ia melihat jam di dinding yang menunjukan pukul 07:00 pagi.
Yeri menyingkirkan selimut nya dan keluar dari kamar Johnny.
"Dapur"
kata pertama yang keluar dari mulut Yeri saat keluar dari kamar. Ia menuju ke dapur, berharap Johnny ada di sana, sedang memasak sesuatu untuk mereka, namun nihil. Johnny tidak ada di sana.
Yeri berjalan ke arah meja dapur, dan melihat note di atas tutup saji di atas meja
"Makan yang banyak Yeri. Semoga hari mu menyenangkan"
Yeri membuka tutup saji itu dan melihat Johnny telah memasakan makanan untuk Yeri.
"Kenapa Johnny pergi dan tidak membangunkan ku?" Binggung Yeri.
Yeri kembali berjalan menuju kamar dan mengambil ponsel nya, mencoba untuk menghubungi Johnny.
Beberapa detik terdengar nada sambung, dan akhirnya Yeri dapat mendengar suara Johnny.
"Iya sayang?" Jawab Johnny
"Johnny, kenapa kau berangkat kerja? Bahkan suara mu masih parau. Kau juga tidak membangunkan ku."
"Kau bawel lagi Yeri-a" goda Johnny sambil sedikit tertawa.
"Johnny... aku serius!" Marah Yeri.
"Aku yakin kau juga tidak tidur, jam segini kau sudah pergi. Apa ada tugas penting?"
Johnny diam sejenak, memikirkan kalimat apa yang akan ia katakan pada Yeri. Tidak mungkin dia bilang pada Yeri bahwa ia akan membunuh Kai hari ini, karena kondisi nya saat ini. Pasti Yeri tidak akan setuju.
"Johnny? Apa kau mendengar ku?"
"Iya Yeri, aku dengar. Aku tidak membangunkan mu karena kau tidak cukup tidur dan hari ini aku memang ada tugas penting. Kau tidak perlu khawatir."
Yeri menundukan kepala nya, berusaha menerima perkataan Johnny.
"Jujur saja aku tidak setuju kau berangkat kerja hari ini John. Tapi yasudah kalau ada tugas penting. Kau harus jaga dirimu baik-baik. Dan...cepat lah pulang. Aku menunggu mu di rumah."
Johnny tersenyum mendengar ucapan Yeri, membuat hati nya tenang, karena ada seseorang yang menunggu nya untuk pulang.
"Iya Yeri. Aku akan cepat pulang. Jangan lupa sarapan pagi ya."
"Pasti Johnny, akan aku habiskan semua masakan mu." Jawab Yeri dengan riang.
"Ya sudah kalau begitu, sampai nanti."
"Sampai nanti Johnny."
Johnny memasukan ponsel nya di jas nya lagi dan kembali fokus menyetir. Dia harus berhasil membunuh Kai hari ini, untuk membalaskan kematian Ibu Yeri.
"Hari ini kau akan mati Kai"
To Be Continued
💚
