Happy Reading
💚
Johnny memikirkan Yeri seperjalanan. Ia mengetukan jari nya di setir mobil. Johnny baru ingat bahwa Johnny belum memiliki nomor Yeri selama ini.
Hari masih sore, Masih ada banyak waktu untuk Johnny bertemu dengan Yeri. Johnny memakirkan mobil nya di depan toserba tempat kerja Yeri. Ia keluar dari mobil nya dan masuk ke dalam Toserba.
Ting
"Selamat da..." putus Joy saat melihat Johnny.
Johnny mengamati seluruh ruangan, tapi tidak melihat wajah Yeri. Johnny menghadap ke arah kasir, melihat name tag Joy dan menghampiri Joy yang masih bingung dengan kedatang Johnny.
"Kau bukan nya..."
"Joy-ssi, apa kau tau di mana Yeri?" Tanya Johnny.
"Hah kau tau nama ku? Apa Yeri menceritakan ku?" Bingung Joy sambil melihat ke arah bawah
"Joy-ssi?" Tanya Johnny lagi.
"Hah? Ah... ya, tadi siang dia bilang mau pulang cepat. Jam kerja nya sudah selesai dan dia langsung pergi. Tapi aku tidak tahu dia kemana."
"Bisa kau coba telpon Yeri?" Minta Johnny.
"Ah...tentu, akan aku coba telpon dia." Joy mengambil ponsel nya yang ada di dalam tas nya, menekan nomor Yeri dan menempelkan ponsel di telinga nya.
"Hah...bagaimana ini?" bingung Joy sambil melihat layar ponsel nya.
"Ada apa? Apa tidak di angkat?" Takut Johnny.
"Bukan, nomor nya tidak bisa di hubungi." Jelas Joy.
"Bisa kau coba sekali lagi?" Minta Johnny. Joy mencoba menelpon nomor Yeri lagi, tapi nihil nomor Yeri tidak tersambung.
"Tetap tidak bisa, ada dimana dia. Hey!!! Mau kemana?"
Tanpa membuang-buang waktu Johnny keluar dari toserba dan masuk ke dalam mobil nya. Ia menyalakan mesin mobil dan memakai sabuk pengaman.
"Bagaimana kabar Yeri-ssi?"
Terlintas di pikiran Johnny dengan perkataan Yuta. "Bajingan!" Umpat Johnny sambil memukul setir mobil nya.
Johnny mengendarai mobil nya dengan cepat menuju rumah Yeri. Ia berharap semoga Yeri baik-baik saja, dan Yeri ada di rumah sekarang.
"Yeri-ya" Johnny menyebut nama Yeri dengan suara kecil. Berharap Yeri bisa mendengar nya di mana pun dia berada. Johnny memukul setir mobil sekali lagi, menahan segala emosi nya.
Tak lama kemudian Johnny sudah sampai di depan rumah Yeri. Johnny langsung keluar dari mobil nya dan masuk kehalaman rumah Yeri
Tok Tok Tok
"Yeri...Yeri-ya!" Johnny terus mengetuk pintu rumah Yeri, tapi tidak ada respon sama sekali. Johnny melihat sekeliling halaman Yeri, namun juga tidak menemukan Yeri. Johnny kembali mengetuk pintu rumah Yeri, berharap Yeri hanya ketiduran di rumah nya.
"Yeri-ya! Kau ada di dalam?" Johnny mencoba membuka pintu rumah Yeri, namun pintu itu terkunci. Johnny memutuskan keluar dari rumah Yeri dan kembali masuk kedalam mobil nya menuju taman tempat Johnny melihat Yeri untuk pertama kali.
Di perjalan Johnny benar-benar tidak bisa tenang, sampai sekarang hanya Yeri yang membuat Johnny seperti ini, merasa kacau karena takut kehilangan. Johnny membunyikan klakson mobil nya beberapa kali, menyuruh banyak pengemudi lain untuk minggir dari jalan Johnny.
Johnny tidak peduli dengan banyak pengendara mobil yang memaki dirinya, dia hanya fokus ke tujuan nya.
Sesampai nya di taman, Johnny langsung memakirkan mobil nya. Johnny mengelilingi isi taman, berharap dapat melihat Yeri duduk di salah satu bangku taman itu, tapi tetap tidak ada.
