Happy Reading
💚
Johnny pulang bersama dengan pengawal yang lain setelah bertugas menjaga Doyoung. Bos mereka baru selesai memenangkan judi dengan taruhan yang besar, membuat suasana hati Doyoung menjadi bahagia.
Mereka keluar dari gedung, dan berjalan menuju tempat parkir untuk mengantarkan Doyoung pulang. Namun tiba-tiba jalan Doyoung berhenti membuat semua pengawal ikut menghentikan langkah nya dan mengikuti arah padangan Doyoung
"Arin?"
Arin berjalan dari arah berlawanan menghampiri kakak nya. Semua pengawal menundukan badan nya memberi hormat kepada Arin termasuk Johnny.
Mata Arin mengarah ke arah Johnny, melihat ia berdiri di belakang Doyoung membuat ia yakin bahwa ia adalah pemimpin dari pengawal kakak nya.
"Apa yang kau lakukan di sini?" Tanya Doyoung sambil memegang pundak Arin
"Kebetulan aku sedang lewat di sini, dan aku melihat mobil kakak, jadi sekalian aku mampir." Kata Arin dengan nada ceria.
"Hmm...kalau begitu apa rencana mu selanjutnya? Kau mau pulang bersama ku?" Tawar Doyoung
Arin melihat ke arah Johnny "Tidak kak, aku ingin jalan-jalan dulu. Tapi bisakah kau pinjamkan aku satu pengawal mu?"
Doyoung melihat arah mata Arin yang menuju ke Johnny. Ia tau maksud adik nya itu, bisa di pastikan bahwa adik nya ini memiliki rasa ketertarikan pada Johnny.
"Silahkan, kau bisa pilih pengawal yang kau mau" kata Doyoung sambil menghadap ke arah pengawal-pengawal nya.
Arin tersenyum senang mendengar kakak nya membantu keinginan nya.
"Dia saja kak..." Kata Arin sambil menunjuk Johnny.
Johnny menaikan pandangan nya karena merasa dia yang pilih oleh Arin. Doyoung melihat ke arah Johnny dengan ekspresi tidak terkejut.
"Baiklah kalau begitu. Johnny kau bisa pakai salah satu mobil ini. Biar nanti pengawal lain mengambil mobil yang lain"
"Baik Tuan" Jawab Johnny dengan menundukan kepala nya. Johnny berusaha profesional dalam pekerjaan nya, mengikuti keinginan tuan nya adalah salah satu tugas nya.
"Jaga adik ku baik-baik" Perintah Doyoung
🐱
Kini Arin satu mobil bersama dengan Johnny. Ia melihat Johnny yang sedang menyetir dengan senyum bahagia. Cara Johnny mengendarai mobil terlihat sangat keren, benar-benar membuat Arin terpana
"Anda ingin kemana nona?" Pertanyaan Johnny membuat Arin tersadarkan dari pikiran nya
"Oh ya...aku jadi lupa aku ingin kemana. Apa kau ada saran?" Tanya Arin sambil melihat ke arah Johnny
"Maaf nona, Saya tidak berhak memberikan saran apapun" jawab Johnny tanpa melihat Arin
Jawaban Johnny mampu membuat ekspresi Arin berubah menjadi sedih. Baru kali ini ia merasa bahwa Johnny orang yang kaku.
"Aku ingin minum kopi. Kita ke cafe saja" ajak Arin
"Baik nona"
Arin sedikit melihat ke arah Johnny kembali, ia yakin ia bisa mendapatkan perhatian Johnny. Memang perlu usaha yang keras, menginggat Johnny bukan seperti pria pada umumnya. Tapi Arin yakin ia mampu menaklukan Johnny.
Butuh beberapa menit hingga mereka sampai di cafe yang di inginkan Arin. Cafe yang tidak jauh dari toserba tempat Yeri bekerja dulu. Johnny keluar dari mobil dan melihat toserba itu. Ia tersenyum karena menginggat kekasih nya Yeri.
Arin yang ikut keluar dari mobil, dapat melihat senyuman Johnny sambil melihat ke arah toserba. Membuat Arin penasaran dengan apa yang sedang lelaki itu pikirkan
"Johnny-ssi?"
Johnny membuang senyum nya dan melihat ke arah Yeri dengan wajah datar kembali.
"Ayo masuk" ajak Arin kembali.
🐱
Mereka duduk bersama di salah satu meja Cafe. Johnny tidak memesan apapun sedangkan Arin memesan Ice Americano. Johnny tidak melihat ke arah Arin, ia memalingkan pemandangan nya ke arah jendela besar Cafe.
Arin yang merasa tidak diperhatikan, ingin memulai percakapan.
"Apa kau sudah bekerja lama dengan Kak Doyoung?"
Johnny mengalihkan wajah nya ke arah Arin
"Iya nona" jawab singkat Johnny
"Tolong jangan panggil aku nona. Panggil saja aku Arin" minta Arin
"Maaf nona, saya tidak bisa" kata Johnny sambil sedikit menundukan wajah.
Arin belum pernah bertemu dengan pria seperti Johnny, yang benar-benar kaku bahkan ekspresi nya seperti tidak peduli dengan Arin. Mungkin sikap ini yang membuat Johnny pantas menjadi pemimpin.
"Aku hanya ingin dekat dengan mu, apalagi kau adalah orang yang paling di percaya oleh Kakak ku. Pasti ada alasan kenapa kau sangat diandalkan oleh Kak Doyoung"
Kembali Johnny hanya menanggapi dengan menundukan wajah nya. Rasanya Arin sedang berbicara dengan manekin.
Arin sangat yakin, bahwa Johnny tidak memiliki kekasih, mengingat sikap nya yang seperti itu.
🐱
Johnny mengantarkan Arin pulang ke rumah Doyoung. Arin merasa cukup sampai di sini dulu untuk mendekati Johnny, secara perlahan lebih baik menurut Arin.
Doyoung sudah menunggu mereka di ruang tamu rumah nya. Melihat senyum di wajah Adik nya membuat Doyoung semakin yakin bahwa Arin menaruh hati pada Johnny
"Hai cantik" sapa Doyoung
"Kakak belum tidur? Ini sudah jam 9 malam" kata Arin sambil melihat jam.
"Aku menunggu mu pulang. Mandi dan istirahatlah" kata Doyoung sambil menepuk pelan bahu Arin
Gadis itu hanya membalas dengan anggukan dan pergi meninggalkan Doyoung dan Johnny. Melihat Arin sudah tidak satu ruangan dengan mereka membuat Doyoung berjalan perlahan ke arah Johnny.
"Pasti kau sudah tau apa yang kupikirkan tentang Arin" tanya Doyoung pada Johnny
Jelas saja Johnny tau hal itu, tanpa diberitahu oleh Doyoung, Johnny bisa merasakan bahwa Arin tertarik dengan dirinya.
"Aku harap kau tidak mengecewakan adik ku. Jika kau memiliki kekasih, jangan katakan pada nya."
Perkataan Doyoung berhasil membuat alis Johnny menyatu. Apa sekarang Doyoung juga mengurusi kehidupan pribadi nya.
"Apa maksud Tuan?" Tanya Johnny sedikit tegas
Doyoung maju sedikit lagi ke arah Johnny "Kau harus mengikuti perintah ku bukan? Tolong jangan kecewakan Arin"
Setelah mengatakan itu, Doyoung membalikan badan nya dan pergi meninggalkan Johnny.
To Be Continued
💚
