4. Zaigham kenapa?

30 2 0
                                        

'Zila, Zila, Zila'  batin Zaigham
"Aaaaarrrggghhhh"
"Zaigham, kamu kenapa?" Tanya Bu Hasna, selaku guru yang sedang mengajar di kelas Zaigham saat ini.
.
3 bulan berada di FIH School, selama 3 bulan tersebut lah Zaigham sering kali bertemu dan bertengkar dengan Zila.
Entah hal apa yg mereka ributkan. Selalu saja ada hal yang mereka buat sebagai bahan pertengkaran setiap hari nya.
.
"Boleh saya keluar?" Tanya Zaigham dengan mode es batu nya. Tatapan tajam yang Zaigham layangkan membuat nyali Bu Hasna menciut. Mau tak mau, Bu Hasna pun mengiyakan keinginan sang anak pemilik sekolah itu.

~~~~~~~~~~~~~
Rooftop

"Gue kenapa sih?" Tanya Zaigham pada dirinya sendiri "kenapa Zila lagi Zila lagi dari semalem??!" Zaigham bingung, sebab baru pertama kali ia merasakan kepalanya diisi penuh oleh satu nama yang setiap hari membuat darahnya mendidih.

"Anjir si Zilanjay!"
Lalu, Zaigham merebahkan diri di sofa panjang rooftop yang sudah ia sediakan beberapa Minggu lalu. Ia memesan sebuah sofa dan disimpan di rooftop khusus untuknya agar bisa melepas penat jika ada sesuatu hal yang membuatnya lelah disekolah.

Disisi lain.....
"Zila Guzelim Ahmad! Kamu lagi kamu lagi!" Pak Yanto menggebrak meja sembari memasang wajah frustasi andalannya. Kesal menghadapi si biang onar untuk kesekian kalinya.

"Saya lagi apaan pak?" Tanya Zila dengan wajah yang dibuat seimut mungkin nan tiada dosa:)

"Kenapa kamu tidur di jam pelajaran saya? Sudah berapa kali saya mengatakan kalau saya tidak suka ada siswa atau siswi yang tidur saat saya sedang menjelaskan materi."

"Ooh heem"
Zila
Perpaduan antara Rania dan Yusuf .
Perpaduan antara barbar dan sulit diatur.
Maka jadilah si biang onar, Zila namanya.

"Sekarang kamu keluar. Jangan mengikuti mata pelajaran saya selama 2 Minggu kedepan!!" Bentak pak Yanto yang sudah lelah menghadapi kelakuan Zila.

"Assshhhiiyyaapp" jawab Zila sembari ngacir keluar kelas.

"Heran, cantik cantik ko gapunya akhlak" ucap Pak Yanto, geleng-geleng kepala.

"PAS DALEM RAHIM AKHLAK SAYA KEBELIT SAMA PLASENTA PAK" teriak Zila sekencang mungkin dari luar kelas.

Yap, saat Pak Yanto berucap seperti itu ternyata Zila masih ada disekitar kelasnya & alhasil terdengarlah umpatan halus Pak Yanto oleh Zila.

"HEH!!!"

Zila berlari sambil cekikikan. Puas rasanya membuat guru itu kesal hari ini.

Sementara siswa siswi yang lain melanjutkan pelajarannya yang sempat tertunda.
Dan Salma? Sudah 2 hari ini dia tidak hadir, nenek salma meninggal dunia, menyebabkan Salma harus izin keluar kota selama satu Minggu. makanya Zila bisa bebas tidur. Kalo ada Salma kan pasti digeplak mulu pala Zila.

"Kemana ya gue? Kantin? Em ga laper. Perpus? Ah bosen." Zila bermonolog.
"Rooftop! Nah iya, rooftop aja." Dengan semangat 45 zila berlari dan akhirnya menaiki tangga yang menuju ke pintu rooftop.

Ceklekk

Semilir angin rooftop mulai terasa berhembus di kulit mulus Zila. Cuaca yang tidak panas a.k.a teduh, membuat siapapun yang menginjakkan kaki di rooftop ini akan merasa betah.
Begitupun dengan Zila, rasanya beban pikiran Zila ikut terbang bersama angin yang berhembus

So so an punya beban pikiran. Orang lu sendiri jadi beban buat guru guru sekolah Zil.

Zila pun mulai melangkahkan kakinya menuju sofa panjang yang tersedia di rooftop.

Kenapa Zila bisa tau ada sofa disitu? Jawabannya, ketika Zila dan Zaigham bertengkar tempo hari. Zila mencari-cari keberadaan Zaigham ke semua tempat. Hingga akhirnya Zila memutuskan untuk pergi mencari mangsa nya ke rooftop. Setelah sampai di rooftop, Zila mengedarkan pandangannya dan menemukan seekor manusia buruan nya sedang asik duduk dengan kaki yang ia selonjorkan di sofa panjang tersebut sembari menghisap batang nikotin & menikmati semilir angin disana.

ZilaZaigham (On Going)Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang