Happy Reading ❤️
Pukul 5.10 pagi, setelah sholat subuh. Zaigham langsung tancap gas untuk menuju rumah Zila. Katakanlah Zaigham gila, berangkat sekolah sepagi ini untuk siswa yang tergolong sering membolos seperti dirinya?
Terlebih alasan ia berangkat pagi bukan karena ada tugas sekolah yang belum selesai, bukan juga karena ada tugas piket dikelas. Tapi hanya karena ingin menjemput Zila.
Catat, MENJEMPUT ZILA!
Mulai ketulah kaya nya si Zaigham.
Semalam setelah kepulangan Afnan, Zaigham berpikir takut Zila tidak ingin berangkat bersamanya. Terbukti dari chat yang belum dibalas dan hanya centang biru saja.
Mengenaskan!
Jadi, Zaigham berinisiatif berangkat setelah subuh agar Zila nya tidak kabur dan berakhir Zaigham harus berangkat sendiri ke sekolah.
Kan ga lucu, udah usaha bangun jam 4 subuh, mandi, sabunan, shampoan, parfum habis setengah botol, bela-belain ga sarapan eh yang dijemput malah pergi duluan.
Tin tinn
"Eh den cari siapa?"
"Mau jemput Zila pak, saya temannya"
"Oalaa temennya neng Zila, silahkan atuh mas"
Satpam itu pun lantas membuka gerbang rumah Zila sambil memasang raut wajah kebingungan
"Mas nya mau sekolah apa joging ya?" gumamnya.
Sesampainya di pekarangan rumah, Zaigham menemukan Zayn yang tengah duduk di teras masih lengkap dengan menggunakan gamis putih serta peci dan sorban, seraya mendengarkan murottal surah Al-Qur'an dari ponsel nya. Masya Allah! Zayn sedang dalam mode pak haji pagi ini.
Tiiiiinnnn
"Gue ga budek. Dari gerbang sono aja motor lo udah kedengeran"
"Terus kenapa ga nyapa bang?"
"Masa gue yang nyapa duluan? Lo lah sebagai calon nya Zila harus banyak banyak baik sama gue biar direstuin."
"Ckk yaudah assalamu'alaikum Abang Zayn" ucap Zaigham sambil berjalan mendekati Zayn dan mengambil tangannya untuk kemudian dicium bolak-balik
"Lo kenapa cium tangan nya dibolak-balik gini? Ema lo bukan, ulama bukan gue"
"Biar dapet nilai plus"
"Laga lo" Zayn mendelik sementara Zaigham hanya menyengir tanpa beban.
"Gue ga ditawarin duduk bang?"
"Kaga. Lagian ngapain lo kerumah gue pagi pagi?"
"Mau jemput ade lo lah" ucap Zaigham seraya mendudukkan dirinya dikursi sebelah kiri Zayn. Walaupun tidak ditawari duduk Zaigham sih masa bodo.
"Lo gila?!" Intonasi Zayn mulai naik satu oktaf
"Kaga"
"Lo ngapain jemput sampe sepagi iniiiii kutub?"
"Takut Zila kabur"
"Pfffttt boro-boro kabur, sholat subuh aja baru mulai"
"Yaudah gue tungguin"
"Lo jam segini udah nyampe dirumah gue, di rumah ngapain aja? Ga sholat subuh lo?"
"Sholat lah anjir!"
"Bahasa"
"Ckk" Zaigham menghela nafasnya "sholat, bang Zayn" menampilkan senyum andalan dengan sangat terpaksa, itung itung nyicil restu nya Zayn buat deketin Zila
"Ga pake qunnut?"
"Pake" masih dengan senyum terbaiknya. Eum ralat, terpaksa maksudnya.
"Ga dzikir dulu ya lo?"
KAMU SEDANG MEMBACA
ZilaZaigham (On Going)
Teen FictionSekali masuk, lo bakal terus nancep ~ Zaigham Ashmaan Fernandez Kalimat lo ambigu tolol! ~ Zila Guzelim Ahmad Dihati gue maksudnya bego ~ Zaigham to Zila Warning⚠️ Don't coppas my story❗ Semua cerita yang tertulis disini itu murni dari hasil pemikir...
