Happy Reading!❤️
Pagi ini, Zila dan Salma tengah melaksanakan sarapan diruang makan Zila.
Yap, hanya berdua.
ART dirumah Zila ditugaskan hanya untuk membantu pekerjaan rumah saja. Sedangkan urusan memasak menjadi tanggungjawab Rania seorang.
Jangan salah, walaupun Zila terkenal barbar. Soal memasak, ia juga ahli seperti Mama nya.
Bisa dibilang, kalau rasa masakan Zila dicicipi oleh chef Jujun maka chef Jujun pun akan merasa kagum.
Setelah selesai sarapan, Zila dan Salma menuju ke garasi untuk mengambil motor kesayangan Zila. Si kuda besi hitam manis yang Zila rawat seperti anak sendiri.
Motor melaju dengan kecepatan sedang, membelah jalanan ibu kota yang mulai dipadati oleh sebagian pekerja dan anak sekolah yang mempunyai jadwal beraktivitas di pagi hari.
Tiba di pertigaan jalan menuju ke sekolah, Zila dan Salma terjebak lampu merah, yang mengharuskan mereka untuk menghentikan kendaraan nya sebentar.
Disisi kanan dan kiri Zila, datang dua buah motor sport dan berhenti tepat disisinya.
Zila sih tadinya santuy santuy aja, orang lagi fokus merhatiin lampu lalin.
Tapi, saat Zila tidak sengaja menoleh. Zila melihat jelas jika itu adalah tas dari musuh bebuyutan nya, Zaigham.
Zaigham yang tersadar tengah diperhatikan oleh Zila seketika membuka kaca helm, mengedipkan sebelah mata nya dan berbarengan dengan lampu yang berubah menjadi hijau, Zaigham menendang kecil kaki Zila hingga menyebabkan betisnya sedikit kotor.
Dicatat ya SE.DI.KIT!
Zila emosi bukan kepalang. Segera ia lajukan motornya dengan kecepatan tinggi, membuat Salma yang berada dibelakangnya berteriak heboh sambil membaca ayat kursi dan do'a qunnut.
Ga sekalian baca do'a sholat dhuha aja Sal?
"Gapunya otak, orang gila, stresss. Zaighaaaam streeessss anjiiiirrrr tunggu lo balesan dari gue!!!"
"Zila zila astaghfirulloh astaghfirulloh ya Allah ampuni dosa hamba" Salma terus melantunkan do'a do'a sebisanya. Yang penting kalau mati udah ada lantunan do'a yang terucap dari bibirnya.
"Jangan banyak bacot Sal gue pusing" ucap Zila dengan santuy nya setelah kejadian beberapa menit lalu.
Mereka sudah sampai di parkiran. Motor sport Zaigham melaju sangat cepat hingga tidak bisa tersusul oleh Zila.
"Lo pusing gue mual Zillll! Berasa abis naek kora-kora anjir"
Pendengaran Zila seolah tuli, ia meninggalkan Salma yang tengah mual-mual sekarang.
Pikirannya hanya tertuju pada satu nama, Zaigham.
~~~~~~~~~~~~~~~~~
"Eh sal lo kenapa?" Tanya Afnan yang baru saja datang ke sekolah.
Tadi, Afnan memang hendak mengejar motor Zila yang tengah berusaha membalas perbuatan Zaigham.
Tetapi, motor Zaigham sudah tidak terlihat, begitu juga motor Zila yang sudah berada jauh didepan sana.
Daripada kebut-kebutan, mending jalan santai lagi aja. Sembari tebar pesona kepada para gadis SMA yang tengah berjalan menuju sekolah nya.
"Gue mual huek"
"Lo hamil?"
"Bukan bego huek! Gara-gara huek temen lo tuh isengin temen gue. huekk hueekkkk Jadi gue kan yang kena imbasnya" Salma memutar bola mata nya sembari merasakan kenikmatan rasa mual yang terus bergejolak didalam perutnya
Sialan si Zila!
"Jorok lu huek huek dari tadi, ayo gue anter kamar mandi" Afnan dengan sangat baik hatinya mengantar Salma ke toilet.
Tiati sal, lagi modus tu si ketua perbuayaan
Sedang dilain tempat.
BRUKKK
"MANA ZAIGHAM?!!" Zila mengedarkan seluruh pandangan nya ke kelas 11 IPA 4
KAMU SEDANG MEMBACA
ZilaZaigham (On Going)
Teen FictionSekali masuk, lo bakal terus nancep ~ Zaigham Ashmaan Fernandez Kalimat lo ambigu tolol! ~ Zila Guzelim Ahmad Dihati gue maksudnya bego ~ Zaigham to Zila Warning⚠️ Don't coppas my story❗ Semua cerita yang tertulis disini itu murni dari hasil pemikir...
