7. Kantin dan Drama Zila

26 2 0
                                        

Happy Reading ❤️

"Gue cium kalo sampe berani nerkam!" Sahut Zaigham sambil menatap wajah Zila dengan tatapan mengintimidasi.

"Amit amit ya allahhh amit amitttttt huekkk"

--------------------------------
Pelajaran tengah berlangsung, kelas begitu hening. Hanya ada suara Bu Purwa yang tengah menerangkan sebuah materi. Begitu juga dengan Zila dan Zaigham. Mereka menunda acara ribut nya. Walau sedari tadi Zila sudah gatal ingin segera mencakar wajah tampan Zaigham.

Zaigham yang nampak merasa sepi, akhirnya mengalihkan pandangan ke arah Zila yang dimana tengah fokus mencatat materi yang disampaikan oleh Bu Purwa.

Merasa diperhatikan, Zila pun menoleh.

"Apa lo liatin gue? Naksir?" Zila bertanya dengan memasang wajah songong andalannya.

Tanpa sepatah katapun, Zaigham kembali memalingkan wajahnya.

"Najis so kegantengan banget titisan dakjal"  batin Zila, yang semakin meronta-ronta emosinya.

Tak ingin kalah, akhirnya kini Zila yang memandangi wajah Zaigham dengan sangat intens.

Merasa diperhatikan pula, Zaigham pun menolehkan kepalanya, ikut menatap Zila yang kini sedang menatapnya.

Posisi mereka sangatlah menguntungkan. Duduk dibelakang, paling pojok sebelah kanan jika dilihat dari depan membuat mereka bebas melakukan aksi berbalas tatap nya.

"Gue tau gue ganteng."

"Lo" Zila menjeda ucapan nya, "kalo dibandingin sama badak sumbu. Lebih cakep badak sumbu kemana mana!"

~~~~~~~~~~~~~~~

Istirahat, waktu yang ditunggu tunggu oleh seluruh penghuni sekolah. Tak terkecuali Zila dan Salma ya saat ini tengah ngacir berlari untuk menuju ke kantin.

Fyi, Salma telah menyudahi acara ngambeknya pada Zila.
Katanya "kalo gue ngambek lama lama ke lo, ntar yang pergi ke kantin bareng gue siapa?"

Yang traktir beliin minuman bukan maksudnya Sal?

"Eh Zil tau ga"
"Kaga" Salma mendelik "ish lo mah"

"Hehe apa apa?" Tanya Zila
"Afnan ngajak gue jalannnn Sabtu iniii" Salma senang bukan kepalang, karena selama ini ternyata dia memiliki rasa kagum kepada Afnan. Tidak dia sangka bahwa kekagumannya bisa membuahkan hasil.

"Oh omaygat" Zila menjawab dengan air muka yang sangat sangat datar.

"Zila lo mah ga asik ah"

"HAHAHAHAHAA boong boong" Zila tertawa sendiri karena berhasil membuat muka semringah Salma menjadi raut wajah kesal bercampur dengan mood yang hancur.

"Ayo gimana mo cerita apa?"

"Ga ga udah ga nafsu! Tar aja!" Salma mendelikkan matanya, berjalan menjauhi Zila menuju ke stand makanan wajib yang selalu ia kunjungi setiap hari.

Sementara Zila tengah mencari meja kosong untuknya dan Salma tempati. Ada satu tempat kosong diujung dekat jendela kantin. Dan Zila pun segera berjalan cepat ke arah sana, takut takut meja tersebut keburu ditempati duluan oleh orang lain.

Saat tinggal beberapa langkah lagi, tiba tiba...

Brukkk
"Lo lagi lo lagi!" Tunjuk Zila pada orang itu "kenapa sih selaluuuu aja ada lo dimana mana? Lo manusia apa setan hah?!!" Zila mengoceh, meluapkan kekesalannya karena barusan hampir saja ia tersandung sebab ada kaki yang menghalangi jalannya.

ZilaZaigham (On Going)Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang